Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

5.13.2009

Anak-anak Sekarang Dininabobokan Permainan Modern

Yogyakarta, CyberNews. Anak-anak sekarang sudah dininabobokan dengan permainan-permainan modern yang berbau IT seperti PS atau sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menonton televisi, sehingga dolanan anak-anak yang dahulu demikian populernya sudah ditinggalkan.

Akibatnya waktu untuk bermain bersama temannya berkurang. Di kota-kota besar tampaknya sekarang rumah begitu padatnya, sehingga mencari tanah lapang yang biasa untuk berkumpul anak-anak sudah tidak seperti dulu lagi.
Demikian dikatakan Ketua Panitia Lomba Dolanan Anak Kusnadi MPd, di sela-sela lomba di Stage Tejokusumo FBS. Lomba dolanan itu diikuti oleh 10 kelompok TK dilingkungan DIY.

Lebih lanjut dikatakan, pengaruh dolanan anak terhadap pendidikan, pada umumnya dolanan anak adalah sesuatu yang biasa dialami anak dalam kehidupan sehari-hari. Jadi tema-temanya adalah tema di sekitar anak-anak seperti binatang, tumbuh-tumbuhan, dan lainnya yang mereka alami sehari-hari.

Nilai-nilai pendidikan, kebersamaan, kesetiakawanan bisa diperoleh lewat dolanan anak. Yang paling menonjol adalah nilai-nilai kebersamaan. Karena dolanan-dolanan modern pada umumnya sifatnya individualisme.

''Dolanan anak seperti zaman dulu ketika rembulan datang anak-anak terus kumpul dan bermain bersama nampaknya sekarang sudah tidak mungkin. Setidak-tidaknya melalui lembaga-lembaga pendidikan, kita mencoba merevitalisasi lagi dolanan anak lewat sekolah TK atau PAUD seperti ini,'' ujarnya.


Dikatakan, di Jepang ternyata mereka mempunyai masalah yang sama dengan kita. Mainan tradisional di Jepang juga mulai ditinggalkan anak-anak. Pada umumnya di Asia Timur mempunyai dolanan-dolanan tradisional termasuk Jepang. Karena anak-anak lebih memilih permainan-permainan yang praktis yang tidak usah mencari teman kemana-mana, bisa dilakukan dirumah sendiri.

''Dolanan kaitannya dengan pengetahuan, bukan pengetahuan yang kita tonjolkan, ini adalah hal-hal yang bersifat afektif, perilaku, karena dolanan anak ini sifatnya sangat lokal dan sangat lekat dengan dunia mereka. Jadi bukan mentransfer nilai-nilai dari luar tapi inilah asli peninggalan nenek moyang yang nilainya sangat tinggi,'' lanjut dosen Pendidikan Seni Tari ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis UNY Saliman MPd, mengatakan lomba dolanan anak-anak tradisional itu diangkat kembali oleh UNY karena UNY merasa bahwa ada sesuatu yang hilang di antara kegiatan kita sehari-hari.

Akhir-akhir ini dengan perkembangan teknologi permainan dolanan anak menjadi suatu yang langka. Anak sekarang permainannya sudah tergantung pada IT seperti game atau televisi.

Dari lomba ini ada nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diangkat. Demikian juga nilai-nilai tanggung jawab, kejujuran, disiplin yang mungkin sudah hilang dari anak-anak kita.

(Bambang Unjianto /CN05)(wsm/kutip/suaramerdeka)


2 komentar:

Yuli Sectio Rini mengatakan...

ya anak-anak skr lebih banyak bermain dengan mainan yang sifatnya insividu, hal ini menyebabkan anak akan tumb uh menjadi pribadi yang hanya peduli dengn dirinya, dan kurang sadar akan lingkungannya. rasa tenggang rasa, solider, dan semacamnya akan terbang dari diri si anak.

Muamar R-Library mengatakan...

Setuju dengan Yuli Sectio Rini!

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda