Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan

5.22.2009

Kuda Prabowo Mampu Hidupi Rakyat Miskin

Jakarta (SuaraMedia) - Calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto mendaftarkan binatang peliharaan kuda berjumlah 84 ekor, yang membuat dia menjadi cawapres terkaya dengan total harta Rp 1,7 triliun. Mantan Panglima Kostrad itu mendaftarkan binatang peliharaan sebagai harta kekayaan karena ternyata harganya melebihi mobil mewah.

Mobil sedan BMW 750Li saja berharga sekitar Rp 2,5 miliar, atau Mercedes Benz terbaru, seri E300, sekitar Rp 1,3 miliar, sementara tiga kuda milik Prabowo mencapai harga Rp 3 miliar per ekor. "Kuda itu harganya Rp 3 miliar per ekor. Tidak ada orang lain di Indonesia yang punya kuda semahal itu. Bahkan, mungkin termahal di Asia," ungkap Emon, karyawan Nusantara Polo Club saat ditemui Persda Network di Jagorawi Golf and Country Club (JGCC), Bogor, Jawa Barat.

Hari ini, Rabu (20/5), tim KPK akan mendatangi kediaman tiga cawapres untuk mengklarifikasi kekayaannya. Ketiga cawapres ini adalah Prabowo Subianto, Wiranto, dan Boediono. Khusus untuk Prabowo, karena dalam laporan kekayaannya mencantumkan kepemilikan kuda sebanyak 84 ekor, tim KPK juga akan bergerak mengecek kuda-kuda tersebut di peternakan Prabowo yang terletak di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor.

Kuda-kuda piaraan Prawobo sebagian besar ditempatkan di Nusantara Polo Club JGCC, Jalan Karanggan Raya, Cibinong, Jawa Barat. Kuda-kuda tersebut terdiri dari tiga jenis, yaitu poni, polo, dan equestrian.

Selain itu, Prabowo menyimpan tiga jenis kuda istimewa di kawasan vilanya di Bukit Hambalan, Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat. Mengapa istimewa? Kuda itu adalah jenis unggulan yang disebut lusiano.

Emon menjelaskan, kuda lusiano juga termasuk kuda kategori equestrian. Binatang ini adalah binatang yang memiliki kemampuan akrobatik. Tidak hanya mampu seperti kuda pacuan yang dipakai berlomba dan menjadi alat bantu atlet yang berlari dan melompati halang rintang, seekor lusiano bisa menunjukkan sikap sopan. Kuda jenis ini sering dipakai di arena sirkus. "Dia bisa melakukan gaya hormat seekor kuda, duduk, dan gerakan akrobatik lainnya. Memerintahnya tidak sulit seperti jenis kuda lain," kata dia.

Untuk lusiano, Emon melanjutkan, Prabowo memiliki sebuah kandang khusus yang dibuat di dekat vila di Bukit Hambalan. Ada juga tempat latihan yang berbentuk seperti auditorium. Lantai tempat latihan tersebut berupa pasir sehingga lembut.

"Waktu beberapa hari sebelum pemilu kemarin, Bapak (Prabowo) sempat memperlihatkan kebolehannya menunggang lusiano dan ditayangkan oleh salah satu televisi. Untuk kuda jenis ini memang biasanya ditunggangi di dalam ruang tertutup. Makanya ada tempat khusus. Kandangnya juga khusus," papar Emon yang sepertinya sudah memiliki pengetahuan tentang kuda cukup banyak walau baru bekerja di Nusantara Polo Club selama kurang lebih empat bulan.

Selain ditunggangi sendiri, kuda-kuda peliharaan Prabowo juga dapat menghasilkan uang. Hewan-hewan itu disewakan kepada orang umum yang ingin kursus menunggang kuda. Seorang wanita pegawai JGCC mengatakan, JGCC menyediakan jadwal latihan pagi dan sore, saban hari. Jam latihan pagi pukul 08.00-10.00, dan sore pukul 15.00-17.00.

Orang umum dapat menjadi anggota untuk latihan menunggang kuda. "Biaya sewa kuda dan pelatih Rp 500.000 untuk durasi 45 menit," kata pegawai, seorang perempuan. Peserta kursus menunggang kuda yang dibolehkan berlatih minimum berusia 6 tahun.

Sebagai pembanding, di kawasan Sentul memang ada bebarapa arena latihan menunggang kuda. Selain milik Prabowo, juga ada Jakarta Perkumpulan Equestrian Centre (JPEC). "Dulu Pak Prabowo dan adiknya, Pak Hasyim, juga sering memacu kuda di sini," kata seorang resepsionis.

JPEC juga memberi layanan kursus menunggang kuda. "Uang iuran membership Rp 3,5 juta per tiga bulan dengan fasilitas 8 kali free lesson," kata resepsionis tadi. Lalu, setiap latihan bayar Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per 45 menit dengan latihan empat kali dalam seminggu," ujar perempuan itu. Selain non-anggota, dikenai biaya latihan. Untuk sewa kuda Rp 50.000 per 45 menit, dan Rp 130.000 untuk biaya upah instruktur/asisten instruktur.

Emon mengatakan bahwa Prabowo diketahuinya sebagai seorang penyayang binatang. Tidak hanya kuda, ada juga beberapa binatang peliharaan lain yang berada di kawasan vila di Bukit Hambalang. Kambing, sapi, dan beberapa hewan ternak lainnya ada di kawasan vila yang menjadi tempat tinggal Prabowo di saat tidak memiliki kegiatan cukup padat.

Sesekali Prabowo datang ke Nusantara Polo Club untuk menyalurkan hobinya berkuda. Seingat Emon, Prabowo setidaknya datang sebanyak empat kali dalam seminggu. Namun, pria yang saat ditemui Persda tengah mengenakan kaus putih berkerah merah dan berlambang logo Gerindra, partai politik yang dipimpin Prabowo, itu memastikan kedatangan pemilik Nusantara Polo Club tersebut sangat bergantung dengan jadwal kesibukannya.

"Kalau sekarang-sekarang ini, Bapak sangat jarang datang. Ya seperti diketahui, sekarang kan lagi sibuk-sibuknya soal capres-cawapres," ungkapnya.

"Di sini (Nusantara Polo Club), Bapak ada dua kuda yang selalu ditungganginya. Kuda itu jenis polo. Sambil berkuda, Bapak juga mukul bola polo. Setelah berkuda, ya Bapak pulang," imbuh Emon yang memperkirakan Prabowo gemar juga menunggangi kuda polo karena kesukaannya terhadap salah satu cabang olahraga berkuda, polo.

"Kalau lusiano kan paling bisa ditunggangi di ruang tertutup gitu. Tapi kalau polo bisa ditunggangi di ruang terbuka seperti lapangan ini," pungkasnya seraya menunjukkan lapangan seluas tiga kali lapangan bola yang biasa digunakan sebagai tempat latihan polo di Nusantara Polo Club.(kmp)

(wsm/kutip/SuaraMedia.Com
)


5.19.2009

Polisi Terlibat Narkoba justru Isap Ganja di Sel

Sidoarjo, CyberNews. Sebanyak tiga anggota polisi yang menjadi penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng, Sidoarjo, tertangkap tangan mengisap ganja.

Warsito Basuki, Zakaria, dan Dedi itu, Senin sore, langsung dibawa ke Mapolsek Waru, Sidoarjo untuk proses penyidikan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Medaeng, Affandi, mengatakan, sudah lama pihaknya mendapatkan informasi bahwa di Blok D-4 yang merupakan ruang tahanan khusus bagi anggota kepolisian itu dijadikan ajang pesta arkoba.

"Petugas kami menindaklanjuti laporan itu dengan cara menggelar razia dadakan. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan tiga paket ganja dari tangan ketiga tersangka," katanya.

Ia menyebutkan, yang menjadi tersangka utama dalam kasus itu adalah Warsito. Zakaria dan Dedi diduga sebagai orang yang memberi barang haram tersebut pada Warsito. "Ketiganya langsung kami bawa ke Mapolsek Waru untuk diproses," katanya.

Pihak rutan saat ini rutin menggelar razia narkoba, apalagi setelah marak diberitakan, bahwa rutan itu menjadi sarang pengguna narkoba. Hal itu dibuktikan oleh pengakuan Linda, istri Siswo Prawiro, bandar narkoba yang kini menghuni Rutan Medaeng.

Kepada petugas yang menangkapnya beberapa waktu lalu, Linda menyebutkan, dirinya sebagai pemasok sabu-sabu ke dalam Rutan Medang. "Makanya kami terus mengantisipasi agar rutan ini tidak menjadi sarang narkoba bagi para tahanan," kata Affandi.

Warsito Basuki sebelumnya tercatat sebagai personel Polresta Surabaya Timur berpangkat Bripda. Dia dijebloskan ke penjaga akibat memiliki profesi sampingan sebagai pengedar sabu-sabu.

Sementara Zakaria dan Dedi menjadi penghuni Rutan Medaeng setelah tertangkap mengonsumsi narkoba.

(Ant /smcn)(wsm/kutip/suaramerdeka)


5.17.2009

Buku Ilusi Negara Islam Diperbanyak di Empat Negara

JAKARTA -- Buku yang berjudul Ilusi Negara Islam yang menceritakan tentang ekspansi gerakan Islam transnasional di Indonesia, akan diperbanyak di empat negara di dunia yakni Turki, Arab Saudi, Inggris dan Amerika Serikat.

"Saya menilai buku ini sangat bagus karena menceritakan Islam yang sebenarnya," kata C Holland Taylor, pendiri-bersama LibForAll Fundation, saat menghadiri peluncuran buka hasil editorial mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama sejumlah pimpinan Nahdatul Ulama (NU) mantan pimpinan Muhammadyah, di Jakarta, Sabtu malam.

Buku ilusi negara Islam yang merupakan hasil penelitian selama lebih dari dua tahun, mengungkap asal usul, ideologi, dana, agenda dan gerakan transnasional dan kaki tangannya di Indonesia.

Menurut Holland Taylor, buku Ilusi Islam Transnasional itu, adalah suatu ediologi Islam yang membahas tentang kehidupan Islam melalui perjuangan jihad yang diartikan bahwa Islam dengan jihad bukan merupakan kekerasan tetapi Jihad itu adalah usaha yang dilaksanakan oleh kaum muslim dengan cara yang benar tanpa melalui kekerasan.

Buku setebal 321 halaman diterbitkan PT Desantara Utama Media yang bekerja sama dengan LibForAll Fundation, sebuah lembaga non-pemerintah yang memperjuangkan terwujudnya kedamaian, kebebasan, dan toleransi di seluruh dunia yang diilhami oleh warisan tradisi dan budaya bangsa Indonesia.

Holland Taylor mengatakan, masyarakat dunia, masih banyak yang menganggap bahwa Islam itu penuh dengan kekerasan, padahal setelah dirinya mempelajari lebih dalam tentang ajaran Islam ternyata anggapan oleh sebagian orang Islam radikal maupun non Islam tidaklah begitu.

Ia mengatakan buku yang terbitkan dengan melibatkan sejumlah ulama terkemuka di Indonesia seperti, KH Ahmad Safii Maarif (mantan ketua Muhammadyah), KH Mustofa Bisri dan Azyumarrdi Azra dan Romo Franz Magnis Suseno sebagai salah satu penasihat LibForAll.

Buku tersebut menceritakan bahwa Islam sebagai "Rahmatan Lil-Alamin" itu maksudnya adalah siapa pun di seluruh dunia yang berhati baik, berkemauan baik, dan punya perhatian kuat pada usaha-usaha mewujudkan kedamaian, kebebasan dan toleransi secara kultur adalah keluarga Islam yang bersaudara.

Holland yang merupakan orang Amerika Seikat yang cukup mendalam mempelajari Islam di Tanah Air itu mengganggap bahwa dengan hadirnya buku ini, akan membuka pikiran pemabacanya yang bukan hanya umat Muslim yang beraliran keras tetapi juga bagi umat non Muslim yang mau tahu tentang kehidupan Islam yang sebenarnya.

"Islam di Indonesia, kami telah membentuk sebuah jejaring para pembuat pendapat dalam bidang agama, pendidikan, budaya populer, pemerintah, bisnis, dan media yang bekerja untuk mempertahankan budaya mereka yang mendorong toleransi antar umat beragama dalam menghadapi gelombang baru ekstremisme yang melanda seluruh dunia Muslim," katanya.

Disamping itu, dengan kerjasama usaha LibForAll di Indonesia untuk mengekspor wajah Islam yang penuh senyum, dengan menghubungkan para pemimpin Muslim "moderat" "dalam sebuah jejaring mercu suar di dalam dunia Muslim yang akan mendorong terciptanya toleransi dan kebebasan berpikir dan beribadah.

Sebagai gambaran LibForAll Foundation, sebuah lembaga nirlaba bermarkas di Indonesia dan AS yang bekerja untuk melawan ekstremisme keagamaan dan menolak penggunaan terorisme.

Peluncuran buku tentang Ilusi Negara Islam itu, juga dihadir mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno, Cawapres dari Partai Golkar Wiranto dan mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tanjung. ant/kpo(wsm/kutip/republika)


5.13.2009

Anak-anak Sekarang Dininabobokan Permainan Modern

Yogyakarta, CyberNews. Anak-anak sekarang sudah dininabobokan dengan permainan-permainan modern yang berbau IT seperti PS atau sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menonton televisi, sehingga dolanan anak-anak yang dahulu demikian populernya sudah ditinggalkan.

Akibatnya waktu untuk bermain bersama temannya berkurang. Di kota-kota besar tampaknya sekarang rumah begitu padatnya, sehingga mencari tanah lapang yang biasa untuk berkumpul anak-anak sudah tidak seperti dulu lagi.
Demikian dikatakan Ketua Panitia Lomba Dolanan Anak Kusnadi MPd, di sela-sela lomba di Stage Tejokusumo FBS. Lomba dolanan itu diikuti oleh 10 kelompok TK dilingkungan DIY.

Lebih lanjut dikatakan, pengaruh dolanan anak terhadap pendidikan, pada umumnya dolanan anak adalah sesuatu yang biasa dialami anak dalam kehidupan sehari-hari. Jadi tema-temanya adalah tema di sekitar anak-anak seperti binatang, tumbuh-tumbuhan, dan lainnya yang mereka alami sehari-hari.

Nilai-nilai pendidikan, kebersamaan, kesetiakawanan bisa diperoleh lewat dolanan anak. Yang paling menonjol adalah nilai-nilai kebersamaan. Karena dolanan-dolanan modern pada umumnya sifatnya individualisme.

''Dolanan anak seperti zaman dulu ketika rembulan datang anak-anak terus kumpul dan bermain bersama nampaknya sekarang sudah tidak mungkin. Setidak-tidaknya melalui lembaga-lembaga pendidikan, kita mencoba merevitalisasi lagi dolanan anak lewat sekolah TK atau PAUD seperti ini,'' ujarnya.


Dikatakan, di Jepang ternyata mereka mempunyai masalah yang sama dengan kita. Mainan tradisional di Jepang juga mulai ditinggalkan anak-anak. Pada umumnya di Asia Timur mempunyai dolanan-dolanan tradisional termasuk Jepang. Karena anak-anak lebih memilih permainan-permainan yang praktis yang tidak usah mencari teman kemana-mana, bisa dilakukan dirumah sendiri.

''Dolanan kaitannya dengan pengetahuan, bukan pengetahuan yang kita tonjolkan, ini adalah hal-hal yang bersifat afektif, perilaku, karena dolanan anak ini sifatnya sangat lokal dan sangat lekat dengan dunia mereka. Jadi bukan mentransfer nilai-nilai dari luar tapi inilah asli peninggalan nenek moyang yang nilainya sangat tinggi,'' lanjut dosen Pendidikan Seni Tari ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis UNY Saliman MPd, mengatakan lomba dolanan anak-anak tradisional itu diangkat kembali oleh UNY karena UNY merasa bahwa ada sesuatu yang hilang di antara kegiatan kita sehari-hari.

Akhir-akhir ini dengan perkembangan teknologi permainan dolanan anak menjadi suatu yang langka. Anak sekarang permainannya sudah tergantung pada IT seperti game atau televisi.

Dari lomba ini ada nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diangkat. Demikian juga nilai-nilai tanggung jawab, kejujuran, disiplin yang mungkin sudah hilang dari anak-anak kita.

(Bambang Unjianto /CN05)(wsm/kutip/suaramerdeka)


5.05.2009

MUI Malang Temukan Beredarnya Krupuk Rambak Babi

MUI Kota Malang menemukan beredarnya krupuk rambak dari kulit babi yang dijual bebas tanpa label di Kota Malang



Hidayatullah.com—Pernyataan ini disampaikan Sekretaris MUI Kota Malang Nidhom Hidayatulloh. Nidhom mengatakan, setelah ada laporan dari masyarakat, pihaknya kemudian menindaklanjutinya dengan mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium dan hasilnya memang benar ada krupuk rambak yang dibuat dari kulit babi.

"Mestinya dinas terkait menindaklanjutinya, karena MUI sendiri merasa sulit untuk menanganinya," kata Nidhom, dikutip situs Beritajatim, Senin (4/5/2009).

Karenanya, MUI menghimbau kepada masyarakat muslim agar waspada dan hati-hati bila membeli krupuk rambak, karena ditengarai masih banyak krupuk rambak babi yang beredar bebas di Malang.

MUI berharap ada upaya dari dinas terkait seperti dinas perindustrian dan perdagangan Kota Malang agar melakukan tindakan untuk mencegah dan menertibkan produk krupuk rambak dari kulit babi yang dijual bebas tanpa label. [bjt/www.hidayatullah.com](wsm/kutip/hidaytullah.com)


5.03.2009

DR. ADIAN HUSAINI, M.A :Tasyakur Dan Orasi Ilmiah Serta Dialog Peradaban Islam


Malang,Minggu 03 Me1 2009. Radio Mitra 97 FM bekerjasama dengan Islamic Thought And Civilization Forum (ICON-Forum) dan BEM Fak. Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, mengadakan tasyakur dan orasi ilmiah atas gelar doktor yang diperoleh Adian Husaini dari International Institute Of Islamic Thought and Civilization International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM). Mengetengahkan tema "Masa Depan Indonesia Dalam Perspektif Peradaban Islam. Bertempat di Lt.3 Ruang 25 Gedung D3 Pariwisata Fak. Ilmu Administrasi Unibraw, pukul 09.00 - 11.00 WIB.



Sementara itu di Aula PP. Hidayatullah Malang berlangsung acara dialog peradaban Islam bersama DR. ADIAN HUSAINI, M.A. dengan tema "Bahaya Pemikiran SIPILIS (Sekularisme,Pluralisme dan Liberalisme). Acara yang dimulai pukul 15.00 - 17.15 WIB ini diselenggarakan oleh DPD Hidayatullah Malang dan BMH Malang serta didukung sepenuhnya oleh Radio Mitra 97FM, Inspirasi Keluarga Anda.(wsm)


5.02.2009

Hardiknas, Ratusan Siswa Play Group Se-Kota Batu Kumpul di Yayasan Pendidikan Kristen Immanuel

BATU - Ratusan bocah dari sejak pukul 07.00 - 12.00 WIB tadi berkumpul di Yayasan Pendidikan Kristen Immanuel Kota Batu guna mengikuti rangkaian kegiatan perayaan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari ini,yang diselenggarakan oleh Himpunan Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kec. Batu.

Mereka diajak untuk melakukan seremonial upacara bendera dan dilanjutkan dengan sejumlah lomba antar Play Group dan PAUD se-kota Batu. "Ada seratus lebih siswa Play Group dan PAUD yang dihadirkan," ujar Kepala HIMPAUDI Kec. Batu Dra. Anggun Abadhany (, Sabtu (2/5/2009).

Sementara itu ketua pelaksana acara, Ibu Yayuk Hastining Rahyu, A.Ma menjelaskan kegiatan peringatan Hardiknas ini juga sebagai ajang kreatifitas bagi siswa Play Group se-Kota Batu agar siswa semakin cerdas, aktif dan kreatif. Sebagaimana tema acara ini yaitu "AKU ANAK INDONESIA CERDAS, AKTIF DAN KREATIF".

Adapun lomba yang diselenggarakan antara lain mewarna, memindah benda (geometri), memasukan bola dalam keranjang dan tendang bola kegawang. Adapun juara Harapan mewarna 1 dan 2 diaraih siswa dari Play Group Bunda Bina dan Play Group Tunas Harapan, untuk juara 1,2 dan 3 mewarnai diraih siswa dari PG. Citra Bunda, PG. Nurul Qolby dan Pg. Angrek Bulan.Serta untuk juara favorit diraih siswa dari PG. Cempaka Putih (favorit IV), PG. Teratai (fav. III) dan PG. Bina Harapan (fav. II) dan PG> Bunda Bina (fav.I).

Sementara untuk juara memasukan bola dalam keranjang diraih siswa dari PG. Sang Timur (juara I), PG. Nurul Qolbi (juara II) dan PG. Darul Ulum (juara III). Untuk juara putra tendang bola kegawang diraih siswa dari PG. Toyo merto (juara I), PG. Tunas Harapan (juara II) dan PG. Mentari , serta untuk juara putri diraih siswa dari PG. Teratai (juara I), PG. Nurul Qolbi (juara II) dan PG. Flamboyan (juara III).



Dan untuk juara putra pindah benda geometri diraih siswa dari PG. Bina Harapan (juara I), PG. Qurrota A`yun (juara II) dan PG. Hj. Maryam (juara III). Sementara untuk juara putri diraih siswa dari PG. Fathul Ilmi (juara I),PG. Citra Bunda (juara II) dan PG. Darul Ulum (juara III). (wsm)


5.01.2009

PB HMI Jagokan Hidayat Nur Wahid Jadi Cawapres


Sebagai bentuk keprihatinan atas kemerosotan peran partai politik Islam dalam pemilu legislatif 2009 lalu, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendatangi dan meminta Anggota Majelis Syuro PKS yang juga Ketua MPRRI Hidayat Nur Wahid untuk menjadi representasi sosok pemimpin Islam yang bisa membawa perubahan kepada umat Islam.

Hidayat Nur Wahid namanya disebut-sebut menjadi salah satu kandidat cawapres yang bakal mendampingi Capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Mencermati dinamika proses pembentukan koalisi akhir-akhir ini, tak satu pun dari Partai Islam yang maju mengambil inisiatif kepemimpinan bangsa. Partai Islam dapat dikatakan hanya sebagai pelangkap saja dari partai-partai sekuler-ngepop," kata Ketua Umum PB HMI Sahrul Efendi Dasopang, saat bertemu Hidayat Nur Wahid, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/4).

Ia menilai, kemerosotan perolehan suara parpol Islam itu sendiri, disebabkan perfoma elit parpol Islam yang sudah tidak mencerminkan karakteristik partai yang berazas Islam.

"Kita masih punya harapan, kita berharap ini tidak menjadi generalisir elit politik Islam, karena yang rugi umat Islam tapi juga bangsa," jelas Syahrul.

Agar hal ini tidak merembet ke krisis kepercayaan terhadap parpol Islam, lanjutnya, perlu ada sosok yang menggambarkan sosok elit politik parpol Islam yang mengedepankan keikhlasan, istiqomah, dan sederhana.

Sementara itu, Ketua Bidang Politik PB HMI Heri Setiawan mengatakan, keprihatinan yang menimpa parpol Islam ini hendaknya disadari oleh tokoh-tokoh Islam.

"Kami mengharapkan ada deklarasi bersama untuk membangun kembali kesolidan parpol Islam dengan memilih sosok yang representasi," tandasnya.

Heri berharap sosok Ketua MPRRI Hidayat Nur Wahid membawa perubahan kepada wajah perpolitikan Islam.

"Ketika Pak Hidayat dipinang SBY bisa menjadi pasangan yang solid, bisa mempropagandalan wajah Islam yang humanis, keterbukaan dan dialogis," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Hidayat Nur Wahid tidak mau terlalu dini menanggapi wacana yang berkembang. Namun, dia berharap umat Islam bisa berfikir lebih jernih dalam menentukan pilihan politiknya tidal percaya dengan fitnah.

"Saat ini ada umat mudah sekali menerima yang namanya fitnah, begitu banyak SMS yang berseliweran. Silahkan SBY memilih siapa yang akan menjadi cawapres pendampingnya dengan jernih," pungkasnya.(nov)(wsm/kutip/eramuslim.com)


3.30.2009

7 Keanehan pada Tragedi Situ Gintung !

Sebagaimana pada berbagai malapetaka lainnya, tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung beberapa hari yang lalu mendapat perhatian yang besar dari masyarakat. Apalagi, perhatian terhadap yang aneh-aneh. Perhatiannya bisa melebihi perhatian terhadap penderitaan para korban. Ya, terkadang “perhatian” masyarakat itu sendiri terlihat aneh juga. Apa sajakah keanehan yang terkait dengan tragedi Situ Gintung ini? Berikut ini informasi-informasi paling aneh yang dapat aku himpun sejauh ini.

1. Sejak 2 tahun ini masyarakat sekitar tanggul sudah khawatir, tetapi kekhawatiran itu kurang mendapat respon dari Pemerintah. Padahal pada Nopember 2008 lalu tanggul Situ Gintung pernah jebol walau belum parah. Anehnya, Pemerintah belum berbuat secukupnya untuk mengatasinya. Bahkan early warning system (sistem peringatan dini) pun belum dibuat.

2. Dikabarkan, “Detik-detik jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang, Banten, berhasil direkam”. Perhatikan! Merekam peristiwa yang menyedihkan ini dipandang sebagai prestasi alias kesuksesan alias keberhasilan. Aneh, ‘kan? Seandainya “jebolnya tanggul Situ Gitung berhasil dicegah”, bukankah ini yang lebih layak kita pandang sebagai keberhasilan? Mengapa tidak kita katakan saja, “Detik-detik jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang, Banten, telah direkam”?

3. Situ Gintung merupakan lokasi wisata. Anehnya, “pengunjung” justru membludak setelah tanggul itu rusak total dan tidak indah lagi. Ternyata, Lokasi Jebolnya Tanggul Situ Gintung Jadi Tontonan. Apakah tempat-tempat wisata kita perlu dirusak total supaya pengunjungnya ramai?

4. Pesan-pesan Politik di Situ Gintung. Ini dia beritanya:

“Bagaimana, apa sudah ada wartawan di lokasi? Kalau sudah, sembako kita bagikan saja,” ujar seorang caleg parpol berbicara di telepon seluler.

Setelah menutup telepon, caleg itu kemudian bergegas ke lokasi bencana banjir Situ Gintung dengan dibantu beberapa kader partainya.

Pada masa kampanye seperti ini kader dan partai politik sepertinya tidak mau kehilangan momen tebar pesona, bahkan di tempat bencana sekalipun.

Dengan dalih memberi bantuan untuk korban tragedi Situ Gintung, sejumlah caleg partai politik mau repot-repot memberi langsung bantuan ke keluarga korban bencana. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan posko bantuan lengkap dengan atribut partai dan nama caleg bersangkutan.

Para caleg parpol tampaknya sudah siap dengan situasi seperti ini. Mereka datang bak pahlawan yang siap menanggung bersama kesusahan orang lain.

Mereka tidak hanya sigap mendatangi korban, tetapi juga cepat mengurusi hal-hal yang kecil. Tidak butuh waktu yang lama, spanduk besar bertulisan ”Posko Bantuan Bencana Banjir Situ Gintung, Caleg Nomor …” sudah terpampang di depan posko.

5. Ikan Patin seberat kurang lebih 45 kg yang ditemukan di dekat tanggul Situ Gintung menjadi primadona dadakan. Ikan raksasa penghuni Situ Gintung itu mungkin akan dimasak dan disantap bersama-sama. Begitulah beritanya. Kemudian, seorang pembaca berkomentar: “itu sebenernya Tim SAR atau Nelayan sih? kok malah pada cari ikan semua… tim SAR yang aneh..“

6. Subhanallah “Masjid Utuh berdiri di bencana Jebol tanggul Situ Gintung“. Ini memang bisa dipandang aneh. Namun lebih aneh lagi kalau kejadian ini dipandang sebagai mukjizat dari Tuhan bagi umat Islam. Jika utuhnya itu dianggap lantaran kesucian masjid itu, maka bukankah ada bangunan lain “yang lebih suci” daripada masjid tersebut namun beberapa kali mengalami kerusakan lantaran banjir? (Yang aku maksud dengan “yang lebih suci” ini adalah Kakbah. Lihat “Sejarah Rekonstruksi Kakbah“.)

7. Menurut PosKota, tragedi Situ Gintung ini terjadi karena “Nyi Mas Melati Minta Tumbal“. Ini dia beritanya:

Di balik tragedi Situ Gintung yang menewaskan puluhan orang, banyak cerita misteri yang mengiringi danau seluas 21 Ha tersebut. Seminggu sebelum tanggul jebol, ada informasi kalau sang penunggu, Nyi Mas Melati menampakkan diri dengan berpakaian serba putih di tengah Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat.

Kejadian ini termasuk langka dan jarang terjadi terlebih setelah adanya ‘Pulau Bergeser’ di Situ Gintung tahun 1986. Saat itu, menurut Abah Nur, 76, tokoh masyarakat yang yang tinggal sejak tahun 1965, ada cerita munculnya ular besar yang berdiameter sebatang pohon kelapa.

“Setelah munculnya ular raksasa di tengah situ, tiba-tiba timbul gundukan tanah atau yang disebut sebagai pulau kecil di dalam Situ Gintung yang bergeser ke tengah-tengah setu. “Pulau itu terlihat saat air setu menyusut atau kering. Tapi kalau meluap tak terlihat sama sekali,” kata Abah Nur, Jumat (27/3).

Aroma mistik tersebut kembali muncul seminggu lalu, saat sejumlah warga yang sedang memancing sekitar Pk. 18:30 melihat munculnya sinar terang di tengah situ. Sinar itu menggambarkan wanita berparas cantik yang lebih dikenal warga sekitar sebagai Nyi Mas Melati, sang penunggu situ yang dibangun pada tahun 1933 oleh Belanda.

Anehnya, kalau memang firasat/ramalan seperti itu sudah ada sebelumnya, mengapa baru disebarluaskan setelah terjadi tragedi? Mengapa itu tidak disebarluaskan sebelumnya supaya tidak ada korban? (Selain itu, mengapa hanya firasat/ramalan yang “benar” saja yang diberitakan? Mengapa firasat/ramalan keliru tidak diberitakan?)Justify Full(wsm/kutip/kumpulan-artikel-menarik.blogspot.com)


Walhi Pertimbangkan Gugat Pemerintah soal Situ Gintung

Jakarta (ANTARA) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mempertimbangkan akan menggugat pemerintah karena lalai dalam pemeliharaan Situ Gintung yang mengakibatkan bencana jebolnya tanggul penampungan air tersebut.

"Walhi mempertimbangkan mengajukan gugatan hukum Legal Standing atau memfasilitasi warga korban melakukan gugatan `Class Action` kepada pemerintah propinsi Bnaten dan Departemen Teknis terkait," kata Juru Kampanye Air dan Pangan Walhi Eksekutif Nasional, Erwin Usman melalui pesan singkat, Minggu.

Erwin mengatakan recana gugatan kepada pemerintah tersebut karena melihat bencana Situ Gintung murni merupakan kelalaian pemerintah menerapkan UU No.23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No7/2004 tentang Sumber Dyaa Air c.q PP No.42/2008 tentang Pengelolaan Sumberdaya Air dan UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Sebelumnya, Erwin mengatakan Walhi menuntut kepada pemerintah agar membuat sistem peringatan dini (Early Warning System) kepada masyarakat di sekitar situ di wilayah Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi).

"Early Warning System segera dibenahi. Maksimal 24 jam besok sudah ada peringatan kepada masyarakat di daerah rawan," kata Erwin di Jakarta, Sabtu, mengenai solusi pasca tragedi Situ Gintung, Ciputat, Tangerang.

Pemerintah juga harus merevitalisasi sekitar 200 situ yang ada di Jabodetabek untuk menampung air hujan dari daerah yang lebih atas.

"Revitalisasi ini membutuhkan koordinasi yang cepat antara Bappenas, Departemen Keuangan selaku pemegang dana pemerintah, Departemen Pekerjaan Umum dan kepala daerah di wilayah Jabodetabek terutama situ dan bendungan yang daerah bawahnya terdapat permukiman penduduk harus segera diperbaiki oleh pemerintah," kata Erwin.

Solusi lainnya yaitu penghentian atau moratorium segala alih fungsi lahan di kawasan situ, DAS (daerah aliran sungai) dan daerah tangkapan air karena tiga daerah tersebut saling mempengaruhi.

Erwin melihat pemerintah tidak serius untuk merawat Situ Gintung terbukti dari laporan masyarakat sekitar penampungan air tersebut yang tidak ditanggapi oleh pemerintah.

"Soal perawatan Situ Gintung, pemerintah dan DPU (Departemen Pekerjaan Umum) dan pemprov Banten tak cukup cermat. Situ yang dibangun 1930 tak pernah diperbaiki cuma dilakukan semacam pengerukan di tahun 2008," katanya.

Oleh karena itu, dia melanjutkan, wajar apabila kapasitas Situ Gintung yang hanya 1,5 juta meter kubik air berpotensi jebol sangat tinggi ketika air menjadi berlebih sampai 2 juta meter kubik pada saat kejadian.

Masyarakat juga telah melaporkan luapan air yang terjadi di Situ Gintung sebelumnya yaitu dari kedalaman 2-3 meter air dan luapannya yang mencapai 5-6 meter.

Situ Gintung juga mengalami pendangkalan dan penyempitan yaitu dari luas awal 31 hektare saat ini hanya tinggal 21 hektare karena alih fungsi lahan.

"Alih fungsi disitu dengan dibangun semacam vila, restoran, kawasan ekowisata dan kawasan komersial lain yang dibangun tidak memperhatikan fungsi ekologis dan keselamatan manusia," katanya.

Alih fungsi lahan ini menunjukkan koordinasi antara Pemda Tangerang, Pemprov Banten dan Pemprov Jabar serta Jakarta buruk karena wilayah lintasan air di atas Situ Gintung meliputi DAS Ciliwung dan DAS Cisadane.

"Kondisi di hulu dikoordinasikan dengan Pemda Jabar dan Jakarta karena pemulihan daerah DAS dan tangkapan air berpengaruh terhadap hilir dan volume air yang turun," katanya.

Erwin menambahkan tragedi jebolnya Situ Gintung juga menunjukkan pemerintah tidak mempunyai sistem peringatan dini padahal masyarakat telah memberikan informasi terkait penampungan air tersebut yang airnya meluap.

"Hampir semua korban selamat mengatakan bahwa November 2008 sudah pernah terjadi air meluap tapi tidak besar seperti sekarang, dimana air meluap menggenangi rumah penduduk tapi pada skala kecil dan tidak ada korban," tambahnya.

Peristiwa jebolnya Tanggul Situ Gintung pada Jumat (27/3) dinihari sekitar pukul 04.00 WIB mengakibatkan daerah permukiman padat di sebelah utara Danau Gintung menjadi terendam, lebih 90 orang tewas, dan ratusan lainnya belum diketemukan.

Menurut pengakuan warga yang selamat, pada sekitar pukul 04.00 WIB mereka mendengar suara gemuruh dan seakan-akan terjadi gempa bumi.

Ternyata, hal itu disebabkan oleh derasnya aliran air yang menghunjam pemukiman warga akibat jebolnya tanggul tersebut.
(wsm/kutip/antaranews)


3.16.2009

Kunjungan SDIT Insan Permata Malang Ke Radio 97FM

Wasim.doc
Siswa - siswi Kelas 1 Nabi Adam SDIT Insan Permata Malang Berpose bersama di depan Radio Mitra 97FM

Sebanyak 25 siswa kelas I Nabi Adam SDIT Insan Permata Malang kunjungi Radio Mitra 97FM Kota Batu, Senin (16/3), diterima langsung oleh semua kru Mitra dipinpin oleh BP. Ahmad Yani yang mewakili General Meneger Mitra 97FM yang kebetulan berhalangan hadir,di Lantai 2 studio Mitra 97FM,Jl. Wukir No 4 Temas Kota Batu.

Rombongan tiba pukul 09.15 WIB dipimpin 2 ustadzah kelas I SDIT Insan Permata, menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan tersebut, yaitu dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran anak-anak Sekolah Dasar (SD) khususnya materi-materi yang berkenaan dengan bidang studi IT atau media komunikasi radio.Kunjungan ini dilakukan agar siswa mengetahui secara umum proses dibalik berlangsungnya siaran radio.

(wsm/mitrafm)


3.10.2009

Ikuti Teladan Nabi dalam Kehidupan Sehari-hari

JAKARTA -- Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW selama ini hanya dijadikan sebagai perayaan mengenang nabi saja. Karena itu, para ulama mengharapkan umat Islam tak hanya sekedar melakukan upacara peringatan saja tapi juga mengaplikasikan keteladanan Nabi SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Mejelis Pimpinan Badan Kerjasama Pimpinan Pondok Pesantren (BKsPPI), Didin Hafidhuddin, menegaskan pada intinya maulid nabi itu bukan hanya sekedar memperingati hari kelahiran, tapi juga bagaimana umat Islam mempelajari sejarah dan teladan Nabi. "Kita harus ikuti teladan nabi baik dalam kehidupan pribadi, masyarakat maupun negara," ujarnya kepada Republika, Senin (9/3).

Menurut Didin, ada empat sifat utama Rasulullah SAW yang harus diikuti oleh umat Islam. Pertama, Sidik yang berarti jujur. "Saat ini kita membutuhkan tokoh dan masyarakat yang jujur karena akan melahirkan kemakmuran," paparnya.

Kedua, fatonah yang berarti cerdas. Menurut Didin, masyarakat kita yang mayoritas umat Islam harus bisa memilih pemimpin yang cerdas yang berusaha meningkatkan pengetahuan. Ketiga, amanah yang berarti seorang yang profesional. "Nabi menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan kewajibannya. Dan tentu saja hal ini menimbulkan kepercayaan," ujarnya.

Teakhir, lanjut Didin, adalah sifat tablikh yang berarti menyampaikan. "Kita ini sebagai umat islam tidak boleh menyimpan kebaikan atau kebenaran sendiri, tapi harus disampaikan," tandasnya.

Didin mengatakan sifat-sifat tersebutlah yang sebaiknya diterapkan dimasyarakat. Tapi sayangnya kesadaran umat Islam akan hal itu masih minim.

"Saat ini sebagaian umat Islam ada yang memperingati maulid penuh penghayatan adapula yang hanya sekedar mengingat, tidak ada upaya untuk mempertajak makna maulid nabi itu secara substansial," jelasnya."Paling tidak kita bukan hanya mengingat pribadi Nabi SAW secara fisik tapi juga sepak terjangnya."

Hanya Pidato

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masykuri Abdillah, menurutnya maulid nabi yang berarti mengenang peristiwa kelahiran nabi harus direnungkan kembali. Tak hanya sekedar perayaan secara seremonial tapi juga diambil manfaatnya untuk membangun akhlak mulia. "Kelahiran nabi itu juga sebagai bimbingan umat Islam untuk bangkit dari kegelapan menjadi bersinar," katanya.

Peringatan kelahiran nabi ini ada dua dasar utama, pertama untuk membangun akidah dan kedua menjalankan syariahnya. "Dengan hadirnya sang Nabi, maka akhlak manusia terbangun, baik terhadap sesama maupun dengan Tuhan. Saat ini kita melihat kembali apakah yang dilakukan Nabi pada saat itu," jelasnya.

Masykuri menyayangkan saat ini sebagian umat Islam masih belum menyadari hal itu. Sebagian umat Islam belum memiliki akhlak yang baik. "Memang apa yang dilakukan Rasulullah tidak mudah terutama untuk masalah akhlak. Untuk saat ini memang banyak tantangannya," ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, turut menyatakan hal yang serupa. Menurutnya saat ini umat Islam lebih banyak melakukan upacara atau ceremonial peringatan Maulid Nabi SAW saja.

"Saat ini upacara peringatan Maulid hanya diisi pidato saja, tidak ada teladan yang kongkrit, actionnya tidak ada. Seharusnya Umat islam meneladani keteladanan Nabi, membangun akhlak mulia. Sekaligus melakukan harakatul Islah (gerakan perbaikan), baik perbaikan personal dan sosial kemasyarakatan dari segala bidang," tandasnya. -she/ahi(wsm/kutip/republika)


3.05.2009

BB POM Surabaya Belum Berani Razia Snack 'Obama Anti Teroris'

Surabaya - Meski jelas-jelas tidak mencantumkan masa kadaluwarsanya, namun Balai Besar POM Surabaya belum berani menarik snack 'Obama Anti Teroris' dari pasaran. Alasannya masih harus menanti intruksi dari pusat.

"Kita masih menunggu perintah Balai POM pusat," kata Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan BBPOM Surabaya, Dra Harlinah Samadi kepada detiksurabaya.com singkat, Kamis (5/3/2009).


Harlinah menjelaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan mengambil sampel snack Obama tersebut untuk mengetahui komposisi bahan makanan ringan yang disebut dalam kardusnya diproduksi oleh PT Karya Lancar Malang Indonesia.

"Kita akan selidiki dulu dan mengambil sampel snacknya. Kalau tentang razia, kita masih menunggu kabar dari pusat," tambah Harlinah.

Dia mengaku, saat ini pihaknya sedang dinas luar kota. Sedangkan Kepala Balai Besar POM Surabaya Sudiyanto masih berada di Padang dalam rangka rapat kerja (Raker).

Seperti diberitakan snack Obama yang kemasannya didesain cukup menarik ini menghebohkan Surabaya dan Bandung. Bungkusnya bergambar karikatur Obama dengan tangan kanan membawa bendera putih. Di tengah bendera itu ada tulisan 'Snack anti terrorist'. Sementara tangan kirinya memegang granat berwarna hijau.

Sedangkan di baliknya bergambar Obama mengenakan baju warna biru dengan tangan kanan membawa roket. Sementara data yang dihimpun detiksurabaya.com, ada versi lainnya lagi. Yaitu dengan cover bungkusan snack masih bergambar karikatur Obama.

Namun, telunjuk dan jari tengah tangan kanannya membentuk victory. Lalu ada tulisan 'Peace'. Sementara tangan kiri memegang bola dunia. Tulisan Obama berwarna kuning.

Pada bungkusan snack Obama yang 'snack anti terrorist', di bagian belakang bungkusan ada tulisan Dep.Kes.RI.No.sp.137/13.26/91. Sementara untuk snack yang bertuliskan 'peace', di bawah tulisan Obama tercantum Depkes.RI.P-irt.137/13.26/91. Di pasaran, snack tersebut dibandrol Rp 500 perbungkusnya.(wsm/kutip/detik.com)


Nuansa Agamis di Markas Polda Jatim, Polwan Ramai-ramai Berjilbab, Masjid pun Penuh Sesak

Senyum ramah tersungging di bibir tiga polisi wanita (polwan) staf sekretaris pribadi (sekpri) Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam, yang kebagian piket di gedung Tri Brata Markas Polda (Mapolda) Jatim, Rabu (4/3) siang. Penampilannya lain dari biasa. Seluruh bagian tangan dan kakinya terbalut kain seragam dinas harian warna coklat. Yang tampak tak tertutup kain hanyalah kedua telapak tangannya.

Rambut tersisir yang biasanya tampak tergerai, kini tersembunyi di balik jilbab warna coklat tua, sehingga tinggal tampak mukanya yang bening. Ya, sejak Senin (2/3) lalu, para polwan staf sekpri Kapolda mengenakan busana muslim tersebut. Perubahan penampilan ini mereka lakukan setelah mendapat angin segar dari Kapolda.

Kepada para polwan ini, Brigjen Anton mengimbau untuk mengenakan busana muslim. Busana muslim ini tidak terbatas untuk pakaian dinas harian tapi juga pakaian operasional. Untuk seragam dinas harian, jika sebelumnya bagian bawahnya memakai rok pendek di atas lutut, kini para polwan bisa menggantinya dengan rok panjang dipadu atasan panjang dan jilbab coklat tua. Sedangkan untuk pakaian operasional, roknya bisa diganti dengan celana panjang dengan paduan sama.
Ditemui usai inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah polsek, Rabu (4/3) siang, Kapolda Brigjen Pol Anton Bachrul Alam mengakui adanya imbauan tersebut.

“Inikan ajakan baik, menutup aurat. Masak ajakan ke jalan Allah ini ditolak,” ujar mantan Wakil Kepala Divisi (Wakadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri ini.

Karena sifatnya hanya imbauan, Anton tidak akan memberikan sanksi bagi polwan yang tidak berkenan mengenakan busana muslim ini. “Tentu, lama kelamaan mereka akan malu dan yang nggak pakai akan ikut juga (pakai jilbab),” kata Anton sambil tersenyum.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jatim, Kombes Pol Pudji Astuti menyambut baik imbauan kapolda ini.
Menurut Pudji, pemakaian busana muslim ini sudah sering dilakukan para polwan, tapi pada acara-acara tertentu yang menuntut melakukan itu, seperti pengamanan ibadah haji. Dengan adanya imbauan kapolda ini, para polwan yang sebenarnya ingin berjilbab menjadi terfasilitasi.

Pudji memastikan imbauan ini tak akan berbenturan dengan aturan yang ada. Apalagi, Kapolda sudah berkomitmen akan mempertanggungjawabkan kebijakannya itu ke Mabes Polri.

“Dan ini pun sudah diterapkan Bapak Kapolda saat masih menjabat Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel). Di sana semuanya berjalan dengan baik,” kata Pudji yang tidak lama lagi juga akan mengubah penampilannya, dengan mengenakan busana muslim pula.

Pudji meminta aturan ini harus disikapi dengan ikhlas dan murni karena ibadah, bukan karena takut pada Kapolda. Selain staf Sekpri Kapolda, imbauan ini juga sudah diterapkan di sejumlah polres dan polwil. Itu seperti yang terjadi di Polwil Bojonegoro pada acara penyambutan Kapolda di kota ledre itu, Selasa (3/3) lalu.

Menurut Pudji, pemakaian busana muslim ini tidak akan mengganggu tugas-tugas kepolisian ataupun mengurangi kesan tegas yang selama ini tercipta. “Malah lebih nyaman ya,” katanya.
Rasa nyaman ini juga dirasakan Bripka Ulfa, salah satu staf sekpri yang sudah mengenakan pakaian muslim. “Rasanya lebih nyaman saja sekarang,” akunya sambil tersenyum.

Imbauan pemakaian jilbab ini hanyalah salah-satu kebijakan bernuansa agamis yang dikeluarkan Kapolda sejak dua minggu menjabat di Jatim. Sebelumnya Anton juga mengeluarkan instruksi salat berjamaah di seluruh polsek, polres, polwil hingga di mapolda sendiri. Instruksi ini membuat suasana agamis semakin kental di masing-masing markas komando (mako).

Khusus di Mapolda Jatim, instruksi ini membuat Masjid Nurul Huda yang terletak di depan ruang Bidang Humas selalu dipenuhi jemaah saat salat Dzuhur dan Ashar tiba.

Jamaah perempuan yang biasanya hanya satu shaf (lajur) kini meluber hingga area luar masjid. Begitu juga dengan jamaah pria, mereka memenuhi hampir seluruh area masjid.
Usai salat, mereka tidak langsung beranjak dari tempat duduknya karena mengikuti ceramah yang disampaikan imam salat.

Saat subuh pun masjid ini tidak pernah sepi dari jamaah. Tidak kurang dari 30 polisi mengikuti salat subuh berjamaah di masjid itu. Usai salat, puluhan polisi langsung menuju ke ruang Kapolda di Gedung Tri Brata untuk melafalkan Al Quran. Setiap hari tidak kurang dari 30 juz ayat Al Quran dilafalkan di ruangan Kapolda.
Rutinitas ini juga diikuti oleh seluruh polsek, polres dan polwil se-jajaran Polda Jatim.
Memang, dua hari pasca menjabat, Kapolda langsung menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk menghidupkan kembali ibadah berjamaah di masing-masing mako. Untuk kegiatan ini, Kapolda memerintahkan kepada seluruh kapolsek, kapolres dan kapolwil yang muslim untuk memimpin langsung ibadah berjamaah itu. Jadi, kini kapolsek, kapolres atau kapolwil tidak bisa enak-enak tidur saat azan subuh berkumandang.

Tidak cukup dengan ibadah wajib, Kapolda juga meminta jajarannnya untuk menghidupkan ibadah sunah seperti melantunkan asmaul husna sehabis apel pagi. Bahkan, untuk ini Kapolda membentuk tim khusus Asmaul Husna yang dipimpin oleh Kabid Telematika Kombespol Samsul Huda. Tim ini sudah melakukan tugasnya sejak Senin (2/3) lalu.

Instruksi ini tidak hanya berlaku bagi anggota yang muslim tapi juga untuk polisi nonmuslim (Kristen, Katolik, Hindu dan Budha). Mereka diberikan ruangan khusus untuk menjalankan ibadah agama di kantornya. Dan dalam pelaksanaannya dipimpin oleh perwira menengah (pamen) yang ditunjuk seperti Dirsamapta Kombespol Drs Djoni Latuferisia, yang bertugas memimpin peribadatan umat Kristen.

Anton juga berencana safari ke berbagai pimpinan agama seperti yang telah dilakukannya di Gereja Kathedral Hati Kudus Surabaya, Minggu (1/3) lalu. Saat itu Anton menitipkan 300 polisi Katolik ke Ketua Uskup Gereja Kathedral Hati Kudus Mgr Sutikno Wicaksono untuk dibimbing agama. /MUSAHADAH, M. TAUFIK(wsm/kutip/suryaonline)


3.01.2009

PKS: Partai Komunis Sejahtera, Golkar : Golongan Kharam


Jakarta, Sumbawanews.com.- Sepak terjang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ternyata mendapat tantangan berat dari pengguna facebook (FB), dengan sedikit kreativitas pengguna FB memvisualisasikan logo PKS menjadi lambang komunis. Tidak hanya lambang, nama PKS juga dirubah menjadi Partai Komunis Sejahtera.

Kreativitas ini datang dari Muhammad Amin yang notabenenya saat ini berdomisi di Amsterdam Balanda.

Muhammad Amin mengubah sedikit bulan sabit yang mengapit bulir padi emas, menjadi dua buah celurit. Ditengah celurit diletakkan palu, sehingga logo bulan sabit berubah menjadi palu arit.

Dikotak hitam bagian atas tulisan Partai Keadilan diubah menjadi Partai Komunis, sedangkan tulisan sejahtera dibagian bawah tetap dipertahankan. Keseluruhan logo akhirnya tertulisa Partai Komunis Sejahtera (PKS).

Beberapa komentar pengguna FB lainnya juga menyemarakkan sentilan PKS ini, “lolos verifikasi ga nih??? kalo lolos, saya nyoblos partai ini aja ... hehe” tulis Rizal Najjara.

Pandangan lebih keras datang dari Anto Sangaji dengan komentar “hanya PKS yang mewarisi tradisi PKI sbg partai modern, dgn struktur organisasi, program, pendidikan dan pengkaderan yng jelas. itu maksudnya toh bung Amin? he3x”

Dari profile yang tercantum di FB, Muhammad Amin merupakan aktivis yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda dengan jabatan sebagai kordinator adik asuh belanda dan saat ini berdomisili di Belanda. (sn01)

Kalau yang ini, kita jelas lebih kenal sejak awal. Karena bayangan yang dimainkan Amin ingin membawa gambaran kita pada Partainya Orde Baru, Golkar.

Hmm… mas amin ini memang ada aja. Ia kemudian menafsirkan hasil olah piker nakalnya itu.

“Keterangan gambar: sebelah kiri adalah magic mushroom, tengah adalah ganja, dan kanan opium. Begitulah efek Golkhar terhadap bangsa Indonesia…..;-))),” tulisanya.

Selamat berkomentar, bermarah-marahan bagi yang tersinggung, ngakak bagi yang tersentuh syaraf ketawanya, dan berapologi bagi yang mendukung serta membelanya. Saya tidak ingin bicara banyak, silakan anda tafsirkan sendiri.(wsm/kutip/)


BMH : Menikahkan Masal 70 Pasangan Mualaf Tengger Senduro


Lumajang - Sebanyak 70 pasangan mualaf Suku Tengger, Seduro, Lumajang menikah secara massal. Nikah massal ini melibatkan 10 orang penghulu dari KUA Kecamatan Senduro dan Hidayahtullah.

Kegiatan ini sendiri diprakarsai oleh BMH (Baitul Mal Hidayatullah) bersama Pemkab Lumajang di Masjid Nurul Huda, Desa Tempuran Kecamatan Senduro, Minggu (1/3/2009).

Rata-rata pasangan calon suami istri ini sebelumnya telah menikah dengan ritual agama Hindu. Bahkan dalam pernikahannya mereka tidak terdaftar di cacatan sipil maupun KUA setempat.

"Mereka ini dinikahkan karena sudah berganti agama sejak Mei 2007 lalu," kata Samsudin, Direktur BMH Suarbaya.

Dalam nikah massal ini menurut Samsudin, untuk membentuk keluarga yang Islami dan SAMARA (sakinah, mawaddah dan warahmah) . Sehingga dalam keluarga mereka di rihdoi Allaw SWT.

Pada nikah massal ini pihak Hidayatullah juga menyediakan pakaian pengantin dan mahar berupa seperangkat alat shalat serta Al-Quran. "Jadi mereka tinggal ijab Qobul saja," ujar Samsudin.

Di Masjid Nurul Huda tempat prosesi Ijan Qobul, pasangan pengantin ini terlebih dulu dirias oleh para pengurus BMH. Bahkan ada sejumlah pasangan pengantin yang membawa serta anak dan kerabatnya.

Pasangan pengantin ini datang dari Desa Ranupane, Wonocepoko Ayu, Burno, Kandang Tempus, Argosari, Kandangan, Bedayu Talang, Panda Sari dan Geddog.

"Pokoknya bagi mualaf yang baru nantinya akan langsung dinikahan serta dibiayai dari Hudayahtullah," ungkap Samsudin.

Silahkan klik DI SINI untuk melihat foto - foto yang lainnya.(wsm/mitrafm)


2.28.2009

Mualaf Tengger Nikah Massal di Senduro

Surabaya - BMH (Baitul Maal Hidayatullah) bersama Pemkab Lumajang akan menggelar nikah massal untuk mualaf asal pegunungan Tengger di Pasar Agropolitan, Senduro, Lumajang, Minggu (1/3/2009) besok.

Nikah massal ini diikuti 70 pasang calon suami istri untuk membentuk keluarga Islami. Saat pelaksanaan, akan hadir 35 penghulu yang menikahkan warga Tengger tersebut. Mereka pun akan dirias secara massal. Untuk menuju ke tempat prosesi pernikahan, calon pengantin diarak diiringi rebana.

Mereka yang dinikahkan ini sebenarnya telah menjadi suami istri. Mereka dinikahkan ulang berkaitan dengan bergantinya keyakinan mereka menjadi Islam sejak Mei 2007 lalu.

Saat itu, 227 warga Desa Wonocempoko Ayu, Argosari dan Burno di Kecamatan Senduro, Lumajang, mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan pemuka-pemuka agama dan pejabat kecamatan di Senduro. Termasuk para ustadz dari Pesantren Hidayatullah Lumajang.

Tujuan lain acara ini, agar mualaf Tengger� hidup lebih bersih dan sehat. "Gedang sing dikonceki luweh enak timbang gedang sing ora dikonceki (pisang yang dikupas kulitnya lebih nikmat dari pada pisang yang tidak dikupas kulitnya)," kata Ust Ali Farqu, salah satu dai Hidayatullah, sekaligus ketua panitia sunatan massal, Sabtu (28/2/2009).

Selain nikah massal, sebelumnya juga digelar khitanan massal yang diikuti 20 peserta. Usianya mulai 6 tahun hingga 60 tahun. Salah satunya Sunarsan, seorang kakek berusia (60). Sebenarnya sudah lama dia masuk Islam namun belum dikhitan.

Dalam pelaksanaannya kakek ini sempat menangis merasa sakit saat disuntik. Namun saat sudah selesai, dia tersenyum lebar dan berterima kasih kepada BMH. Di masa mendatang BMH akan membantu membangun tempat ibadah di setiap dusun.

Hal ini disebabkan geografis Senduro yang berwujud pegunungan, membuat para mualaf kesulitan mencapai tempat ibadah yang terpusat di tempat tertentu. Program keagamaan yang telah dilakukan, meningkatkan kualitas keagamaan para mualaf dengan mengirim guru-guru agama.

Dalam jangka panjang, akan didirikan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) formal, mulai dari Raudatul Athfal (RA), SD, SMP, dan SMA Integral. Tujuan pendirian LPI ini untuk peningkatan sadar berpendidikan warga Tengger serta membantu program pemerintah dalam mengentaskan buta huruf.(wsm/kutip/detik)


2.26.2009

Gereja Adven Berjanji tidak Ganggu Muslim Garut

GARUT -- Kalangan pengikuti Gereja Adven Masehi Hari Ketujuh berjanji untuk tidak lagi "mengganggu" kalangan Umat Muslim di daerah pedesaan Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan gerakan misionaris atau pemurtadan. Janji tidak mengulang pemurtadan Umat Islam itu tersebut dituangkan dalam perjanjian bersama masing-masing ditandatangi antara Pdt Oliver Tambunan dan Ketua Forum Penyelamat Aqidah Islam Garut, Asep Lukman di ruang rapat DPRD Garut, Senin.

Pertemuan dan penandatangan perjanjian kedua pihak yang sempat bersitegang itu difasilitasi DPRD Garut turut disaksikan Kepala Kandepag Garut Firdaus, Sekum MUI Garut Undang Hidayat dan Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Garut Djudju Nuzuluddin.Pihak Gereja Advent mengaku kesalahan atas gerakan misionaris terhadap masyarakat Kadungora khususnya dan masyarakat Garut pada umumnya.

Atas kesalahan tersebut, pihak Gereja Adven akan menyampaikan permohonan maaf kepada Umat Islam secara terbuka melalui media massa paling lambat dua hari sejak tanggal kesepakatan dibuat.Pihak gereja juga akan menyampaikan data jumlah masyarakat Muslim di Kabupaten Garut yang telah pindah agama menganut Kristen Advent, untuk dikembalikan pada Aqidah Islam.

Selanjutnya pihak Gereja Adven tidak lagi melakukan gerakan misionaris atau pemurtadan atau mempengaruhi terhadap Umat Muslim untuk berpindah agama.Apabila masih ada Umat Muslim yang meminta bimbingan rohani kepada kalangan Kristen Adven, akan diarahkan kepada MUI Garut. Sebaliknya pihak Gereja Adven minta bila ada umat mereka yang minta bimbingan Aqidah Muslim agar disalurkan kepada pihak gereja.

Apabila melanggar kesepakatan ini, maka kami pihak Nasrani Masehi Advent Hri Ketujuh bersedia keluar dari wilayah perjanjian, sanksi ini berlaku sampai ada ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur.Pernyataan di dalam perjanjian ini sekaligus untuk menjawab apabila ada pihak lain mempertanyakan hal yang sama, demikian surat perjanjian ini dibuat dengan sebenarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun untuk ditaati oleh semua pihak, katanya.

Sebelumnya Forum Penyelamat Aqidah Umat melaksanakan audensi dengan Komisi D yang membidangi agama diketuai Bunyamin, LC dengan tuntutan Forum agar pihak Gereja Masehi Hari Ketujuh mengembalikan Umat Islam yang telah pindah agama dari agama Kristen ke agama Islam.

Tidak akan melakukan penyebaran agama kembali serta menuntut pihak Gereja masehi memohon maap kepada Umat Islam atas peristiwa yang telah terjadi, baik secara lisan dan tulisan di berbagai media.Selama adanya audensi serta kesepakatan perjanjian tersebut, berlangsung kondusif antara lain dihadiri Kepala Bagian Agama Sosial dan Kesra Setda Garut, Rahmat Widjaya.ant/kpo
(wsm/kutip/republika)


2.25.2009

KUNJUNGAN TK ISLAM TERPADU YA BUNAYYA PUJON KE RADIO MITRA 97 FM


Sekitar 85 anak TK Islam Islam Terpadu Ya Bunayya Pujon berkunjung ke Radio Mitra 97FM, Rabu (25/02/2009) pukul 13.30 WIB. Walaupun hujan deras mengiringi kedatangannya, mereka tetap ceria dan semangat.

Kedatangan siswa TK Islam Terpadu Ya Bunayya Pujon Malang dipimpin langsung Kepala Sekolah, Imro`atul Istikowati, S.Pd bersama guru dan beberapa orangtua siswa. Mereka mengenakan pakaian perpaduan biru dan kuning. Siswa perempuan tampak manis mengenakan kerudung corak senada dengan pakaian yang mereka kenakan.
“ Sehubungan dengan kunjungan ini, kami ingin memperkenalkan pada siswa bagaimana sih kesibukan atau aktifitas di radio itu,dengan tujuan sebagai kegiatan penunjang tema pembelajaran alat komunikasi di TK Islam Terpadu Ya Bunayya Pujon” Demikian dikatakan Ustd. Imro`atul Istikowati, S.Pd. Kepala TKIT Ya Bunayya.

Pambudi Utomo, SS (GM. Mitra97FM) Saat menerima kunjungan TKIT Ya Bunayya Pujon Malang

Kedatangan siswa TK Islam dibawah Lembaga Pendidikan Islam Nurul Haromain tersebut disambut General Manager Radio Mitra 97FM, Pambudi Utomo, SS bersama beberapa kru yang lainnya di ruang studio Mitra 97FM lantai 2 Jl. Wukir No 4 Temas Kota Batu. Mereka berbaris berbanjar mendengarkan uraian dari Pak. Budi.”Assalamu`alaikum anak – anak, selamat datang diradio Mitra 97FM, perkenalkan nama saya Pambudi Utomo dan sebelah saya Hery dan …………….” Lanjut belio. Tak hanya itu, pada kesempatan itu beliau juga menjelaskan apa saja yang ada distudio, misal ruang On Air, ruang produksi, ruang pemancar dan lain – lainya. Tak semua siswa bisa berdiri diam. Beberapa siswa malah ada yang ngobrol atau mengamati sekeliling mereka. Tentu saja hal ini membuat sibuk para guru. Kemudian, mereka diam kembali dan memperhatikan penjelasan dari Pak . budi .

Om Diaz bernyanyi bersama siswa TKIT Ya Bunayya di ruang siar (On Air)

Setelah itu mereka bergantian masuk ke ruang siar, di pandu penyiar Diaz dan Harits , mereka dengan semangat mendengarkan semua apa yang dipaparkannya. Beliau menyebutkan semua perangkat dan kegunaan yang ada diruang On Air. Misal Komputer,Mixer, headphone dan mic. Ketika siswa ditanya “siapa yang mau jadi penyiar dan menyanyi”, “saya, saya…” sahut siswa laki – laki dengan penuh semangat. Sementara siswa perempuan masih malu – malu. Pada kesempatan ini mereka menyanyikan berbagai lagu diantaranya lagu berjudul Bapak Polisi, Pergi Tamasya dll.

Siswa TKIT Ya Bunayya saat recording di pandu Om Hery di ruang Produksi

Sementara di ruang Produksi siswa yang dipandu oleh kru Mitra 97FM, Hery Purnomo. Dengan antusias siswa mendengarkan penjelasan beliau. “sekarang kita ada diruang produksi, diruangan ini adalah tempat untuk rekaman, misal rekaman spot iklan, jingle, editing lagu dll. Ada yang mau rekaman nyanyi dan berdoa…?” papar Om Hery…..dengan senang hati anak – anak imut ini membaca doa dan shalawat serta menyanyi. Ketika hasil rekaman diperdengarkan kepada mereka, dengan wajah berbinar mereka bersorak dan tepuk tangan kegirangan.

Siswa TKIT Ya Bunayya saat mengamati perangkat pemancar

Kemudian mereka ke ruang pemancar untuk mendengarkan penjelasan dari salah satu teksnisi, Yusuf Efendy tentang alat – alat dan kegunaan dari pemancar .“ Anak – anak sekarang kita ada diruang pemancar, alat – alat yang ada disini gunanya untuk memancarkan segala aktifitas yang ada diruang siar” demikian lanjut lulusan ITS tersebut.

Perwakilan siswa memberikan bingkisan ke Radio Mitra yang diterima langsung oleh Pak. Budi

Menjelang Adzan Asyar waktu Kota Batu dan sekitarnya berakhirlah semua rangakian kenjungan mereka TK Islam Terpadu Ya Bunayya Pujon ,sebelum pamit, dua siswa menyerahkan bingkisan kepada General Manager Mitra 97FM, Pambudi Utomo, SS.
*Kami segenap kru Mitra 97FM mengucapkan terimakasih kepada TKIT Ya Bunayya atas kunjungannya, dan tak lupa mohon maaf yang sebesar – besarnya apabila ada yang kurang berkenan dengan sambutan kami, semoga bermanfaat.

Foto - foto yang lainnya kli DI SINI(wsm/mitra97fm)


2.22.2009

Seminar Sehari “Be The Great Parents” Bersama Ust. Fauzil Adhim & dr. Martina Sylviarini SW. S.Ked

Ust. Fauzil Adhim Pakar Parenting dan konsultan keluarga


Malang, Minggu (22/02/2009). Sekitar kurang lebih 100an orang tua dan guru hari ini dengan seksama mendengarkan paparan dari Ust. M. Fauzil Adhim (Trainer, Pakar Parenting dari Jogja) dan dr. Martina Sylviarini SW. S.Ked (Owner Rumah Cerdas dan Trainer), pada seminar sehari dengan tema “Be The Great Parents” Rahasia mendidik anak agar sukses, bahagia dunia & akherat yang berlangsung di Gedung PPI Univ. Brawijaya Malang, pukul 08.00 – 14.00 WIB.

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara Rumah Cerdas Malang House for children,Lagziz MRP UB, BNI Syariah, Mazida Collection,Eramedia Islam,Penerbit Erlangga, Rumah Makang Kali Urang,Supermaket Buku Senayan dan didukung Radio Mitra 97 FM.

dr. Martina Sylviarini SW. S.Ked busana dan berkerudung hitam(Owner Rumah Cerdas Malang, Tainer)


Seminar ini berlangsung dua sesi. Yang mana pada sesi pertama (pukul : 08.00 – 11.15 WIB) peserta semianar mendengarkan paparan dari dr. Vivi demikian sapaan bagi Owner Rumah Cerdas ini. “Karena anak adalah investasi dunia akherat, maka peran orang tua dan guru sangat besar dalam menghantarkan atau mendidik mereka agar menjadi anak – anak yang sholeh,cerdas dan sukses bahagia dunia dan akheratnya”, papar Nara Sumber acara “Bincang Wanita dan Keluarga” setiap hari Jumat Pukul : 09.00 – 11.30 WIB di Saluran Inspirasi Keluarga Anda, Mitra 97 FM.

Sedangkan pada pukul 12.45 – 14.00 WIB atau pada sesi kedua ini, peserta begitu antusias mendengarkan paparan dari pakar parenting dan konsultan keluarga Ust. M. Fauzil Adhim yang begitu tegas dan lugas serta mudah dimengerti. Peserta kadang juga tertawa mendengar pemaparan belio yang dibalut dengan kalimat – kalimat humornya.

Ust. Moh. Fauzil Adhim beserta istri Berpose bersama peserta seminar


“Tidak perlu guru – guru itu ikut pelatihan atau seminar kalau hanya diniati untuk mengejar sertifikat demi untuk sarat sertifikasi. Maka rugilah hidup mereka, karena ladang ibadah seorang guru sebagian besar adalah disekolah. Maka mari luruskan niat kita (para guru) hanya mengharap ridha Allah SWT. Barang yang sudah pasti jangan dikejar – kejar, oleh karenanya apabila guru – guru dengan penuh semangat dan keikhlasan serta penuh kesabaran dalam mendidik murid – muridnya, maka harta ,pangkat dan derajat akan datang sendiri. Barang siapa menolong Agama Allah, niscaya Allah akan menolong mereka”, demikian lanjut Narasumber “Positive Parenting” setiap Kamis Pukul : 19.00 – 21.00 WIB di Radio Mitra 97FM.

Pada kesempatan ini Ust. Fauzil Adhim juga mempersilahkan bagi para peserta yang belum sempat bertanya bisa mengunjungi blog belio di www.kupinang.co.cc dan www.sekolah-laris.co.cc atau melalui email : inspirasi97@gmail.com. Bisa juga mendengarkan Radio Mitra 97 FM setiap hari Kamis Pukul 19.00 – 21 WIB.
Dua dari kanan peserta dari Sulawesi dan satu paling kiri peserta dari Aceh

Selain diikuti oleh orang tua dan guru dari Malang Raya, Kota Batu, Nganjuk dan dari daerah – daerah lain diwilayah Jawa Timur. Seminar kali ini juga diikuti tiga peserta dari luar pulau, yaitu dua peserta dari Sulawesi dan satu peserta dari Banda Aceh. Yang kebetulan mereka lagi menempuh pendidikan S2 di Unibraw dan UM.

Untuk melihat foto - foto yang lain silahkan klik DI SINI(wsm/mitra97fm)