Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

7.11.2008

Puas dengan Bagian

Pepatah Jawa bilang Nrimo ing pandum, artinya menerima apa saja yang menjadi bagiannya. Dalam padanan Arab pepatah itu berarti qana'ah. Orang yang memiliki sifat qana'ah selalu puas dengan yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya. Eh… tapi bukan berarti tidak memiliki ambisi lho!

Qana' ah disini lahir sebagai perwujudan dari keimanan yang mantab. Entah itu keimanan kepada Allahl, Hari akhir, atopun keimanan kepada takdir yang baik maupun buruk.

Sikap qana'ah bagi seorang muslim semua baik. Ketika dia dicoba dengan kekurangan dalam materi ia pun bersabar dan menerima bagiannya dengan bersyukur. Ketika mendapat musibah yang kurang meng-enakkan, ia menerima dengan lapang dada. Ketika ditimpa kemalangan, ia tak pernah mengeluh, apalagi mencaci, semuanya jauh darinya. Yang jelas sikap qana'ah ini lahir dari pribadi sesuai dengan kadar imannya. Semakin kuat iman, qana'ah yang dimiliki semakin besar. Begitu sebaliknya.

Agar Tetep Qana'ah............



Tapi, tak gampang lho untuk memperoleh akhlak mulia ini. Meski begitu, kamu jangan takut. Ada tips yang bias kamu jalanin agar kita memiliki sikap qana'ah;

Berilmu agama. Ini menjadi modal awal kita. Kita yang berilmu bakal mengetahui hakekat dunia, menyingkap tabir raha-sianya serta bahaya yang timbul jika terlalu berorientasi pada dunia. Dengan ilmu ini kita bisa lebih cenderung kepada akhirat. Bukankah Allah subhanahu wa ta'ala telah mengata-kan,

"….Dan sungguh akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa." (Al An'am: 32)

Paham Qadha dan Qadar. Kita yang tahu dengan pasti apa itu qadha dan apa itu qadar akan bisa bersikap ridha dan menerima segala ketetapan Allahluntuk kita.

Kekang nafsu dengan sabar. Sikap selalu tidak puas dengan bagiannya lahir dari nafsu dan syahwat yang tak terkendali. Ini sesuai dengan karakter nafsu itu sendiri selalu memerintahkan kepada yang jahat. Untuk mengalahkannya perlu tekad kuat dan kesabaran untuk menundukkannya.

Berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar diberi sikap qana'ah dan ditolong untuk mendapat-kannya.

Menjauhi orang-orang yang suka mengeluh. Paling tidak, berkumpul dengan orang-orang yang suka mengeluh dan merasa tidak puas akan mempengaruhi kamu.

Mengambil pelajaran dari keadaan orang-orang yang lemah. Bagaimanapun kurang-nya kita, pastilah ada yang lebih minus keadaannya dari diri kita. Karenanya, dengan memperhatikan keadaan orang-orang yang kondisinya di bawah menjadikan diri kita sadar akan keagungan nikmat Allahl.
Begitulah, sikap qana'ah lahir dari hal-hal tersebut. Dengan begitu, rezeki dan penghidupan lain akan diterima tanpa rasa kurang. Seberapa pun besarnya kita tetep puas dengan bagian itu.


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda