Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

7.11.2008

Ambil Emasnya Buang Sampahnya

Semakin hari, kehidupan mestinya berjalan semakin mudah. Karena banyak fasilitas yang bisa kita gunakan untuk memudahkan aktifitas kehidupan kita. Termasuk diantaranya dalam hal belajar. Untuk mempelajari ilmu tertentu, kini kita tak mesti pergi jauh-jauh dari rumah. Di rumah pun, kita bisa memperoleh ilmu dengan cara membaca, mendengarkan kaset ceramah atau cd. Buku-buku mudah didapatkan, atau kalau tidak, kita bisa mendownload (ngunduh) buku- buku bermanfaat dari internet. Program belajar jarak jauh, bertanya tentang suatu permasalahan agama pun bisa jadi lebih praktis, tak harus pergi ke rumah ustadz atau pengajar. Tinggal memencet tombol dengan mudah kita bisa menanyakan permasalah agama pada ustadz yang kita inginkan via telpon genggam. Itu kalau ustadznya mau jawab, atau memang punya pulsa. ............



Pelajaran agama melalui internet juga bisa dinikmati. Belajar agama jadi lebih mudah.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa teknologi memang sebuah nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Namanya nikmat mesti disikapi dengan benar. Nah, sikap yang benar dalam menghadapi nikmat adalah dengan bersyukur kepada Allah.

Gunakanlah tekhnologi dalam hal yang dibenarkan dan diridhai oleh Allah. Karena bagaimanapun sebuah teknologi ibarat pisau yang bisa digunakan untuk hal yang baik maupun hal yang buruk. Internet misalnya, bisa saja digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti mencari makalah-makalah kajian, mencari terjemahan buku-buku keislaman, kitab-kitab para ulama, dan ceramah-ceramah keagamaan, bahasa arab maupun mengambil hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupan duniawi kita. Semua tadi tentu bermanfaat. Namun bisa juga menjadi hal yang buruk dan membuahkan dosa. Seperti mencari situs-situs yang berisi maksiat, atau menebarkan fitnah pada sesama muslim, membuat susah muslim lain, menyebarkan pemikiran sesat dan lain sebagainya.

Pendek kata, ada banyak hal yang bisa digali dengan internet. Bisa emas yang kita dapatkan namun bisa juga sampah. Tinggal kita yang memilih. Sebagaimana amalan ketaatan dan dosa pun merupakan hal yang bisa dipilih oleh manusia. Tentu saja setiap pilihan ada risiko dan balasan yang akan diterima. Amalan ketaatan tentu akan berujung pada pahala dan ridha Allah. Sebaliknya, amalan kejahatan hanya akan berujung pada dosa dan murka Allah. Di samping itu, amalan ketaatan pun akan menyebabkan hati menjadi berbunga bahagia, dada lapang dan umur yang berkah. Sebaliknya, amalan dosa membuahkan kesempitan dada, kesedihan hati dan banyak akibat buruk yang lain.

Artinya, teknologi tak selalu membuat manusia jadi senang. Tergantung pada penggunaannya. Bila digunakan untuk ketaatan pada Allah, maka tekhnologi itu akan membawa pada kebahagiaan. Sebaliknya, bila digunakan untuk kejelekan, kita malah jadi susah. Menggunakan teknologi untuk hal-hal yang maksiat bukanlah hiburan, walaupun para penggunanya bilang kalau itu adalah hiburan. Percaya deh, maksiat tak kan membuat hati terhibur. Bahkan sebaliknya, maksiat membuat hidup susah dan hati jadi hancur.


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda