Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

12.30.2008

Ikutilah Pawai Akbar Muharram 1430 H, Serentak di Berbagai Kota Besar



Ikutilah Pawai Akbar Muharram 1430 H, Serentak di Berbagai Kota Besar

Krisis datang lagi…!!! Dan akan terus berulang…
Stop berharap pada Kapitalisme
Saatnya perubahan total!!!
Menuju Indonesia Lebih Baik

WAHAI KAUM MUSLIMIN
KAPITALISME TENGAH SEKARAT, KINI SAATNYA KITA
HIJRAH DARI SISTEM KAPITALIS MENUJU SISTEM ISLAM

Sistem Islamlah yang difardhukan oleh Allah semesta alam, yang Maha Tahu apa yang baik untuk seluruh makhluk-Nya. Allah berfirman:

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maaidah: 50)


Ikutilah
Pawai Akbar Muharram 1430 H
Seruan Hijrah,
Tinggalkan Sekularisme - Kapitalisme
Menuju Islam

Ahad, 4 Januari 2009

Serentak di Berbagai Kota Besar
di Indonesia

Tausiyah Seruan dari Para Ulama’, Habaib, Tokoh Nasional
KH. Amarullah Ahmad
Ust. H. Fikri Bareno
KH. Mahmud Yunus
KH. Fadloli El Muhir
dr. Joserizal Jurnalis
Ust. H. Mashadi
Ir. Abdullah Sodiq
Ust. Jefri Al-Bukhori
KH. Syukron Makmun
Ust. H. Amli Wazir
Ir. Rahmat Kurnia, M.Si.
Ust. Farid Wajdi
Ust. Abu Ulya
Ust. Anwar Abbas
Ir. Ahmad Daryoko
Dr. Drajat Wibowo
Deni Daruri, SE.Ak
Khusus Jakarta
Start di MONAS
Pukul 08.00 WIB

Contact Person: Budi (Jakarta) 08159785498, Rosyid (Kota Bogor) 0817103813, Harun (Kab. Bogor) 08568833057, Luthfi (Kota Bandung) 081320752553, Dadan (Kab. Bandung-Sumedang) 08122300699, Swaji (Banten Barat) 08170969411, Dedi (Tanggerang) 081382168878

Surabaya, Jawa Timur:
Jam 08.00 - 12.00 WIB
Dari Grahadi ke Taman Bungkul Surabaya
(wsm/ktp/hti)


12.29.2008

SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARAM 1430 H

Sebuah Kado sederhana menyambut Tahun baru 1430 H

Diluar rasa gemas terhadap seringnya terjadi perbedaan dalam penetapan awal puasa maupun lebaran di negeri ini, sebenarnya sistem penanggalan Hijriyah mengandung banyak manfaat besar bagi umat Islam. Baik dari segi pelaksanaan peribadatan seperti Puasa, Haji beserta 2 Hari Raya yang menyertainya, maupun dari sisi lain yakni isyarat-isyarat sumir serta berbagai makna simbolik yang bisa digali dari kedalaman kandungan maknanya.

Setiap tahun rata-rata kalender Hijriyah maju 11 hari dibandingkan kalender Masehi. Dengan perhitungan kasar maka 32 tahun Masehi adalah setara dengan 33 tahun Hijriyah. Mengingat bahwa musim-musim yang ada di muka bumi erat kaitannya dengan sistem penanggalan matahari, maka dalam rentang 32 tahun itu kita bisa merasakan ibadah-ibadah maupun perayaan-perayaan tersebut dalam berbagai musim (kecuali haji yang terbatas kuotanya). Sebagai contoh; Andaikan anda tinggal di negara dengan 4 musim. Dalam rentang 32 tahun, anda akan mendapatkan jatah 8 tahun berturut-turut melaksanakan puasa atau haji pada musim tertentu yang berbeda dari 3 musim yang lain. Dan tahukah anda, bahwa di dalam al-Qur'an kata yang diterjemahkan sebagai matahari itu, yang berasal dari akar{syin, mim, sin} hadir 32 kali dalam bentuk as-syams dan 1 kali dalam bentuk syamsan sehingga berjumlah 33 kali? Subhanallah.Diluar rasa gemas terhadap seringnya terjadi perbedaan dalam penetapan awal puasa maupun lebaran di negeri ini, sebenarnya sistem penanggalan Hijriyah mengandung banyak manfaat besar bagi umat Islam. Baik dari segi pelaksanaan peribadatan seperti Puasa, Haji beserta 2 Hari Raya yang menyertainya, maupun dari sisi lain yakni isyarat-isyarat sumir serta berbagai makna simbolik yang bisa digali dari kedalaman kandungan maknanya.

Setiap tahun rata-rata kalender Hijriyah maju 11 hari dibandingkan kalender Masehi. Dengan perhitungan kasar maka 32 tahun Masehi adalah setara dengan 33 tahun Hijriyah. Mengingat bahwa musim-musim yang ada di muka bumi erat kaitannya dengan sistem penanggalan matahari, maka dalam rentang 32 tahun itu kita bisa merasakan ibadah-ibadah maupun perayaan-perayaan tersebut dalam berbagai musim (kecuali haji yang terbatas kuotanya). Sebagai contoh; Andaikan anda tinggal di negara dengan 4 musim. Dalam rentang 32 tahun, anda akan mendapatkan jatah 8 tahun berturut-turut melaksanakan puasa atau haji pada musim tertentu yang berbeda dari 3 musim yang lain. Dan tahukah anda, bahwa di dalam al-Qur'an kata yang diterjemahkan sebagai matahari itu, yang berasal dari akar{syin, mim, sin} hadir 32 kali dalam bentuk as-syams dan 1 kali dalam bentuk syamsan sehingga berjumlah 33 kali? Subhanallah.

Seandainya ibadah seperti puasa dilaksanakan berdasarkan kalender matahari, maka tentu akan banyak yang merasa dirugikan atau diuntungkan. Tergantung pada posisi daerahnya di muka bumi, maka akan ada yang merasa dirugikan karena pelaksanaan puasa hanya jatuh di musim panas / kering saja yang siangnya lebih panjang. Adapula daerah lain mungkin lebih diuntungkan karena jatuhnya kewajiban itu di musim dingin yang siangnya relatif lebih pendek. Maka penetapan memakaikan standar penanggalan bulan itu, yang bergeser maju 11 hari setiap tahunnya, memberikan sebentuk keadilan, pergiliran berat dan ringan. Semua pernah dan akan pernah merasakan berbagai kesulitan maupun kemudahan yang serupa, dari berbagai musim yang berbeda. Subhanallah.

Dengan pengecualian adanya manusia2 yang berumur pendek ataupun sebaliknya sangat panjang. Secara umum umur manusia berada pada rentang 50-70 tahun. Artinya secara rata-rata manusia merasakan dua siklus 32 tahunan bulan-matahari dalam rentang usia hidupnya. Merasakan dua kali rentang 8 tahun berturut-turut melaksanakan ibadah pada musim yang sama, berat maupun ringan. Masyaallah. Bukankah ini berarti hidup itu adalah kesempatan kedua? Memperbaiki kesalahan atau sekurang-kurangnya kegagapan masa lalu. Mengulang kembali setting yang sama dengan kesadaran yang lebih tinggi serta persiapan yang lebih matang. Bahkan gigipun adalah gigi susu terlebih dahulu. Sehingga ketika mendapatkan gigi yang baru, yang lebih kuat serta berakar dalam, mampu memetik pelajaran dari pengalaman buruk, kegagalan masa lalu. Sadar serta mampu menjaganya supaya tetap fungsional selama dibutuhkan. Subhanallah.

Usia 32 tahun (Syamsiah) atau 33 tahun (Qamariyah) adalah usia kelahiran kembali. Usia mulainya siklus kedua. Bahkan Nabi SAW sendiri yang diangkat menjadi rasul di usia yang ke-40 mulai mendapatkan mimpi-mimpi yang benar semenjak 7 tahun menjelang kerasulannya. Doesn't it ring a bell? Secara pengalaman kita mafhum, bahwa usia 7 tahunan adalah usia mulai mempunyai kesadaran diri. Mulai dikenalkan pada kewajiban agama, identik dengan usia 40 tahun dalam siklus kedua. Ada sebuah ujaran yang sangat terkenal, life begin at fourthy. Cukup bermakna barangkali. Apalagi ada ayat-ayat yang berbicara mengenai manusia di titik kritis hidupnya itu di usia yang ke-40 itu; (Q:46:15-19). Ia dipersimpangan, memilih antara 2 jalan, ketundukan atau kekafiran kepada Allah. Kontemplasi dari semua bentuk pengalaman dan ide yang pernah menyinggahi dirinya.

Diakui bahwa Nabi Ibrahim as. telah melakukan kontemplasi serupa di usia yang jauh lebih muda. Sementara Nabi Muhammad SAW baru mengadakan kontemplasi serius menjelang mendekati masa kerasulannya di gua Hira'. Tapi Nabi Ibrahim as. yang mestinya telah menjadi syuhada di masa mudanya itu, tidak diijinkan untuk berangkat terburu-buru. Allah menyelamatkannya dengan mukjizat tidak terpanggang api. Tugas beliau belum selesai, yakni untuk mengajak lebih banyak manusia lain ke jalan Allah. Meskipun pada akhirnya tidak banyak yang jadi pengikutnya, namun pesannya cukup jelas. Bahwa agama itu pada titik puncaknya adalah bukan jumlah pengikut, melainkan telah disampaikan dengan terang dan cara-cara yang baik serta dewasa kepada manusia yang berhak menerimanya. Namun pada akhirnya, Allah hendak menjadikan Islam itu sebagai agama yang besar. Untuk seluruh umat manusia, tak kan ada lagi utusan baru setelah itu. Maka, tidak sembarang manusia bakal mampu memikul tugas maha berat tersebut. Itulah barangkali alasan kenapa Nabi Muhammad saw diangkat menjadi Rasul setelah beliau matang terlebih dahulu ditempa kehidupan. Membuktikan dirinya sebagai pribadi yang mulia, al-Amin. Beliau junjungan kita, Baginda Rasulullah saw, rahmatan li al-`alamin. Salaamun `alaik ya Rasulallah. Salaamun `alaik.

Saudaraku.... rahimakumullah...

Tahun ini, Tahun Baru 1430 Hijriyah akan hadir sekitar tanggal 29 Desember 2008. Beberapa hari lebih awal daripada Tahun Baru 2009 Masehi. Tanpa ikut-ikutan latah mengadakan perayaan-perayaan fisik sampai pagi hari seperti perayaan Tahun Baru masehi itu, mari kita ambil semangatnya, perayaan spiritual atas pertambahan umur dan pendalaman makna. Semestinya kita yang mendasarkan ritual pada penanggalan bulan yang setahunnya lebih singkat 11 hari daripada penanggalan matahari, bisa berpacu sedikit lebih cepat. Kita mulai dengan semangat baru simbolik tahun 1430 H ini yang lebih awal beberapa hari dari tahun 2009 M. Dalam race yang sangat kompetitif di muka bumi ini, beda pemenang dan yang kalah hanyalah beda yang sangat tipis sepersekian detik. Tapi perbedaan yang kecil itu berdampak besar. Dan jatuhnya waktu kewajiban ibadah di musim-musim yang berbeda juga mengisyaratkan, seharusnya kita tak bergantung pada musim serta kondisi tertentu. Semua bergulir, bergilir, disaat lapang maupun sulit, nyalakan api semangat yang sama.

Seandainya ibadah seperti puasa dilaksanakan berdasarkan kalender matahari, maka tentu akan banyak yang merasa dirugikan atau diuntungkan. Tergantung pada posisi daerahnya di muka bumi, maka akan ada yang merasa dirugikan karena pelaksanaan puasa hanya jatuh di musim panas / kering saja yang siangnya lebih panjang. Adapula daerah lain mungkin lebih diuntungkan karena jatuhnya kewajiban itu di musim dingin yang siangnya relatif lebih pendek. Maka penetapan memakaikan standar penanggalan bulan itu, yang bergeser maju 11 hari setiap tahunnya, memberikan sebentuk keadilan, pergiliran berat dan ringan. Semua pernah dan akan pernah merasakan berbagai kesulitan maupun kemudahan yang serupa, dari berbagai musim yang berbeda. Subhanallah.

Dengan pengecualian adanya manusia2 yang berumur pendek ataupun sebaliknya sangat panjang. Secara umum umur manusia berada pada rentang 50-70 tahun. Artinya secara rata-rata manusia merasakan dua siklus 32 tahunan bulan-matahari dalam rentang usia hidupnya. Merasakan dua kali rentang 8 tahun berturut-turut melaksanakan ibadah pada musim yang sama, berat maupun ringan. Masyaallah. Bukankah ini berarti hidup itu adalah kesempatan kedua? Memperbaiki kesalahan atau sekurang-kurangnya kegagapan masa lalu. Mengulang kembali setting yang sama dengan kesadaran yang lebih tinggi serta persiapan yang lebih matang. Bahkan gigipun adalah gigi susu terlebih dahulu. Sehingga ketika mendapatkan gigi yang baru, yang lebih kuat serta berakar dalam, mampu memetik pelajaran dari pengalaman buruk, kegagalan masa lalu. Sadar serta mampu menjaganya supaya tetap fungsional selama dibutuhkan. Subhanallah.

Usia 32 tahun (Syamsiah) atau 33 tahun (Qamariyah) adalah usia kelahiran kembali. Usia mulainya siklus kedua. Bahkan Nabi SAW sendiri yang diangkat menjadi rasul di usia yang ke-40 mulai mendapatkan mimpi-mimpi yang benar semenjak 7 tahun menjelang kerasulannya. Doesn't it ring a bell? Secara pengalaman kita mafhum, bahwa usia 7 tahunan adalah usia mulai mempunyai kesadaran diri. Mulai dikenalkan pada kewajiban agama, identik dengan usia 40 tahun dalam siklus kedua. Ada sebuah ujaran yang sangat terkenal, life begin at fourthy. Cukup bermakna barangkali. Apalagi ada ayat-ayat yang berbicara mengenai manusia di titik kritis hidupnya itu di usia yang ke-40 itu; (Q:46:15-19). Ia dipersimpangan, memilih antara 2 jalan, ketundukan atau kekafiran kepada Allah. Kontemplasi dari semua bentuk pengalaman dan ide yang pernah menyinggahi dirinya.

Diakui bahwa Nabi Ibrahim as. telah melakukan kontemplasi serupa di usia yang jauh lebih muda. Sementara Nabi Muhammad SAW baru mengadakan kontemplasi serius menjelang mendekati masa kerasulannya di gua Hira'. Tapi Nabi Ibrahim as. yang mestinya telah menjadi syuhada di masa mudanya itu, tidak diijinkan untuk berangkat terburu-buru. Allah menyelamatkannya dengan mukjizat tidak terpanggang api. Tugas beliau belum selesai, yakni untuk mengajak lebih banyak manusia lain ke jalan Allah. Meskipun pada akhirnya tidak banyak yang jadi pengikutnya, namun pesannya cukup jelas. Bahwa agama itu pada titik puncaknya adalah bukan jumlah pengikut, melainkan telah disampaikan dengan terang dan cara-cara yang baik serta dewasa kepada manusia yang berhak menerimanya. Namun pada akhirnya, Allah hendak menjadikan Islam itu sebagai agama yang besar. Untuk seluruh umat manusia, tak kan ada lagi utusan baru setelah itu. Maka, tidak sembarang manusia bakal mampu memikul tugas maha berat tersebut. Itulah barangkali alasan kenapa Nabi Muhammad saw diangkat menjadi Rasul setelah beliau matang terlebih dahulu ditempa kehidupan. Membuktikan dirinya sebagai pribadi yang mulia, al-Amin. Beliau junjungan kita, Baginda Rasulullah saw, rahmatan li al-`alamin. Salaamun `alaik ya Rasulallah. Salaamun `alaik.

Saudaraku.... rahimakumullah...

Tahun ini, Tahun Baru 1430 Hijriyah akan hadir sekitar tanggal 29 Desember 2008. Beberapa hari lebih awal daripada Tahun Baru 2009 Masehi. Tanpa ikut-ikutan latah mengadakan perayaan-perayaan fisik sampai pagi hari seperti perayaan Tahun Baru masehi itu, mari kita ambil semangatnya, perayaan spiritual atas pertambahan umur dan pendalaman makna. Semestinya kita yang mendasarkan ritual pada penanggalan bulan yang setahunnya lebih singkat 11 hari daripada penanggalan matahari, bisa berpacu sedikit lebih cepat. Kita mulai dengan semangat baru simbolik tahun 1430 H ini yang lebih awal beberapa hari dari tahun 2009 M. Dalam race yang sangat kompetitif di muka bumi ini, beda pemenang dan yang kalah hanyalah beda yang sangat tipis sepersekian detik. Tapi perbedaan yang kecil itu berdampak besar. Dan jatuhnya waktu kewajiban ibadah di musim-musim yang berbeda juga mengisyaratkan, seharusnya kita tak bergantung pada musim serta kondisi tertentu. Semua bergulir, bergilir, disaat lapang maupun sulit, nyalakan api semangat yang sama.(wsm/ktp/NET)


Menggali Makna Hijrah


Permulaan tahun baru Islam ialah datangnya bulan Muharam. Berbeza dengan kedatangan tahun baru masehi, ia amat terasa. Sambutannya hangat sekali. Bermula dari saat menunggu dentingan jam di Dataran Merdeka, ia berlanjutan dengan pelbagi agenda. Bahkan 1 Januari sudah diiktiraf sebagai cuti umum.

1 Muharram pula, datang dan perginya agak kurang terasa. Ada tidak pun, ialah sambutan Ma’al Hijrah dan penganugerahan Tokoh Ma’al Hijrah. Mujurlah 1 Muharram juga dijadikan cuti umum, jika tidak mungkin ia akan berlalu tanpa sedikit pun meninggalkan kesan kepada semua.

Adalah amat malang, apabila umat Islam gagal memanfaatkan tahun baru Islam. Ini kerana, kewujudan tahun hijrah mempunyai konotasi kepada perkembangan Islam yang amat signifikan. Ia adalah detik bermulanya era baharu. Detik hijrahnya nabi ke Madinah yang akhirnya ditandai dengan tertubuhnya sebuah negara Islam. Kemudian, dari saat itulah Islam terus berkembang sehingga ke hari ini.

Firman Allah s.w.t lewat surah an-Nahl ayat 41 yang bermaksud: “Dan orang-orang yang berhijrah kerana Allah, sesudah mereka dianiaya (ditindas oleh musuh-musuh Islam), Kami akan menempatkan mereka di dunia ini pada tempatnya yang baik,”

Sambutan tahun Hijrah mestilah difahami dari kaca mata yang Islam kehendaki. Bukan sekadar dengan dendangan nasyid ataupun pengkisahan peristiwa Hijrah sahaja, itu cara lama. Apa yang lebih utama, mengerti maksud dan kehendak hijrah. Itulah roh atau semangat hijrah yang tidak akan padam hingga bila-bila.

Hakikatnya hijrah memaparkan erti pengorbanan, keikhlasan, ketahanan, keyakinan dan keberanian. Hijrah juga menyelitkan unsur kebijaksanaan, kepentingan perancangan dan strategi; namun akhirnya meletakkan penyerahan diri seratus peratus kepada Allah SWT. Itulah dinamakan konsep usaha, doa dan tawakal.

Lama sebelum terjadinya hijrah, Nabi Muhammad SAW sudah mengatur strategi dengan penduduk Madinah. Beberapa siri perjanjian telah dibuat, sehinggalah nabi benar-benar meyakini kesanggupan mereka untuk menjadi ‘rakan kongsi’ dan ‘pengikut’ yang setia. Kemudian, nabi mengatur kaedah paling baik dalam melaksanakan hijrah, sehingga mengaburkan pihak musuh.


Cuba kita fikirkan, para sahabat telah diminta berhijrah terlebih dahulu sedang nabi masih di rumahnya. Ia menyebabkan musuh-musuh memberikan tumpuan kepada nabi dan sekaligus tidak begitu mengganggu hijrah para sahabat. Kemudian, nabi juga merencanakan beberapa strategi lain. Siapakah yang akan tidur di tempat tidur nabi, lencongan laluan yang mengelirukan, siapa yang akan menjadi pemandu, siapa akan menjadi perisik, penyampai maklumat dan apakah kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi.

Sejarah mencatatkan, betapa penglibatan anak muda seperti Ali bin Abu Talib dan Asma’ binti Abu Bakar, adalah bukti bahawa remaja adalah aset yang mampu menyumbang kepada kebangkitan Islam. Bahkan, keterlibatan seorang lelaki yang bukannya beragama Islam, Abdullah bin Uraiqit sebagai pemandu jalan, juga membuktikan Islam tidaklah memusuhi semua orang-orang bukan Islam. Bahkan mereka yang baik boleh diangkat sebagai kawan.

Begitu juga usaha nabi dan Abu Bakar, yang sengaja mengambil laluan ke arah selatan Mekah dan bukannya arah Utara sebagaimana biasa, kemudian menuju Tihama berdekatan pantai Laut Merah, adalah satu strategi yang terus mengelirukan musuh. Ia mampu menimbulkan perpecahan di kalangan musuh yang bertengkar dengan arah yang diambil oleh nabi. Ia menunjukkan, Islam mementingkan kebijaksanaan dalam perancangan.

Kini, umat Islam tidak perlu teraba-raba dalam mencari arah dan pedoman. Peristiwa hijrah yang berlaku lebih 1400 tahun dahulu sudah menyediakan contoh kepada kita. Seandainya kita mahu berjaya, maka mulakan dengan perancangan yang baik. Namun perancangan yang baik, masih perlu kepada perlaksanaan yang baik daripada semua pihak. Kemudian, ia hanya lengkap apabila semuanya menggantungkan harapan kepada Allah SWT.

Adalah amat malang jika umat Islam masih mengekalkan budaya kerja yang tidak teratur dan sistematik. Masih suka melaksanakan kerja tanpa perancangan atau ad-hoc. Kemudian, perlaksanaannya pula main ‘cincai’, tidak mengambil kira aspek kesan jangka panjang hasil pekerjaan tersebut. Lebih malang, apabila menyandarkan semua usaha hanya di atas kepandaian diri dan melupakan kuasa Allah SWT penentu segala.

Seperkara lagi, umat Islam juga sewajarnya menobatkan Tahun Islam ini sebagai mukaddimah membaharui azam. Adakah sepanjang tahun lalu sudah terpenuh segala cita-cita ataupun masih banyak bersifat angan-angan kosong. Ini kerana, berkat keazaman daripada Rasulullah SAW melaksanakan hijrah, maka kita mendapat kebaikannya hingga kini.
Di samping itu, hijrah juga menunjukkan Islam mampu menyatukan semua umat walaupun berbeza keturunan. Siapakah yang dapat menyangkal, hijrah telah menyatukan kaum Ansar dan Muhajirin:


"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah untuk membela Islam dan orang-orang yang Ansar yang memberi tempat kediaman dan pertolongan kepada orang-orang Islam yang berhijrah itu, merekalah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka beroleh keampunan dan limpah kurnia yang mulia," (al-Anfal: 74)


Jelaslah, hijrah mampu memberikan pedoman buat kita sepanjang zaman. Syaratnya, kita mestilah menggali makna hijrah yang sebenar. Jika tidak, hijrah hanya tinggal sebagai catatan sejarah yang gagal merubah apa-apa dalam hidup kita.(wsm/ktp/net)


Di Seluruh Indonesia, Pasca Pengesahan UU BHP; 40 Persen PTS Bakal Tutup

BANDUNG (KR) - Jika PTS-PTS tidak mampu bertahan menyusul pengesahan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP), maka sekitar 40 persen perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia bakal tutup pada 2009.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Didi Turmudzi di Bandung, mengatakan hal itu, Sabtu (27/12). ”Berdasarkan data Aptisi hingga Juli 2007, jumlah anggota Aptisi mencapai 2.761 PTS beserta BHP (yayasannya). Dengan adanya UU BHP, para pengelola perguruan tinggi swasta tidak dapat bantuan dana dari pemerintah, sehingga wajar jika banyak PTS tidak mampu bertahan atau melakukan merger, akuisisi bahkan dilikuidasi.


Mekanisme dunia pendidikan saat ini hampir sama dengan mekanisme pasar, terlebih dengan penerapan UU BHP. Bagi perguruan tinggi swasta yang sudah mapan dan memiliki ‘modal’ yang kuat, UU BHP ini dapat dijadikan tantangan tersendiri. Sebaliknya, bagi pengelola perguruan tinggi swasta yang belum mapan atau bermodal kecil, UU BHP ini dapat jadi ancaman.

Di Yogya setelah pekan lalu para mahasiswa terlibat aksi baku hantam dan kejar-kejaran dengan polisi, Sabtu (27/12) puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali turun ke jalan. Mereka yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) menggelar unjuk rasa di simpang tiga kampus UIN. Akibat aksi duduk memblokir jalan ini arus lalu lintas menuju kampus UIN dialihkan ke Jalan Solo, sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan dan antrean cukup panjang di ruas Jalan Solo hingga beberapa kilometer. Koordinator aksi Zahara mengingatkan, adanya indikasi komersialisasi pendidikan dengan disahkannya UU BHP tersebut. ”Dengan diterbitkan Perpres 76 dan 77 pemodal asing bisa menanam modalnya hingga 49 persen suatu ancaman bagi nasib pendidikan,” katanya saat orasi di simpang tiga kampus UIN, Sabtu (27/12).

Mahasiswa juga menilai dalam UU BHP tak ada kejelasan masalah pendanaan institusi pendidikan yang berbentuk BHP, baik pendidikan menengah maupun tinggi merupakan hal yang krusial. Untuk itu mahasiswa mendesak selain UU BHP dicabut, Perpres 76 dan 77 Tahun 2007 ini juga dicabut. Dalam aksi tersebut mahasiswa terlibat aksi saling dorong beberapa kali dengan aparat kepolisian Polres Sleman.

Mahasiswa berusaha merangsek maju untuk memblokir Jalan Solo seperti aksi terdahulu, namun karena jumlah mahasiswa kalah banyak dengan polisi, mereka hanya berorasi dan melakukan aksi duduk-duduk sebelum akhirnya membubarkan diri.
Di tempat terpisah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif mengimbau pro kontra serta polemik berkepanjangan mengenai pengesahan UU Badan Hukum Pendidikan bisa disikapi secara arif dan tidak tergesa-gesa. Ia lebih sepakat karena UU ini telah disahkan dan sebaiknya dijalankan terlebih dahulu sebelum nantinya dilakukan evaluasi.

”Jalankan dulu saja baru nanti dievaluasi mana yang merugikan rakyat dan mana yang menguntungkan,” kata Prof Syafii usai menghadiri penghormatan terakhir jenazah mantan PR II UGM Prof Mas’ud Machfoed di Balairung UGM, Sabtu (27/12).

Prof Syafii mengaku belum sepenuhnya membaca isi UU BHP itu, namun yang perlu jadi sorotan antara lain ketakutan terjadinya komersialisasi pendidikan di Indonesia pasca disahkannya UU BHP. ”Saat ini yang jadi sorotan masalah komersialisasi pendidikan. Coba itu besok disoroti,” tuturnya. Di sisi lain Syafii juga mendukung upaya judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) bagi mereka yang tak sepakat dengan UU BHP ini. Tapi ia mengimbau agar ketika masuk MK perlu hakim-hakim konstitusi yang benar-benar paham soal dunia pendidikan untuk mengkajinya.
”Masuk MK saya setuju, tetapi besok cari hakim konstitusinya yang paham soal pendidikan. Jangan salah ambil kesimpulan nantinya,” tegas Prof Syafii.(wsm/ktp/kr)


50 Ton Bom Israel Timpa Masjid dan Sekolah,Tank Israel Siap Masuk Gaza




GAZA CITY - Serangan Israel ke Jalur Gaza semakin membabi buta. Tak menghiraukan korban tewas yang mencapai 300 orang lebih dan kecaman dunia internasional, negara Yahudi itu justru seakan lepas kendali dengan melancarkan serangan gelombang kedua yang lebih dahsyat tadi malam.

Pejabat Israel menyebutkan, sekitar 110 bom berbobot hampir 50 ton ditumpahkan jet-jet tempur Israel dari langit Gaza. Hujan bom itu tidak hanya menimpa 50 target serangan, yakni markas dan gudang senjata kelompok Hamas, namun juga fasilitas-fasilitas sipil warga Palestina. Misalnya, rumah sakit, sekolah, stasiun TV Hamas Al Aqsa, masjid terbesar di Gaza Al Shifa, dan gereja.


Rudal Israel tersebut bahkan mengakibatkan kubah Masjid Al Shifa amblas ke tanah sehingga tercipta lubang raksasa menganga tepat di tengahnya. Kekejian menjelang perayaan tahun baru Islam itu menciptakan rekor korban tewas terbesar dalam serangan satu hari sejak Gaza dicaplok Israel pada 1967.

Melalui sambungan telepon dengan stasiun berita CNN, Dr Eyad El-Sarraj, psikiater yang membangun klinik mental di Gaza, menyebutkan bahwa anak-anak menjadi korban yang paling menderita. ''Orang tua sudah tidak mampu menenteramkan mereka akibat besarnya skala teror. Mereka ketakutan sepanjang waktu,'' ujarnya.

Pemimpin agresi Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyatakan, kesabaran dan daya tahan rakyat Israel sudah habis. ''Serangan ini akan terus berlanjut sampai kami betul-betul merasa aman,'' ujar Olmert dalam jumpa pers Minggu pagi (28/12).

Wartawan BBC melaporkan, tank-tank tentara Israel sudah mulai bergerak ke perbatasan untuk menindaklanjuti serangan udara dengan penyerbuan dari darat. Israel telah memobilisasikan lebih dari 6 ribu tentara cadangannya.

Meskipun tercerai berai oleh serangan Zionis Israel dan minim bantuan dari luar negeri, pejuang Hamas tak menyerah. Pemimpin Hamas Ismail Haniya dalam wawancara TV menegaskan, serangan Israel tak membuat para pejuang mundur sejengkal pun dari bumi Palestina. ''Meskipun kota kami hancur, jangan harap ada bendera putih berkibar. Kami hanya takut kepada Allah, balasan segera datang,'' tegasnya.

Pemerintah Indonesia mengutuk serangan militer Israel terhadap wilayah Gaza, Palestina. Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah mengatakan, pemerintah Indonesia mendesak Israel agar menghentikan serangan militer dan penggunaan kekerasan yang keji dan tidak bertanggung jawab serta melanggar ketentuan-ketentuan hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa.

Pada bagian lain, Ketua Komisi I DPR yang mengurusi kebijakan luar negeri, Theo L. Sambuaga, mendesak pemerintah memanfaatkan posisinya sebagai anggota Dewan Keamanan PBB untuk menggugat pengeboman yang dilakukan Israel atas Palestina di Jalur Gaza. ''Ini problem serius. Kalau tidak salah, keanggotaan Indonesia di DK PBB masih sampai akhir 2008. Gunakan itu,'' tegasnya.(wsm/ktp/jp)


10 Ribu Muslimah Perkuat Komitmen Dukung Syariah

Dukungan terhadap tegaknya syariah dan Khilafah datang dari 10 ribu muslimah se-Jawa Timur dalam Muktamar Muslimah untuk Syariah dan Khilafah.

Para muslimah tersebut tergabung dalam berbagai majelis taklim se-Jawa Timur. Menurut NURUL IZZATI DPD I Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, majelis taklim memiliki peran strategis dalam masyarakat. Peran tersebut akan nampak ketika diarahkan untuk memahamkan Islam sehingga melahirkan perjuangan penerapan syariah Islam.

Hal tersebut disampaikan NURUL usai Muktamar Majelis Taklim untuk Syariah dan Khilafah di Jatim International Expo Jl. A. Yani Surabaya, Minggu (29/12).


NURUL IZZATI memandang bahwa Jawa Timur memiliki potensi yang besar untuk menancapkan ketaatan kepada Islam melawan sistem kapitalis. Sebab, kapitalis terbukti hanya membawa umat manusia ke jurang kehancuran.

Dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan berbagai sumber daya alam, jika diarahkan kepada penegakan syariah maka manfaat yang besar bisa dirasakan.

Satu diantara upaya menuju penegakan syariah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui majelis taklim. “Majelis taklim adalah sebuah forum untuk memahamkan Islam membentuk keimanan menuntut ketaatan untuk menerapkan syariat,” kata NURUL.

NURUL pun optimis bahwa perjuangan penegakan syariah akan semakin menggema di Jawa Timur melalui berbagai majelis taklim yang hadir dalam muktamar ini.

Mengusung tema “Bulatkan Tekad Tinggalkan Kapitalisme tegakkan Syariah dan Khilafah Menuju Indonesia Besar, Kuat dan Terdepan”, Muktamar Majelis Taklim ini merupakan pertama kali diadakan dengan jumlah massa yang besar.

Dukungan pun mengalir diantaranya datang dari Banyuwangi, Jember, Pacitan, Madiun, Kediri,Malang,Batu dan Gresik,serta daerah - daerah lain se-Jawa Timur. Mereka membulatkan tekad demi berdirinya Indonesia yang besar, kuat dan terdepan dengan syariah dan Khilafah.

Seperti dukungan yang disampaikan DINI dari Gresik. “Mendukung dengan penegakan syariah. Sepertinya memang harus segera ditegakkan melihat kondisi sudah seperti sekarang ini,” kata DINI .

Selain orasi dari HTI, muktamar ini juga dimeriahkan dengan penampilan rancak rebana dan aksi teatrikal massa yang menggambarkan hancurnya kapitalis yang telah membuahkan kesengsaraan kepada manusia.

Teks Foto :
1. Ribuan muslimah hadiri Muktamar Muslimah.
2. Aksi teatrikal massa.(wsm/ktp/ss)


12.28.2008

Hujan Bom di Gaza, Bantai 195 Warga Palestina




GAZA CITY - Bumi Palestina kembali membara. Setelah sempat mereda akibat gencatan senjata enam bulan, jet-jet tempur Israel kembali menghujani permukiman penduduk Palestina di seantero Jalur Gaza pada sore kemarin. Negara Yahudi tersebut meluncurkan puluhan misil dari udara dengan dalih menumpas kelompok Hamas yang menguasai Gaza sejak Juni 2007.


Seperti dilaporkan stasiun televisi Al Jazirah yang dilansir dari Reuters tadi malam, akibat serangan mendadak itu, 195 orang dilaporkan tewas dan 310 lainnya luka-luka. Sebagian di antara mereka adalah para pejuang Palestina. Namun, tidak sedikit juga ibu-ibu dan anak-anak yang menjadi korban.

Korban tewas dan luka itu berceceran di jalan. Serangan tersebut juga menyebabkan banyak bangunan dan jalan rusak dan hancur. ''Setidaknya 195 orang tewas dan 300 lainnya luka-luka akibat serangan ini,'' kata Menteri Kesehatan Hamas Bassem Naim kepada AFP.

Jubir Kepolisian Hamas Ehad Ghussein mengatakan, korban paling banyak berada di Kantor Pusat Polisi Hamas. Dia menyebutkan, sekelompok polisi sedang mengadakan upacara kelulusan taruna polisi saat serangan terjadi. Hujan bom itu juga merenggut nyawa Kepala Polisi Hamas Tawfiq Jabber. ''Sejumlah anggota regu yang selamat berlarian membantu korban dan meneriakkan Allahu Akbar, Allahu Akbar,'' katanya.

Di sisi lain Gaza, sembilan orang sipil tewas dan 30 lainnya terluka dalam serangan di tempat pengungsian Khan Younis. Di wilayah itu pula terlihat kawah besar terbentuk di tanah. Paramedis sedang mengevakuasi korban-korban ke dalam ambulans.

Saksi mata mengatakan, serangan dilakukan pesawat dan helikopter tempur saat warga akan mengakhiri aktivitas. Anak-anak juga baru saja meninggalkan sekolah mereka ketika jet-jet tempur Israel melintasi langit Gaza. Said Masri, 57, seorang penjaga toko, mengungkapkan bahwa saat misil maut berjatuhan, kepanikan langsung pecah di mana-mana. Anak-anak berlari kebingungan. Para ibu menghambur ke jalanan untuk mencari anak-anak mereka. ''Israel membakar kota ini semudah saya membakar rokok,'' ungkap Masri sambil mencari putranya yang berusia 9 tahun. Pelabuhan Gaza dan instalasi keamanan Hamas dilaporkan hancur.

Wartawan BBC di Gaza melaporkan, bandar laut Kota Gaza dan instalasi-instalasi keamanan kelompok Hamas rusak berat. ''Asap hitam akibat serangan itu mengepul di seantero kota Gaza,'' lapornya melalui sambungan telepon.

Juru Bicara Militer Israel Avi Benayahu mengonfirmasi bahwa mereka telah melancarkan serangan-serangan udara dan mengatakan bahwa sasaran-sasarannya adalah ''infrastruktur teroris''. Dia menegaskan, pengeboman itu baru langkah awal. ''Ini hanya awal operasi yang dilancarkan setelah keputusan kabinet. Kami belum memastikan berapa lama akan berlangsung dan kami akan beraksi berdasar situasi di lapangan,'' kata Benayahu.

Pengeboman itu, lanjut dia, merupakan balasan dari serangan roket yang dilancarkan kelompok militan di Gaza ke Israel beberapa hari terakhir.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dalam jumpa pers menyatakan, serangan akan terus ditingkatkan jika kondisi di lapangan membutuhkan. ''Ada waktu untuk tenang dan ada waktu untuk berperang. Dan, sekarang adalah waktu untuk berperang,'' tegasnya.

Serangan udara Israel kemarin memang yang paling dahsyat dalam sepuluh tahun terakhir. Dari Jerusalem, wartawan BBC Paul Wood melaporkan, beredar kabar bahwa serangan udara akan diikuti dengan serangan darat.

Lawan-lawan Israel langsung meradang. Para pemimpin Hamas menyerukan serangan balasan, termasuk serangan bunuh diri. ''Kami akan membalas sampai titik darah penghabisan,'' tegas Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum. Imbauan itu langsung disambut dengan tembakan roket-roket pejuang Palestina di Qassam ke wilayah Israel. Seorang wanita tewas dan empat warga Israel terluka akibat serangan roket itu di kota Israel, Netivo.

Aksi solidaritas muncul di Tepi Barat, wilayah lain yang dihuni penduduk Palestina, dan negara-negara Arab. Ratusan warga Jordania dengan marah mendatangi kantor perwakilan PBB di kota Amman. ''Hamas, jangan menyerah. Kalian adalah kanon dan kami siap menjadi peluru-peluru kalian,'' teriak mereka sambil mengibar-ngibarkan bendera hijau Hamas.

Di Beirut, puluhan pemuda memenuhi jalan-jalan sambil menembakkan senjata ke arah wilayah Israel. Sementara itu, di kamp pengungsi Palestina di Yarmouk, Syiria, ratusan orang meminta negara-negara Islam bersatu melakukan serangan balasan ke Israel.

Dari Tepi Barat, Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas mengutuk serangan Israel. Pemimpin faksi Fatah yang diusir dari Gaza oleh Hamas pada 2007 itu mendesak semua pihak untuk menahan diri.

Mesir yang berbatasan langsung dengan kota Gaza juga mengutuk keras aksi brutal itu. Kantor Kepresiden Mesir dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita MENA tadi malam mengimbau agar diberlakukan kembali gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. Mesir juga menuntut Israel bertanggung jawab atas korban tewas dan cedera akibat serangan itu. ''Mesir akan terus melakukan kontak-kontak untuk menciptakan iklim yang kondusif guna mengembalikan masa tenang dan mencapai rekonsiliasi antarfaksi Palestina,'' katanya.

Pernyataan Kantor Presiden Mesir juga menyebutkan, Presiden Husni Mubarak telah memerintahkan agar pintu penyebarangan Rafah di perbatasan antara Mesir dan Gaza yang ditutup akibat blockade Israel agar dibuka untuk para korban Palestina. Selain itu, fasilitas-fasilitas medis Mesir disediakan untuk melayani semua korban serangan udara Israel.

Sekretaris Liga Arab Amr Mussa menyatakan akan menggelar pertemuan mendadak hari ini untuk membahas agresi Israel itu. Dia juga meminta Libya, anggota liga Arab yang juga menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, meminta ada pertemuan mendadak untuk membicarakan serangan tersebut.

Pada bagian lain, AS dan sekutunya, seperti biasa, memberikan komentar yang mengartikan bisa memahami tindakan yang diambil Israel. ''Kami meminta Israel untuk menghindari korban sipil dalam tindakan mereka memburu para teroris,'' bunyi pernyataan resmi gedung putih.(wsm/ktp/jp)


12.27.2008

10 Ribu Muslimah Hadiri Muktamar Muslimah

Sekitar 10 ribu muslimah akan menghadiri Muktamar Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Minggu (28/12). Mereka akan mengikuti Muktamar untuk Syariah dan Khilafah yang digelar Muslimah HTI Jawa Timur di Jatim Expo, Surabaya.


NURUL IZZATI Ketua DPD I Muslimah HTI Jatim mengatakan Muktamar akan diikuti ribuan majelis taklim di berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur, diantaranya Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Muktamar ini, untuk memberikan penyadaran kepada kaum muslimah tentang sistem kapitalis yang tidak memberikan kesejahteraan untuk umat.

Sistem kapitalis harus dilenyapkan karena membawa kesengsaraan. Syariah Islam merupakan solusi bagi umat untuk mencapai kehidupan umat yang sejahtera. Syariah hanya bisa diterapkan dalam pemerintahan Islam yang bernama Khilafah.

Muktamar Muslimah HTI yang akan dilaksanakan Minggu (28/12) besok akan diramaikan dengan rancak rebana, parade bendera Al-Liwa dan Ar-Roya serta teatrikal massal dari mahasiswa.(wsm/ktp/SS)


Muslim Indonesia Gelar Muktamar di Texas

Houston, CyberNews. Krisis ekonomi yang tengah melanda Amerika Serikat (AS) tidak menghalangi masyarakat Muslim Indonesia dan Malaysia di AS untuk menggelar pertemuan di Hotel Hilton, Houston, Texas. Muktamar yang akan dimulai tanggal 26 s/d 30 Desember 2008 ini akan diikuti hampir seribu orang peserta.


Acara tahunan yang diorganisir oleh Indonesian Muslim Society in America (IMSA) dan Malaysian Islamic Study Group (MISG) ini akan disi dengan serangkaian diskusi dalam berbagai tema. Tampil sebagai pembicara antara lain, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof Dr Yunahar Ilyas, serta dua ulama kondang asal Indonesia yang menjadi imam di New York dan Washington: Imam Syamsi Ali dan Imam Mohammad Joban. Selain itu akan berbicara pula Elly Risman, seorang pakar pendidikan keluarga dari Indonesia.

Muktamar kali ini juga tergolong istimewa dengan kehadiran dua deputi mentri dari Indonesia dan Malaysia. Indonesia diwakili oleh Deputi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Indonesia Dr. M. Budi Setiawan, sedangkan dari Malaysia yang dikirim Deputi Menteri Pendidikan.

Kegiatan Muktamar IMSA dan MISG tahun 2008 didorong oleh kesadaran atas tengah terjadinya perubahan sosial, ekonomi, dan politik di Amerika serta di berbagai belahan dunia. Indonesia dan Malaysia, sebagai bagian dari komunitas internasional, turut terkena imbas dari perubahan tersebut. Berbagai strategi harus disusun untuk menghadapi gejolak yang akan timbul.

Para pembicara akan memberikan berbagai arahan dan pemikiran sehingga komunitas muslim Indonesia dan Malaysia dapat menyikapi perubahan tersebut secara bijaksana dan berhasil melewatinya. Diharapkan akan ada kesepahaman bersama dan langkah konkret yang akan dilakukan pasca muktamar nanti.

Indonesian Muslim Society in America (IMSA) adalah organisasi terdaftar dan diakui oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai oganisasi “religious, charitable, scientific, literary, and educational”.

Kegiatan utama IMSA adalah pembangunan karakter warga Muslim Indonesia yang tinggal dan menetap di Amerika Serikat dan Kanada sehingga mereka akan menjadi komunitas yang produktif serta memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat Amerika secara umum maupun masyarakat Indonesia di tanah air.Sedangkan kegiatan rutinnya antara lain pengajian pekanan, seminar Islam, siaran radio internet muslim, pengumpulan ZISWAF dan lain-lain.(wsm/ktp/sr)


12.25.2008

Doa Awal Tahun & Doa Akhir Tahun

Barangsiapa yang membaca doa awal tahun ini, insya Allah dirinya akan terpelihara daripada gangguan dan godaan syaitan di sepanjang tahun tersebut.

Doa Awal Tahun:



Maksudnya:

Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Wahai Tuhan, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim. yang awal dan ke atas kelebihanMu yang besar dan kemurahanMu yang melimpah dan ini adalah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami. Kami memohon pemeliharaan dariMu di sepanjang tahun ini dari syaitan dan pembantu-pembantunya dan tentera-tenteranya dan juga pertolongan terhadap diri yang diperintahkan melakukan kejahatan dan usaha yang mendekatkanku kepadaMu Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.

Wahai Tuhan Yang Maha pengasih dari mereka yang mengasihi dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad. Nabi yang ummi dan ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kesejahteraan ke atas mereka.


Barangsiapa yang membaca doa akhir tahun ini, maka syaitan akan berkata:
"Hampalah kami di sepanjang tahun ini".

Doa Akhir Tahun:



Maksudnya:

Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Wahai Tuhan, apa yang telah aku lakukan dalam tahun ini daripada perkara-perkara yang Engkau tegah daripada aku melakukannya dan aku belum bertaubat daripadanya. Sedangkan Engkau tidak redha dan tidak melupakannya. Dan aku telah melakukannya di dalam keadaan di mana Engkau berupaya untuk menghukumku, tetapi Engkau mengilhamkanku dengan taubat selepas keberanianku melakukan dosa-dosa itu semuanya. Sesungguhnya aku memohon keampunanMu, maka ampunilah aku. Dan tidaklah aku melakukan yang demikian daripada apa yang Engkau redhainya dan Engkau menjanjikanku dengan pahala atas yang sedemikian itu. Maka aku memohon kepadaMu.

Wahai Tuhan! Wahai yang Maha Pemurah! Wahai Yang Maha Agung dan wahai Yang Maha Mulia agar Engkau menerima taubat itu dariku dan janganlah Engkau menghampakan harapanku kepadaMu Wahai Yang Maha Pemurah. Dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad, ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan mengurniakan kesejahteraan ke atas mereka.
(wsm/ktp/dn)


Strategi Adu Domba AS di Afghanistan



Beginilah kelicikan AS. Karena pasukannya kewalahan menghadapi perlawanan Taliban, AS akan mempersenjatai pasukan-pasukan dari sejumlah kepala suku di Afghanistan untuk berhadapan dengan Taliban.

Meski sudah mengerahkan ribuan pasukan dibantu oleh ribuan pasukan dari anggota NATO, pasukan asing ini tidak mampu melumpuhkan Taliban yang pemerintahannya mereka tumbangkan tahun 2001 lalu. Karena terus mengalami serangan keras dari Taliban, AS melakukan politik adu domba dengan membentuk ‘pasukan lokal’ yang beranggotakan orang-orang Afghanistan sendiri, untuk menghadapi perlawanan Taliban.


Surat kabar The New York Times edisi Rabu melaporkan, angkatan pertama pasukan milisi itu akan mulai dikerahkan awal tahun 2009 di Provinsi Wardak dekat kota Kabul, yang berhasil diambilalih oleh Taliban.

Sumber-sumber di kalangan pejabat AS dan Afghanistan mengungkapkan, milisi yang sama akan dibentuk secepatnya di seluruh provinsi Taliban, jika milisi angkatan pertama terbukti sukses menjalankan tugasnya.

Meski demikian, menurut The New York Times, muncul kekhawatiran di kalangan warga Afghanistan terhadap kelompok milisi AS yang didominasi suku Pashtun. Mereka khawatir milisi-milisi melakukan tindakan di luar control seperti meneror warga local dan berbalik jadi menentang pemerintah Afghanistan.

Tapi militer AS merasa perlu membentuk pasukan milisi tersebut, meski akan mengirimkan sekitar 30.000 pasukan tambahan ke Afghanistan tahun depan. (wsm/ktp/em)


Seminar Zakat CID Mendapat Perhatian Luas


Bertempat di Financial Hall, Financial Club Graha Niaga Lt.2 Jl. Sudirman Kav 58, Jakarta, seminar ini sudah dimulai sekitar pukul 8.30 WIB lebih.

Tidak menunggu lama, sessi I seminar pun dimulai. Dr. Iman Sugema (pengamat Ekonomi, ekonom Senior Intercafe) dan Drs. H. Fauzi Bahar, M.Si. (Walikota Padang) menjadi pembicara pertama.


Iman Sugema mempresentasikan kondisi zakat di Indonesia dan perbandingannya dengan negara-negara lain. Sedangkan Fauzi Bahar memaparkan pengalamannya dalam memberlakukan wajib zakat di Padang. Fauzi Bahar mendapatkan banyak sambutan yang luar biasa, karena ia menceritakan liku-liku selama ia menerapkan aturan itu.

Sessi kedua, Dr. Mustafa Edwin Nasution (Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia juga dari Tim PEBS UI)) dan Yusuf Wibisono, SE. ME., (peneliti dari CID) memaparkan Hasil Riset “Indoensia Zakat and Development Report 2009”.

Paparan ini menarik perhatian para peserta seminar, karena seperti yang diungkapkan oleh Mustafa Ediwin, “Kami ingin membuat semacam laporan seperti yang dibikin oleh World Bank setiap tahun. Laporan ini berisi evaluasi ekonomi dan kondisi zakat selama setahun kemarin dan kami harap bisa menjadi landasan poin bagi kita semua untuk melihat apa yang bisa kita lakukan di tahun 2009 nanti.”

Sedangkan Yusuf Wibisono menyita perhatian karena laporannya merupakan data-data akurat dan gagasan baru untuk dunia zakat di Indonesia. “Jika seluruh penduduk muslim Indonesia berzakat, maka negara ini tak perlu lagi melakukan pinjaman utang ke luar negeri.” Ujarnya yang langsung disambut meriah tepuk tangan semua peserta yang hadir. Nana Mintarti, DIrektur CID, menjadi moderator dalam sessi II ini.



Waktu break makan siang dan salat Dhuhur, CID mengadakan Konferensi Pers dengan tema “zakat dan Pembangunan: Era Baru Zakat Menuju kesejahteraan Umat”.

Setelah itu dilanjutkan dengan Sessi berikutnya, dengan H. Hilman Rosyad, Lc. (Wakil pimpinan Komisi DPR RI dan Anggota Dewan RI dari FPKS) sebagai pengisi utama.

Para peserta yang berjumlah hampir 200 orang dan mewakili berbagai institusi ekonomi Islam juga banyak memberikan masukan. Salah satunya agar seminar ini bisa juga diselenggarakan di daerah-daerah, dan Fauzi Bahar selaku kota Padang bisa menjadi role model dalam percontohan daerah yang menerapkan wajib zakat. (wsm/ktp/em)


12.24.2008

Ketika Yahudi Menipu Yahudi



Berbohong dan menipu sudah menjadi bagian hidup orang-orang Yahudi terutama Yahudi yang mendukung Zionisme, karena kita suci mereka Talmud membolehkan kaum Yahudi berbohong dan menipu kaum non-Yahudi.

Tapi ajaran ini nampaknya tidak berlaku bagi Bernard Madoff, milyuner Yahudi AS yang berhasil menggegerkan dunia karena kejahatan penipuan yang dilakukannya terhadap sejumlah perusahaan berskala internasional. (berita terkait: Penipu Ulung Guncang Yahudi Dunia)


Bagi Madoff menipu sesama Yahudi sah-sah saja, asalkan ia mendapat keuntungan besar dari aksi tipu menipunya. Tak heran, ketika kejahatan Madoff terbongkar banyak orang-orang Yahudi AS yang menjadi korbannya dan tentu saja syok dengan kelakuan Madoff yang selama ini dikenal sebagai sosok yang murah hati karena ia menjadi donatur banyak organisasi sosial Yahudi di AS.

Bunuh Diri

Investor asal Prancis Rene-Thierry Magon de la Villehuchet, 65, menjadi korban Madoff pertama yang bunuh diri. Ia kehilangan uang sebesar 1,4 milyar dollar AS yang ia investasikan pada perusahaan Madoff. Renen ditemukan tewas di kantornya di New York, Selasa (23/12).

Juru Bicara Kepolisian New York, Paul Browne mengatakan mayat Rene ditemukan dalam posisi duduk di depan meja kerjanya dengan sayatan di kedua belah pergelangan tangannya. Di dekatnya ditemukan botol berisi pil tapi tidak ditemukan catatan apapun.

Rene adalah salah satu investor kelas dunia yang terpukul oleh akibat kasus penipuan Madoff. Surat kabar terbitan Paris, La Tribune melaporkan, Rene yang juga pendiri perusahaan bisnis finansial Access International, siang malam selama satu minggu ini mencari cara agar bisa mendapatkan kembali uang yang ia investasikan di perusahaan Madoff. Namun gagal, karena otoritas hukum AS sudah membekukan semua asset-asset Madoff dan Madoff sendiri kini menjadi tahanan rumah di apartemennya di Manhattan.

Yahudi Syok dan Sikap Anti-Semit



Terbongkarnya kejahatan Madoff menjadi tamparan keras sekaligus membuat malu komunitas Yahudi AS, terutama di Palm Beach, Florida. Banyak korban penipuan Madoff adalah lembaga-lembaga amal dan keluarga-keluarga Yahudi kaya di AS, khususnya di Palm Beach.

"Saya kenal dengan sejumlah orang yang menjadi korban penipuan Madoff, mereka adalah orang-orang yang baik dan sangat murah hati menyumbangkan sebagian hartanya untuk menjadikan dunia lebih baik sebagai tempat hidup. Mereka marah dan kecewa," kata Rabi Moshe Scheiner dari sinagog Palm Beach.

Kawasan Palm Beach memiliki jumlah penduduk permanen sebanyak 10.000 orang. Tapi pada puncak musim dingin, populasi Palm Beach bisa meningkat tiga kali lipat dan 50 persennya adalah populasi Yahudi. Seorang penasehat keuangan di kawasan itu mengaku kenal dengan sejumlah keluarga Yahudi yang mengalami kerugian masing-masing 100 juta dollar akibat kasus penipuan Madoff.

Menurut data surat kabar The New York Times, beberapa keluarga dan lembaga amal milik Yahudi yang menjadi korban Madoff antara lain;
The Chais Family Foundation, dengan nilai investasi 178 juta dollar
The Carl and Ruth Shapiro Family Foundation, nilai investasi 145 juta dollar
Yeshiva University, nilai investasi 100-125 juta dollar
Hadassah, nilai invesrasi 90 juta dollar

The Elie Wiesel Foundation for Humanity, nilai investasi 37 juta dollar
Yayasan amal Mortimer Zuckerman, nilai investasi 30-40 juta dollar
The Jewish Community Foundation of Los Angeles, nilai investasi 25,5 juta dollar
The American Jewish Congress, nilai investasi 11, 3 juta dollar
The Jewish Federation of Greater Washington, nilai investasi 10 juta dollar
Wunderkinder Foundation milik Steven Spielberg, nilai invetasi 8 juta dollar
The Robert I. Lappin Foundation, nilai investasi 8 juta dollar
The Ramaz School Manhattan, nilai investasi 6 juta dollar
Technion Foundation, nilai investasi 6 juta dollar
North Shore-Long Island Jewish Health System, nilai investasi 5,7 juta dollar
The SAR Academy, nilai investasi 3,7 juta dollar

Jumlah pasti kerugian yang dialami komunitas Yahudi dalam kasus Madoff belum diketahui. Namun menurut surat kabar Jerusalem Post, lembaga-lembaga amal milik Yahudi kehilangan dananya sekitar 600 juta dollar. Jerusalem Post menyebutkan, kerugian akibat kasus penipuan Madoff merupakan "bencana finansial paling spektakuler" bagi komunitas Yahudi sejak masa Great Depression yang melanda dunia di era tahun 1930-an.

Sikap Anti-Yahudi

Laurence Learner, penulis yang tinggal di Palm Beach mengungkapkan kemungkinan dampak buruk terhadap komunitas Yahudi, khususnya di Palm Beach yang dulu pernah mengalami diskriminasi. Terbongkarnya kejahatan Madoff yang menjadi skandal keuangan terbesar di dunia ini, kata Learner, bisa memicu menguatnya sikap anti-Yahudi yang bisa jadi mendorong tindakan balas dendam terhadap orang-orang Yahudi.

"Dulu, orang-orang Yahudi mengalami dikrisminasi. Sampai tahun 1965, orang Yahudi bahkan tidak diperkenankan masuk ke hotel-hotel lokal," ujar Learner yang sedang menulis buku berjudul "Madness Under the Royal Palms."

Learner mengatakan indikasi menguatkan sikap anti-Semit akibat kasus Madoff sudah muncul di internet-internet. "Orang-orang mengatakan, 'lihat Yahudi jahat dan penipu itu, yang telah membuat kita bangkrut'. Anda akan temukan di internet, banyak orang yang menyalahkan Yahudi atas apa yang terjadi," tukas Learner.

Organisasi Anti-Defamation League membenarkan pernyataan Learner. Organisasi itu menyatakan telah mencatat postingan-postingan bernuansa anti-Semit yang tersebar di internet terkait skandal Madoff.

"Kasus ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok anti-Semit untuk menyuarakan kebenciannya pada Yahudi. Saya harap ada sikap pro aktif di masyarakat dan pengelola situs-situs internet untuk menghapus postingan-postingan yang bernuansa kebencian terhadap Yahudi," kata Adrew Rosenkranz, direktur Anti-Defamation League cabang Florida.(wsm/ktp/)


Bush : Menunggu Perintah Tuhan?


Percaya atau tidak. Kalau melihat kasus Amerika menyerang Iraq, yang tidak pernah dipastikan waktunya, nampaknya Presiden Bush akan membuat kejutan baru. Mungkin Bush akan memerintahkan menyerang Iran, tanggal 19 Januari, sebelum ia angkat kaki dari Gedung Putih. Ia mengatakan Tuhan memerintahkannya untuk menyerang Afghanistan, dan Bush melakukannya. Ia mengatakan Tuhan memerintahkannya menyerang Iraq, dan Bush melakukannya.


Dan, sebelum ia hengkang dari Gedung Putih, ia juga akan mengatakan Tuhan memerintahkannya menyerang Iran, dan Bush akan melakukannya. Inilah kemungkinan yang bakal terjadi. Bahkan, Presiden Bush, ketika memerintahkan menyerang Iraq, mengatakan : ‘Crusade’ (Perang Salib).

Memang, sangat mengkawatirkan perilaku politik pemerintahan Bush, yang selalu terobsesi ingin menciptakan perang dan konflik di kawasan Timur Tengah, terutama terhadap negara-negara Arab dan Islam. Tindakan ini memang tak lepas dari pengaruh lobbi Yahudi, yang sangat kuat di pemerintahan Presiden Bush. Kelompok yan paling anti terhadap negara-negara Arab dan Islam, adalah kelompok sayap kanan yang dikenal dengan kelompok ‘Neo-Kon’ (Neo-Konservatif), gabungan kaum Zionis-Israel, Fundamentalis Kristen, dan Katolik, yang menentukan arah kebijakan ‘perang’ pemerintahan Bush terhadap Negara-negara Arab dan Islam. Tapi, kelompok ‘Neo-Kon’ ini, terus berusaha menciptakan gejala kearah perang dingin, yang pernah terjadi di masa lalu. Kelompok ‘Neo-Kon’ ini akan terus mengobarkan perang dan menciptakan sistem bipolar.

Kelompok ‘Neo-Kon’, bukan hanya kawatir terhadap ancaman Iran terhadap Israel, tapi jika Iran menyerang Israel, pengaruhnya juga terhadap Eropa Barat. Maka, sekarang Amerika menggelar payung rudal missil di Polandia dan Czech, yang tujuannya menghapi kondisi kekacauan akibat serangan rudal Iran. Semuanya, tak terlepas dari pemikiran dan adanya pandangan yang disebut dengan : ‘Iranian threat’. Pemikiran yang menuju kearah perang dingin ini, juga tergambar dalam team keamanan dari Presiden Barack Obama.

Pandangan para pengambil kebijakan keamanan di Gedung Putih, kalau jarak jelajah missil, yang dimiliki oleh Iran, sudah lebih dari 2.000 kilometer, maka yang terancam bukan hanya negara-negara Arab, dan Israel, tapi ini menjadi masalah besar, terutama dibidang keamanan. Apalagi, antara Iran dan Uni Arab Emirat, sudah ada bibit-bibit konflik, terkait dengan sengketa tiga kepulauan yang ada di sekitar kawasan Teluk, ini sewaktu-waktu dapat meledak dan berubah menjadi konflik terbuka.

Kelompok ‘Neo-Kon’ yang berlindung dibalik baju Wakil Presiden Dick Cheney, bisa saja memprovokasi Presiden Bush, menyerang Iran, sebelum pergi meninggalkan Gedung Putih. Karena, kelompok ‘Neo-Kon’, adalah kelompok partisan yang sangat agresif, dan terus berusaha membawa dunia kearah kembali ke era perang dingin, dan momentumnya dapat diciptakan dengan perang melawan Iran.

Kelompok ‘Neo-Kon’, yang mempunyai hubungan dengan partai konservatif di Israel, yaitu Likud. Menjadi satu faktor penting terciptanya situasi global, yang penuh dengan perang dan konflik. Meskipun, kalau dilihat secara umum, kondisinya sudah tidak mungkin lagi, di mana Amerika sangat melemah, akibat di dera krisis, dan tidak mungkin terjadi perang.

Tapi, segalanya dapat terjadi, karena ambisi para kelompok ‘Neo-Kon’, terus terobsesi untuk menciptakan perang melalui tangan Amerika. Selain itu, lobbi Yahudi, di Amerika juga cukup kuat, seperti AIPAC, dan di Kementerian Luar Negeri Amerika, terdapat tokoh-tokoh yang pro-Israel, seperti Eliot Cohen, yang haus perang, dan ingin menggunakan tangan Amerika, menggebuk Iran. (WSM/KTP/EM)


Yahya Schroder: Rela Meninggalkan Kenikmatan Hidup, Demi Masuk Islam


Bulan November tahun 2006, menjadi bulan bersejarah bagi remaja Jerman itu. Karena pada saat itu ia yang masih berusia 17 tahun mengucapkan dua kalimat syahadat dan menjadi seorang Muslim. Ia memilih Yahya, sebagi nama Islamnya dan sejak itu remaja Jerman yang kini tinggal di Postdam, dikenal dengan nama Yahya Schroder..


Yahya hidup berkecukupan dengan ibu dan ayah tirinya di sebuah desa kecil di Jerman. Ia tinggal di rumah yang besar lengkap dengan kolam renang yang luas. Di kamarnya ada tv dan play station dan Yahya tidak pernah kesulitan dalam masalah uang. Seperti remaja lainnya, Yahya sering pergi bergerombol bersama teman-temannya, minum alkohol atau melakukan hal-hal yang konyol.

Tapi semua kenikmatan dunia itu harus ia tinggalkan ketika ia memutuskan masuk Islam. Setelah menjadi seorang mualaf, Yahya memilih tinggal dekat ayahnya yang sudah lebih dulu masuk Islam, di Postdam dekat kota Berlin. Yahya mengaku tidak merasa bahagia meski saat masih ikut ibu dan ayah tirinya yang kaya, hidupnya serba enak. "Saya mencari sesuatu yang lain," ujarnya.

Yahya mengenal komunitas Muslim di Postdam ketika ia berusia 16 tahun, lewat ayah kandungnya yang lebih dulu masuk Islam pada tahun 2001. Ketika itu, ia biasa mengunjungi ayah kandungnya sebulan sekali dan sering ikut sang ayah menghadiri pertemuan-pertemuan dengan komunitas Muslim yang diselenggarakan setiap hari Minggu.

Yahya merasa tertarik dengan Islam dan ayahnya memperhatikan hal itu. Hingga suatu hari sang ayah mengatakan tidak mau membahas soal Islam ketika mereka sedang berdua saja. Ayah Yahya menginginkan puteranya itu belajar dari orang-orang yang ilmunya tentang Islam lebih tinggi agar jika Yahya masuk Islam tidak dipandang cuma ikut-ikutan apa yang telah dilakukan ayahnya.

"Saya setuju dengan ayah dan saya mulai menghadiri pertemuan-pertemuan itu sendiri, setiap bulan. Tapi saat itu terjadi sesuatu hal yang mengubah cara berpikir saya," ujar Yahya.

Yahya bercerita, ia mengalami kecelakaan saat pergi berenang bersama komunitas Muslim. Ketika ia melompat ke kolam renang dari ketinggian, kepalanya membentur dasar kolam renang dan tulang punggungnya patah. Ayahnya membawa Yahya ke rumah sakit dan dokter di rumah sakit itu mengatakan hal yang membuat gentar hatinya.

"Punggungmu mengalami patah tulang yang parah, satu satu saja gerakan yang salah, bisa membuatmu lumpuh," kata dokter.

Yahya harus menjalani operasi. Beberapa saat sebelum masuk ruang operasi, teman Yahya di komunitas Muslim bernama Ahmir memberinya semangat, "Yahya, sekarang engkau berada di tangan Allah. Ini seperti naik rollercoaster. Sekarang engkau sedang berada dalam puncak kenikmatan naik sebuah rollercoaster dan percayalah pada Allah."

Operasi berlangsung selama lima jam dan Yahya baru siuman tiga hari kemudian. "Saya tidak bisa menggerakan tangan kanan saya, tapi saya merasa sangat bahagia. Saya bilang ke dokter bahwa saya tidak peduli dengan tangan kanan saya. Saya sudah sangat bahagia Allah telah membiarkan saya tetap hidup," tutur Yahya. Dokter mengatakan Yahya harus dirawat di rumah sakit dalam beberapa bulan. Tapi Yahya cuma dua minggu di rumah sakit, karena ia berlatih dengan keras. Yahya bahkan sudah bisa naik turun tangga dua hari sebelum seorang dokter datang dan mengatakan bahwa hari itu ia akan berlatih naik tangga.

"Alhamdulillah saya cuma dua minggu di rumah sakit. Sekarang saya sudah bisa menggerakan tangan kanan saya. Kecelakaan itu telah banyak mengubah kepribadian saya," aku Yahya.

"Saya merasakan, ketika Allah menginginkan sesuatu terjadi, hidup seseorang berubah total dalam hitungan detik. Oleh sebab itu, saya lebih menghargai kehidupan dan mulai berpikir tentang kehidupan saya dan Islam, tapi saat itu saya masih tinggal di sebuah desa kecil," kisah Yahya.

Keinginan Yahya untuk menjadi seorang Muslim makin kuat, sehingga ia berani memutuskan untuk meninggalkan keluarganya di desa itu. Yahya menuturkan, "Saya meninggalkan ibu dan ayah tiri saya, meninggalkan gaya hidup saya yang mewah dan pergi ke Postdam, tinggal di apartemen kecil ayah kandung saya. Saya tak keberatan harus menempati sebuah dapur kecil, karena saya cuma membawa sedikit pakaian, buku-buku sekolah dan beberapa CD."

"Kedengarannya saya kehilangan segalanya, tapi saya merasa bahagia, sebahagia ketika saya siuman di rumah sakit setelah kecelakaan buruk itu," ujar Yahya.

Diejek Teman Sekolah

Sehari setelah hari pertamanya masuk sekolah di Postdam, Yahya mengucapkan dua kalimat syahadat. Yahya pun menjalani kehidupan barunya sebagai seorang Muslim, meski di sekolah banyak yang mengejeknyakarena menjadi seorang Muslim. Beberapa orang menganggapnya "gila" bahkan tidak percaya kalau dirinya orang Jerman asli.

"Saya melihatnya sebagai hal yang biasa karena informasi yang mereka baca di media tentang Islam dan Muslim. Media massa menulis tentang Islam yang disebut teroris, Usamah bin ladin, Muslim yang jahat, dan sebagainya," tukas Yahya.

Sepuluh bulan berlalu dan situasi mulai berubah. Yahya aktif berdakwah pada teman-teman sekelasnya dan ia mendapatkan sebuah ruangan untuk salat, padahal cuma dia satu-satunya siswa Muslim di sekolahnya.

"Teman-teman sekelas berubah, yang dulunya menggoda saya karena masuk Islam, sekarang banyak bertanya tentang Islam dan mereka mengakui Islam tidak sama dengan agama-agama lainnya. Menurut mereka, Islam itu keren!" kata Yahya menirukan pendapat teman-temannya.

Yahya mengungkapkan, teman-teman sekolahnya menilai Muslim memiliki adab yang baik dalam berinteraksi dengan sesama manusia, bebas dari tekanan teman sekelompok seperti yang terjadi di sekolah mereka. Saat itu siswa-siswi di sekolah Yahya cenderung berkelompok atau membentuk genk, mulai dari genk hip hop, punk sampai kelompok genk siswa yang hobinya berpesta. Setiap siswa berusaha keras untuk diterima menjadi anggota genk itu.

Tapi Yahya, ia bisa berteman dengan siapa saja. "Saya tidak perlu mengenakan pakaian khusus agar terlihat keren. Yang terjadi malah, genk-genk itu sering mengundang saya dan teman-teman Muslim saya ke pesta-pesat barbeque mereka," tandasnya.

"Yang istimewa dari semua ini adalah, mereka menghormati saya sebagai seorang Muslim. Mereka membelikan makanan halal buat saya dan mereka menggelar dua pesta barbeque, satu untuk mereka dan satu untuk kami yang Muslim. Masyarakat disini sudah mulai terbuka dengan Islam," sambung Yahya mengenang masa-masa sekolahnya.

Yahya menambahkan, ia merasa lebih mudah menjadi seorang mualaf daripada menjadi seorang yang memang sudah Muslim sejak lahir. Ia banyak melihat banyak anak-anak muda Muslim yang ingin menjadi orang Jerman dan melihat Islam hanya sebagai tradisi. Anak-anak muda itu, kata Yahya, bersedia melepas 'tradisi' keislamannya supaya bisa diterima di tengah masyarakat Jerman.

"Meskipun faktanya, orang-orang Jerman tetap tidak mau menerima mereka meski mereka melepas agama Islamnya," ujar Yahya.

Ia mengakui, kehidupan seorang Muslim di Jerman tidak mudah karena mayoritas masyarakat Jerman buta tentang Islam. "Kalau mereka ditanya tentang Islam, mereka akan mengatakan sesuatu tentang Arab. Buat mereka, pertanyaan itu seperti soal matematika, Islam=Arab". Padahal negara ini memiliki bangsa yang besar," tukas Yahya. (wsm/ktp/em)


Pakistan-India Siap Perang?


Tragedi Mumbai membuat hubungan India dan Pakistan makin renggang. Pakistan kabarnya menerapkan "status merah" bagi militernya, yang berarti mereka harus dalam posisi siaga menghadapi serangan mendadak dari India. Sementara pihak India menyatakan membuka "semua opsi" untuk menekan Pakistan agar bertindak tegas dalam menghadapi kemungkinan serangan-serangan lintas perbatasan.


Laporan-laporan media massa Pakistan mengutip sumber-sumber di militer negeri itu yang mengatakan bahwa Pakistan menyiagakan anagkatan laut, angkatan udara dan pasukan angkatan daratnya untuk menghadapi kemungkinan India melakukan serangan ke Pakistan. Angkatan udara Pakistan bahkan melakukan patroli di kawasan-kawasan sekitar perbatasan India-Pakistan, yang mereka sebuat sebagai 'patroli agresif'.

Seorang pejabat maskapai penerbangan Pakistan bernama Muhammad Latif menambahkan, hari senin kemarin dua penerbangan sipil di bandara Lahore yang terletak dekat perbatasan, terpaksa ditunda karena pasukan angkatan udara Pakistan menggelar latihan. Namun pihak AU Pakistan menolak berkomentar tentang latihan tersebut.

Pakistan menyiagakan pasukannya setelah pemerintah India menyerahkan surat dari satu-satunya pelaku serangan Mumbai yang selamat. Dalam surat itu disebutkan bahwa 10 pelaku serangan adalah orang Pakistan. India juga menyatakan akan melakukan pendekatan pada dunia internasional untuk ikut menekan Pakistan agar mau bekerjasama dalam penyelidikan insiden Mumbai.

Kantor Perdana Menteri Pakistan sudah menyampaikan pesan pada New Delhi lewat perwakilan komisi tingginya, jika India mengobarkan perang dengan Pakistan, maka seluruh bangsa Pakistan akan bersatu dan militer Pakistan akan menjaga serta mempertahankan integritas wilayah negara Pakistan.

Namun mantan kepala intelejen Pakistan Asad Durani menepis kemungkinan perang antara India dan Pakistan hanya karena tragedi Mumbai. Ia malah menilai media massa sedang membuat skenario untuk menimbulkan kesan di salah satu pihak bahwa perang antara kedua negara sudah dekat.

"Kedua kekuatan tidak akan sampai pada level perang," tukas Durani.

Sementara analis militer Pakistan, Brigadir Jenderal Naeem Salik mengatakan wajar jika Pakistan meningkatkan status kewaspadaannya karena India beberapa kali menyatakan akan menghukum Pakistan dan tidak akan mengesampingkan opsi militer.

Di India, analis keamanan Ravi Sawhney menyatakan, fakta yang sekarang bicara. "Kami sudah diserang dengan sebuah serangan teror dan pelakunya adalah orang-orang Pakistan. Wacana perang bukan sekedar ancaman. Kita sedang bicara sebuah fakta," ujarnya. (wsm/ktp/em)


JIKA TERPILIH JADI PERDANA MENTERI ISRAEL ; Livni Mau Tumpas Habis Hamas di Gaza

GAZA (KR) - Hamas memberlakukan perpanjangan genjatan senjata selama sehari dengan Israel atas permintaan Mesir yang bertindak sebagai penengah, untuk memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan dari Mesir ke jalur Gaza. Sebelumnya, Hamas mengancam untuk mengaktifkan lagi serangan bom bunuh diri ke Israel, jika Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza.


Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni selaku ketua Partai Kadima menyatakan, jika terpilih sebagai perdana menteri dalam pemilihan Februari mendatang akan mengakhiri kekuasaan Hamas di Jalur Gaza. Harian Gaarez Israel melaporkan, Livni akan menggunakan pendekatan militer, ekonomi, dan diplomatik untuk menggulingkan kekuasaan Hamas di Gaza.

Sedangkan pemimpin partai oposisi Israel Benyamin Netanyahu, selaku ketua Partai Likud dalam agenda inspeksinya ke Kota Sderot, Israel bagian selatan mengatakan, kalau pemerintah memutuskan akan melancarkan serangan aktif terhadap Hamas di jalur Gaza, pihaknya akan memberikan dukungan sepenuhnya.

Dari jalur Gaza, salah seorang pejabat Hamas, Talal Nasar kepada TV ‘Al-Alam’ menegaskan, jika Israel tetap nekad untuk menyerang Jalur Gaza, maka para pejuang pasti akan memberikan perlawanan yang gigih. Pejabat Hamas lainnya, Sami Abu Zuhri kepada TV ‘Al-Alam’ Senin (22/12) mengatakan, Israel sebelum berakhirnya gencatan senjata tetap menyerang Gaza, oleh karena itu Hamas dengan segala fasilitas yang dimilikinya siap untuk memberikan perlawanan. Meski ancaman Israel ini berkaitan erat dengan pemilu parlemen mendatang rezim ini, namun Hamas menanggapi serius ancaman dari Tel Aviv serta siap berjuang dengan kemampuan yang dimilikinya. Abu Zuhri mengecam aksi bungkam pemerintah Arab terhadap blokade di Gaza. Pemimpin Otorita Palestina, Mahmoud Abbas terlibat dalam kasus ini, karena ia juga bersikap seperti pemerintah Arab lainnya.

Pemimpin Otorita Palestina, Mahmoud Abbas, yang musuh Hamas, Selasa (23/12) bertemu Presiden Mesir, Hosni Mubarak membahas transformasi terbaru Palestina. Abbas dan Mubarak hari ini dijadwalkan akan melakukan pertemuan di Kairo guna membahas upaya kedua pihak terkait dialog nasional di Palestina. Abbas dalam kesempatan tersebut dijadwalkan akan membicarakan hasil lawatannya ke Washington dan Moskow.(wsm/ktp/kr)


Badai Matahari Tak Menyebabkan Kiamat

Jakarta, CyberNews. Badai matahari, suatu fenomena yang diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012, tidaklah berakibat kiamat, kata Pakar Antariksa dari LAPAN, Dr Thomas Djamaluddin.

Tahun 2011-2012, diakui Djamal, di Jakarta, Selasa, adalah puncak aktivitas matahari yang mempunyai periode sekitar 11 tahun, jadi puncak aktivitas matahari pernah terjadi pada 1979, 1989, dan 2000.


Pada saat puncak aktivitas itu, bintik matahari meningkat jumlahnya akibat aktivitas magnetiknya dan mendadak berpengaruh terhadap ruang antar planet.

Pada saat-saat itu frekuensi kejadian lontaran partikel berenergi tinggi dan emisi gelombang elektromagnetik berupa percikannya juga meningkat.

Namun menurut dia, badai matahari merupakan bagian dari cuaca di antariksa yang mirip dengan cuaca di bumi, hanya saja sifatnya berbeda.

Ia menjelaskan, badai matahari tidak berdampak langsung pada manusia, namun tetap berdampak pada benda-benda astronomi yang berada di sekitarnya.

Gangguan yang perlu dicermati menurut dia, hanya pada sistem teknologi yang ditempatkan di antariksa seperti satelit komunikasi dan navigasi serta sistem teknologi di bumi yang rentan terhadap induksi partikel energetik dari matahari yang masuk ke bumi lewat kutub.

Bila terjadi badai matahari potensi bahaya hanyalah kemungkinan rusaknya atau terganggunya satelit yang mengakibatkan antara lain gangguan telepon, siaran TV yang memanfaatkan satelit, serta jaringan ATM.

Selain itu, navigasi pada sistem penerima global positioning system (GPS) frekuensi tunggal dan siaran radio gelombang pendek juga bakal terganggu akibat adanya gangguan ionosfer.

(wsm/ktp/smc)


12.23.2008

Aktivis Malaysia Batalkan Demo Telanjang

Kuala Lumpur, CyberNews. Para aktivis Malaysia yang mengancam akan telanjang bulat dan menguntit seorang menteri besar negara bagian untuk memprotes kenaikan sewa rumah, kini akan tetap berbusana menyusul dicapainya kesepakatan.

Badrul Hisham Mohammad Hanafiah, pejabat ketua umum Gerakan Reformasi Rakyat Malaysia (Reformis), menyatakan kesepakatan dicapai dengan Menteri Besar Selangor, Khalid Ibrahim, untuk mempertahankan tarif sewa sebelumnya. "Kami menyetujui sepenuhnya keputusan pemerintah Selangor dan berharap agar kekeliruan seperti ini tidak berulang lagi," katanya kepada kantor berita Bernama.


Kelompok itu, yang anggotanya para pria berusia 33 hingga 50 tahun, telah mengancam akan mengikuti ke mana pergi Khalid dan melucuti pakaian mereka di depan sang menteri besar untuk memperlihatkan kenaikan tarif sewa "akan membuat mereka telanjang bulat."

Mereka memprotes keputusan negara bagian itu pada Juli lalu yang menaikkan sewa rumah murah menjadi dua kali lipat di negara bagian yang dikuasai oposisi itu, dari 124 ringgit atau sekitar Rp 375.000 per bulan. Partai Islam PAS, yang menjadi bagian aliansi oposisi, mengecam rencana itu, dengan pemimpin spiritualnya Nik Abdul Aziz, menyatakan hanya orang yang tak beradab yang melakukan aksi seperti itu.

*Astaghfiruulah....pa ni tanda - tanda kehancuran zaman yang akan berakhir...
(wsm/ktp/sm)


Mengajak Kaum Nasrani Ke Surga Di Bulan Desember


Salah satu karakter da’wah Islam ialah Rahmatan Lil’aalamiin (Rahmat bagi semesta alam). Da’wah Islam merupakan ajakan kepada segenap umat manusia, bukan untuk kalangan atau kelompok tertentu saja. Ia bukan seruan yang ditujukan hanya untuk bangsa Arab. Ia merupakan penyebarluasan rahmat Allah ta’aala bagi manusia. Manusia manapun yang menyambut Da’wah Islam akan memperoleh ketenteraman. Suatu ketenteraman dalam arti sesungguhnya.


Kehadiran aktifitas Da’wah Islam menyebabkan umat manusia memiliki harapan. Sebab dengan hadirnya Da’wah Islam manusia menjadi berpeluang untuk hidup di bawah tuntunan wahyu ilahi. Ia menjadi terarah menuju jalan keselamatan di dunia maupun akhirat. Tanpa Da’wah Islam manusia akan berjalan dalam kegelapan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Dan agar kita benar-benar menjadi bagian yang turut menyebarluaskan rahmat bagi semesta alam, maka tidak bisa tidak jalan yang mesti ditempuh adalah jalan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Sebab beliau-lah teladan utama dalam berperan sebagai rahmatan lil’aalamiin.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya ayat 107)


Berdasarkan keteladanan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam aktifitas Da’wah Islam memiliki spektrum yang sangat luas. Da’wah Islam membentang dari sekedar tersenyum hingga mengangkat senjata (al-Jihad fii sabilillah). Semua kegiatan yang ada di antara kedua kutub spektrum tadi merupakan aktifitas Da’wah Islam yang merefleksikan Islam sebagai rahmatan lil’aalamiin. Artinya, setiap gerak-gerik seorang Muslim seyogyanya merupakan ekspresi semangat mengajak manusia ke jalan keselamatan dunia dan akhirat. Seorang Muslim belum sempurna penghayatan akan Islam sebagai rahmatan lil’aalamiin bilamana ia mengembangkan toleransi kepada orang non-Islam alias kafir namun ia tidak pernah sesaatpun berfikir dan berupaya mengajaknya ke jalan Islam. Disinilah relevansi ucapan da’wah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam yang begitu ringkas, jelas, tegas sekaligus penuh cinta kasih:

أَسْلِمْ تَسْلَمْ

”Aslim Taslam (= masuk Islamlah engkau, niscaya engkau bakal selamat di dunia dan akhirat’).” (HR Ibnu Majah 1/95)


Nabi shollallahu ’alaih wa sallam senantiasa bersegera mengajak manusia ke dalam agama Allah ta’aala. Beliau tidak pernah ragu sedikitpun ketika melakukan Da’wah Islam. Sebab beliau sangat yakin hanya dengan ni’mat Iman dan Islam sajalah seseorang bakal meraih keselamatan hakiki di dunia maupun di akhirat. Bahkan inilah yang menjadi obsesi utama beliau dalam hidup di dunia fana ini.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ

”Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu.” (QS AtTaubah ayat 128)


Saudaraku, andai setiap Muslim apalagi aktivis Da’wah benar-benar mengikuti jejak langkah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, niscaya kita tidak akan menyaksikan kelemahan mental dan inferiority melanda kaum muslimin. Dan jika kaum muslimin telah secara aktif, tegas sambil penuh kearifan dan kasih-sayang mengajak kaum kafir dewasa ini untuk mengenal serta memeluk Islam, niscaya laju gerakan pemurtadan kaum kafir tidak akan segencar seperti yang kita lihat sekarang.

Wahai ummat Islam, sudah tiba masanya bagi kita ummat Islam untuk meluruskan makna Islam sebagai agama rahmatan lil’aalamiin. Ia bukan bermakna sikap toleran sedemikian rupa sehingga menyebabkan seorang Muslim tidak kunjung mengajak orang-orang di luar Islam memeluk ajaran Allah ta’aala. Ia bukan bermakna sedemikian rupa menghargai agama lain sehingga orang-orang di luar Islam semakin yakin bahwa agama merekalah yang benar dan agama Islam yang salah.


Makna Islam sebagai agama rahmatan lil’aalamiin ialah menjadikan setiap diri kita kaum muslimin bersemangat menyelamatkan manusia dari kelaliman dan kesesatan berbagai agama-agama menuju keadilan dan kelurusan agama Islam. Makna Islam sebagai agama rahmatan lil’aalamiin ialah menjadikan setiap diri kita kaum muslimin bersemangat menyelamatkan manusia dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Rabb Tunggal manusia, yaitu Allah ta’aala.

Makna Islam sebagai agama rahmatan lil’aalamiin ialah menjadikan setiap diri kita kaum muslimin bersemangat menyelamatkan manusia, khususnya kaum Nasrani, dari meyakini bahwa Isa ’alaihis-salam (Yesus, kata mereka) merupakan Tuhan atau anak Tuhan kepada keyakinan bahwa ia adalah seorang Nabi Allah yang diutus untuk mengajak manusia menghamba hanya kepada Allah ta’aala, tuhan Nabi Isa ’alaihis-salam dan tuhan kita bersama.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah: Dialah Allah ta’aala Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatupun yang bisa menyerupaiNya.” (QS Al-Ikhlash ayat 1-4)

Alangkah zalimnya seorang Muslim yang sejak kecil sudah hafal ayat-ayat di atas, lalu saat tibanya bulan Desember setiap tahun ia malah mengucapkan ”Selamat Natal” kepada kaum Nasrani. Kita semua tahu bahwa makna kata ”Natal” sama dengan ”Maulid” (hari kelahiran). Sedangkan kelahiran yang mereka rayakan ialah kelahiran Yesus sebagai Tuhan atau sebagai anak Tuhan, menurut mereka. Maka bila pada hari tersebut kita justru mengucapkan ”selamat” bukankah ini suatu kebohongan yang nyata? Lalu apa yang semestinya kita ucapkan?

Saudaraku, inilah saatnya kita buktikan di hadapan Allah ta’aala bahwa kita meyakini hanya Allah ta’aala-lah Tuhan Yang Maha Esa. Dan bahwa hanya Islam-lah jalan keselamatan. Inilah saatnya kita menyebarluaskan rahmat bagi semesta alam. Untuk itu tidak bisa tidak jalan yang mesti ditempuh adalah jalan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Sebab beliau-lah teladan utama dalam berperan sebagai rahmatan lil’aalamiin. Marilah kita coba menjalankan sunnah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dengan menyampaikan kepada kaum Nasrani di bulan Desember tahun ini kalimat yang jelas, ringkas lagi penuh kasih sayang:

أَسْلِمْ تَسْلَمْ

”Aslim Taslam (= masuk Islamlah engkau, niscaya engkau bakal selamat di dunia dan akhirat’).” (HR Ibnu Majah 1/95)


Ingatlah saudaraku, seorang Muslim tidak dibenarkan ingin masuk surga sendirian tanpa peduli dengan orang-orang lainnya. Satu-satunya tiket atau undangan untuk masuk surga ialah syahadatain atau dua kalimat syahadat. Maka marilah kita coba membagi ni’mat Iman dan Islam ini kepada orang-orang yang selama ini tidak pernah merasakan manisnya Iman dan Islam seperti yang selama ini kita rasakan.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS Taha ayat 25-28)...(wsm/ktp/em)


Humayra : Tradisi Kawin Paksa Bangladesh

Kasus "kawin paksa" atau perjodohan oleh orang tua masih mendominasi kasus-kasus keluarga di Bangladesh. Selama sembilan bulan terakhir, sepanjang tahun 2008, Unit Khusus di pemerintahan Bangladesh yang mengurusi kasus-kasus kawin paksa menerima sekitar 1.308 penelpon yang melaporkan kasus kawin paksa.


Kasus Doktor Humayra Abedin membuat persoalan kawin paksa yang masih menjadi tradisi masyarakat Bangladesh kembali mencuat. Kasus ini sampai ke pengadilan di Bangladesh dan melibatkan Kepolisian Metropolitan, Inggris. Humayra yang sedang mengikuti pelatihan di London Timur, diduga telah ditipu, disekap, dianiaya oleh keluarganya sendiri dan dipaksa untuk menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya.

Humayra dihubungi keluarganya pada bulan Agustus lalu agar segera pulang ke Bangladesh karena ibunya sakit keras. Namun lewat pesang sms ke salah seorang sahabatnya, Humayra mengatakan bahwa hidupnya dalam bahaya dan ia meminta pertolongan. " Mereka mengurun saya di dalam rumah. Pekerjaan saya terbengkalai. Mereka membuat hidup saya seperti neraka. Tolonglah saya," tulis Humayra dalam sms-nya.

Menurut laporan-laporan yang beredar, keluarga Humayra yang Muslim tidak senang melihat Humayra menjalin hubungan khusus dengan seorang pria Hindu di London. Oleh sebab itu, keluarga Humayra menyiapkan perkawinan Humayra dengan seorang pria Muslim yang belum dikenalnya.

Kasus ini pun sampai ke pengadilan. Mahmoud Hossain, hakim pengadilan di Dhaka, ibukota Bangladesh, memenangkan Humayra dan memerintahkan orang tua Humayra untuk mengembalikan paspor, surat izin mengemudi dan kartu kredit milik puterinya. "Sangat mengherankan, mengapa orang tuanya mengurung dan ikut campur kehidupan pribadi anaknya," kata hakim Hossain dalam putusannya tanggal 15 Desember kemarin.

Humayra menyatakan sangat bahagia dengan putusan pengadilan dan mengaku tidak dendam dengan keluarganya. "Biar bagaimanapun mereka orang tua saya. Saya berterimakasih untuk semua orang yang telah mendukung dan membantu saya," kata Humayra yang saat ini berusia 33 tahun. Dengan putusan itu, Humyra bisa kembali ke Inggris.

Lain halnya dengan keluarga Humyra yang tidak terima dengan putusan pengadilan. Ayah Humayra marah saat mendengar putusan pengadilan, hingga harus dibantu saat meninggalkan ruang pengadilan. "Saya dan istri saya tidak berbuat salah. Dia (Humayra) tidak disekap, semua tuduhan ini tidak benar," ujar ayah Humayra.

Tapi kekasih Humayra, seorang teknisi software berusia 44 tahun yang juga berasal dari Bangladesh mengaku bahwa keluarganya di Bangladesh juga mendapat teror berupa ancaman akan dibunuh dan ia menduga ancaman itu ada kaitannya dengan kasus Humayra.

Kepolisian Metropolitan London sebenarnya sudah menyelidiki kasus ini sejak bulan Juni lalu, ketika Humayra juga diduga disekap oleh ibu dan pamannya di London. Sebelum pengadilan Bangladesh memutuskan kasus Humayra, pengadilan tinggi London mengeluarkan peraturan baru tentang kawin paksa atau Force Marriage Act yang digunakan sebagai dasar hukum untuk memerintahkan agar Humayra dibolehkan pulang ke Inggris. Meski tidak memiliki kekuatan hukum di Bangladesh, undang-undang baru ini ternyata berhasil menekan otoritas hukum di Bangladesh agar memenangkan Humayra. (wsm/ktp/em)


Letusan Vulkanik Dinginkan Kawasan Tropis

Paris, CyberNews. Berbagai letusan vulkanis secara periodik telah mendinginkan kawasan tropis dalam periode 450 tahun dengan menyemburkan partikel yang menyelubungi dunia pada ketinggian dan memantulkan sinar matahari.

Riset itu menambahkan sebuah bukti regional pada penelitian sebelumnya yang menemukan berbagai letusan besar, seperti letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda pada 1883 dan Gunung Huaynaputina di Peru pada 1600, memberikan kontribusi pada pendinginan dengan skala global.


Trio ilmuwan yang dipimpin Rosanne D'Arrigo dari Observatorium Bumi Lamont-Doherty di Palisades, New York, mengamati pada temperatur lautan pada sabuk yang merentang dari 30 derajat Lintang Selatan dan 30 derajat Lintang Utara.

Mereka menyusun catatan suhu pada hampir setengah milenium silam dari tiga sumber, yakni inti es, lingkaran pohon dan terumbu karang. Mereka menemukan periode terpanjang pendinginan permukaan laut hingga pada kedalaman satu meter yang berlangsung pada awal abad 1800 menyusul letusan Gunung Tambora di Indonesia.

Menurut Survei Geologi AS letusan paling terkuat yang tercatat dalam sejarah adalah letusan Gunung Tambora pada 1815 yang menyemburkan 50 kilometer kubik magma.

Namun demikian, hubungan antara aktivitas gunung berapi dan permukaan lautan yang lebih dingin melemah pada abad 20, tampaknya akibat pemanasan global dari pembakaran fosil, kata para peneliti, sebagaimana dilaporkan AFP.

Pendorong perubahan iklim

Pengkajian lainnya, juga disiarkan secara online pada jurnal Nature Geoscience, menunjuk pada pendorong perubahan iklim yang tak dikenali sebelumnya.

Pertanian dengan menggunakan bahan kimia secara besar-besaran akan memicu pelepasan karbon dioksida (CO2) dari sungai-sungai, kata Henry Wilson dan Marguerite Xenopoulos dari Universitas Trent di Ontario, Kanada.

Para peneliti memeriksa material yang mengandung karbon dan organik yang sudah larut di 34 sungai di Ontario. Beberapa sungai itu kondisinya masih alami dan sungai lainnya tercemar berat dengan bahan kimia pertanian, seperti pupuk, insektida dan herbisida.

Polusi dari bahan kimia ini berarti material organik tersebut lebih mungkin melepaskan karbonnya ke atmosfir, pengkajian itu menemukan. "Faktor ini harus dipertimbangkan para pengamat iklim," kata pengkajian itu.

(wsm/ktp/sm)


12.22.2008

Sebuah Masjid di Prancis Dibakar



Ratusan orang dari berbagai penganut agama di Prancis menggelar unjuk rasa, memprotes aksi pembakaran sebuah masjid di Saint-Priest, pinggiran kota Lyon. Organisasi-organisasi Islam dan sejumlah politisi termasuk Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy mengecam tindakan tersebut dan menyerukan aparat kepolisian untuk menangkap pelakunya.


"Mobilisasi ini menunjukkan bahwa komunitas Muslim menolak diperlakukan seperti ini," kata Pimpinan Masjid Agung Lyon, Kamel Kabtane di sela-sela aksi.

Peristiwa pembakaran masjid itu terjadi hari Sabtu (20/12) dini hari, sebelum waktu salat subuh. Serangan itu menyebabkan kerusakan di bagian pintu masuk dan dinding masjid, termasuk sejumlah buku yang tidak sempat diselamatkan saat insiden terjadi.

Sarkozy menyebut insiden itu sebagai tindakan yang memalukan, sementara sejumlah politisi dan organisasi Islam di Prancis menyebutnya sebagai tindak kriminal.

Pimpinan dewan komunitas Muslim di Lyon, Azzedine Gacci mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir terjadi sekitar 10 kasus Islamofobia di Prancis. Salah satunya, perusakan makam-makam Muslim di pemakaman militer Arras, di utara Prancis.

Gacci menyerukan seluruh agama menggelar aksi massa nasional untuk mengecam segalam bentuk Islamofobia, termasuk tindakan rasis dan anti-Semit. Sementara Menteri Dalam Negeri Prancis Michele Alliot mengatakan, polisi Prancis sedang menyelidiki kasus ini tapi belum menemukan petunjuk siapa pelakunya. (ln/nztv)


Pemerintah Jepang Mulai Lirik Perbankan Syariah


Awal Desember ini, Financial Services Agency (FSA)--institusi keuangan terbesar di Jepang mengeluarkan peraturan keuangan baru untuk bank-bank di negera itu, yaitu adanya pelayanan operasi perbankan syariah. Belakangan ini, perbankan syariah di Jepang meningkat pesat sampai 1 trilyun dollar AS. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat mencapai 4 trilyun dollar AS.


Sebenarnya angka perbankan syariah di Jepang ini merupakan usaha FSA. Tahun lalu, pemerintah Jepang mulai mempromosikan sistem perbankan syariah sebagai sebuah metode dalam membangun pasar perbankan Asia. Ketika terjadi resesi dunia dalam tiga bulan terakhir ini, perbankan Jepang tidak terlalu kolaps.

Cara Jepang ini mulai diikuti oleh negara-negara lain. Inggris dan Singapura adalah dua di antaranya.(sa/inu)


Masa Depan Muslim AS?


Meski disepelekan, Muslim AS ikut berperan besar dalam kemenangan Barack Obama dalam pemilu presiden AS kemarin.

Survei yang dilakukan The American Muslim Taskforce on Civil Rights and Election menunjukkan hampir 95 persen warga Muslim AS yang terdaftar sebagai peserta pemilu.

Dari jumlah itu, Barack Obama mendapatkan 89 persen suara warga Muslim sedangkan rivalnya, John McCain hanya mendapatkan kurang dari 2 persen suara warga Muslim. Survei itu juga menunjukkan bahwa mayoritas Muslim AS cenderung menyebut dirinya sebagai orang Demokrat dan hanya empat persen yang menyatakan dirinya sebagai Republikan


Meski jumlahnya relatif kecil antara 7 sampai 8 juta orang, Muslim AS berkeinginan untuk memainkan peran dan memberikan pengaruh yang lebih besar dab efektif dalam bidang sosial dan politik di negeri yang sedang dilanda krisis ekonomi terburuk itu. Hal itu sudah dibuktikan dengan terpilihnya dua Muslim AS sebagai anggota Kongres AS. Yang pertama Keith Ellison, mewakili negara bagian Minnesota. Disusul kemudian oleh Andre Carson dari Indiana.

Di tengah kehidupan masyarakat AS yang masih begitu kental dengan rasialisme, keinginan Muslim AS untuk bisa lebih diterima dalam kehidupan sosial dan politik di negeri itu adalah keinginan yang wajar. Bola sudah digelindingkan, tapi sejauh mana politik AS membuka ruang bagi eksitensi warga Muslim dan apa modal Muslim AS untuk lebih menguatkan posisinya dalam kancah politik di Negeri Paman Sam itu?

Muslim AS, Antara Penerimaan dan Penolakan

Tingginya tingkat keikutsertaan mereka dalam pemilu dan terpilihnya dua Muslim AS sebagai anggota Kongres menjadi menjadi bukti bahwa Muslim AS memiliki kepedulian yang tinggi terhadap wacana politik di negeri itu.

"Pada dasarnya, Muslim Amerika terlibat dalam proses politik dengan dua cara. Sebagian ikut masuk dalam sistem, misalnya mereka yang memilih menjadi aktivis partai-partai politik. Dan sebagian lagi memilih berada di luar sistem," kata Shaheed Amanullah, analis politik terkemuka di AS.

Amanullah mencontohkan Ellison dan Carson sebagai sosok Muslim AS memilih terlibat dalam partai politik. "Mereka yang melibatkan diri ke dalam sistem, lebih menitikberatkan pada proses dalam politik dan bukan pada isu-isu politik. Mereka meyakini, jika sebagai Muslim mereka juga ikut serta dalam proses politiknya maka mereka bisa melakukan perubahan daripada cuma melakukannya dari luar sistem," papar Amanullah.

"Sedangkan mereka yang berada di luar sistem, cenderung terorientasi dan termotivasi oleh isu-isu tertentu saja," sambungnya.

Kenneth Warren, Direktur Warren Poll of American Politics berpendapat, keterlibatan Muslim AS dalam proses politik tidak lepas dari keinginan untuk mendapatkan pengakuan dan hal ini berlaku bagi seluruh kelompok masyarakat di AS apapun latar belakang agamanya.

"Kita adalah masyarakat yang berorientasi pada pengakuan. Adalah hal yang normal jika Anda membutuhkan pengakuan itu . Dalam konteks Muslim yang bekerja untuk para politisi, saya pikir menjadi seorang Muslim bisa sangat membantu atau bisa juga akan sangat menyakitkan. Mereka akan mendapatkan pekerjaan itu, jika mereka punya kemampuan untuk melakukannya," jelas Warren.

Warren yang profesor bidang administrasi hukum di College of Education and Public Services, St Louis University mengatakan, seperti warga minoritas lainnya di AS, komunitas Muslim harus berasimilasi ke dalam masyarakat AS tanpa harus melanggar prinsi-prinsip agama Islam atau kehilangan tradisi dan akar budaya mereka. "Jika ini asimilasi ini berhasil, mereka bisa dengan sukses melibatkan diri ke partai-partai politik, ke para pejabat terpilih dan ikut berkampanye," ujarnya.

Ditanya lebih lanjut apakah Muslim yang ingin terlibat langsung dalam proses politik harus menempatkan "isu-isu Muslim" misalnya tentang Palestina, sebagai prioritasnya atau lebih memilih isu-isu yang umum seperti masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan masyarakat dan sejenisnya, Warren berpendapat bahwa apa yang menjadi prioritas tergantung pada kecenderungan politik masing-masing individu dan bagaimana individu yang bersangkutan melihat diri mereka sendiri.

"Teman-teman Yahudi saya yang liberal, semuanya mendukung Bush karena sikap pro-Israelnya. Itu cuma satu-satunya isu dan saya pikir, Muslim juga bisa mengarahkan politik ke satu isu seperti orang-orang Yahudi yang begitu pro-Israel, menggalang kesatuan dengan satu tujuan yang sama," tutur Warren.

Ia melanjutkan,"Saya pikir, dan ini cuma pendapat saya, ada beberapa komunitas Muslim yang berusaha untuk mempengaruhi posisi AS dalam isu Muslim tertentu, misalnya masalah Palestina. Tapi tindakan itu bisa menjadi sebuah kesalahan karena menurut saya, kelompok yang hanya mengedepankan satu kepentingan saja akan kehilangan rasa hormat."

Ia mencontohkan presiden terpilih Barack Obama yang tidak cuma mengedepankan agenda-agenda warga kulit hitam AS dan rakyat Amerika menghormati Obama karena sikapnya itu.

Persatuan, Kunci Kekuatan

Warga Muslim seperti juga warga minoritas lainnya di AS secara politik dipengaruhi oleh porsi jumlah mereka di berbagai negara bagian dan wilayah kota. Contohnya warga Yahudi, karena di New York terdapat sekitar dua juta warga Yahudi, para politisi Yahudi di wilayah ini bisa dengan sangat agresif mengedepankan sikap pro-Israel di semua front. Hal semacam ini tidak terjadi di area-area yang jumlah warga Yahudi sedikit.

Di wilayah-wilayah yang menjadi basis masyarakat AS keturunan Irlandia, para politisinya juga bisa dengan agresif mempromosikan ideologi republik ala orang Irlandia dan menyatakan sikap yang radikal dalam isu-isu terkait konflik Anglo-Irlandia. "Ini bisa terjadi karena tingginya konsentrasi warga Amerika-Irlandia di distrik-distrik yang menjadi basis mereka. Dan ini adalah fakta politik di AS.

"Berbeda dengan sistem di Inggris Raya, jika Anda terpilih Anda bisa menyatakan diri mewakili warga Muslim karena kesempatan yang Anda punya sebagai orang yang berasal dari sebuah distrik dimana terdapat banyak populasi Muslimnya," kata Amanullah.

Seorang Muslim di AS yang terpilih di distrik-distrik seperti yang Keith Ellison, harus ingat bahwa ia terpilih untuk melayani warga di distrik mereka dan bukan untuk mengedepankan isu-isu yang terkait dengan identitas mereka sendiri.

Tapi dengan makin besarnya populasi Muslim di AS, akan muncul kesadaran yang tinggi di kalangan Muslim AS untuk berpolitik dan akan muncul organisasi-organisasi politik Muslim di tengah masyarakat. Warga Muslim akan berperan untuk membentuk masa depan AS baik dari sisi kebijakan dalam negeri maupun luar negeri.

Apalagi sejumlah studi menunjukkan bahwa suara warga Muslim sekarang ini makin keras terdengar dibandingkan sebelumnya dan itu membuka kesempatan bagi Muslim Amerika untuk lebih menunjukkan perannya dalam menentukan arah negara AS dan menjadi komunitas yang diperhitungkan di tengah beragamnya masyarakat AS. (wsm/ktp/EM)