Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

8.21.2008

Merajut Cinta

Termenung diri ini semalam, Dalam sujudku di hadapanMu
Terkenang masa kecil dahulu, Berbalut cinta kasih dan sayang
Seakan dunia tiada berduka, Menemani hari hatiku ini
Namun semua kini telah berlalu, Kan terbungkus selalu dalam kenangku…....



Masa kecil adalah sebuah masa yang penuh dengan kenangan. Kenangan manis dan pahit. Penuh dengan proses pembelajaran. Saat saya mendengarkan lirik nasyid maidany ini kembali, saya menjadi teringat dengan masa kecil dahulu. Penuh dengan kejutan dari Allah swt. Bahkan hal yang paling pahit sekalipun menjadi indah saat mengingatnya kembali. Ternyata Allah memiliki skenario tersendiri pada setiap jiwa makhlukNya.

Indah suasana di waktu itu, Kala bersama dalam ukhuwah
Merajut cinta yang lama terpisah, Dalam sentuhan hati yang belum ternoda...

Anda mungkin masih ingat dengan saat-saat bersama dengan keluarga. Dengan adik-adik kita, dengan kakak, bahkan orang tua. Kala itu, hati ini belum ternoda. Jiwa seorang anak yang masih polos, yang hanya tahu bahwa ia masih memiliki orang yang senantiasa menjadi tempatnya bergantung. Di kala itu pula, masih kita rasakan manisnya persaudaraan dengan saudara-saudara senasab kita. Pertengkaran, canda dan tawa, semua begitu manis terasa saat kita mengingatnya kembali.

Ingin kurasakan manisnya iman, saat jiwa ini bersama denganmu
Ingin kurasakan indahnya ukhuwah, Saat diri ini bertemu denganmu...

Saudara sedarah memiliki hubungan persaudaraan yang begitu dekat dengan diri kita. Namun terkadang saudara sedarah pun bisa menjadi musuh bagi diri kita. Teringat akan kisah nabi Yusuf as, ketika ia berusaha disingkirkan oleh saudara kandungnya sendiri. Ternyata, ikatan darah tidak menjamin sebuah ikatan persaudaraan yang kuat. Betapa indahnya jika ikatan itu dibalut dengan ikatan iman, ikatan ukhuwah islamiyah.
Anda juga mungkin masih teringat akan hal-hal yang pernah terjadi dalam kehidupan masa kecil dahulu. Jika kita mengingatnya kembali, walau itu pahit, ia akan dapat memunculkan semangat kembali. Walau mereka yang kita cintai telah pergi mendahului kita, orang yang kita kasihi telah memenuhi janjinya pada Rabbnya, namun yakinlah bahwa semua itu adalah sebuah skenario terbaik yang Allah siapkan untuk diri kita. Bagi mereka yang sedang bermasalah dengan saudaranya, mari kita satukan kembali puing-puing yang telah berserakan itu. Manisnya persaudaraan karena Allah, apalagi dengan saudara sedarah kita, akan menghadirkan sebuah kekuatan cinta yang mampu meluluhkan keegoisan, meluluhkan seluruh keburukan yang ada padanya.

Jangan pernah lupakan masa kecil dulu.....
Jadikanlah kenangan di dalam hidupmu....

Kenangan itu akan selalu hadir dalam ingatan kita selagi kita masih memiliki nafas di dunia ini. Jangan pernah lupakan kenangan itu walau ia teramat pahit dan getir. Kelak suatu saat kita akan bercerita kepada anak cucu kita, bahwa kita punya perjalanan hidup yang begitu indah. Menjadikan kenangan sebagai sebuah proses belajar.
Merajut cinta bukanlah hal yang mudah, namun ia akan menjadi mudah saat kita mengikhlaskan segalanya untuk memulai dari awal. Mempersiapkan benang-benang cinta yang penuh warna, mempersiapkan jarum ukhuwah yang akan mengarahkan benang itu membentuk sebuah rajutan cinta yang kelak akan kita persembahkan untuk saudara dan orang-orang yang kita cintai.


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda