Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

5.03.2009

Anak Cerdas Berawal dari Rumah

JAKARTA-- Anak belajar mengucapkan kata pertama, merangkak, berjalan hingga belajar sopan santun dan yang berkaitan dengan kecerdasan berawal dari rumah. Sebagai tokoh panutan utama, orangtua perlu memahami perkembangan otak si kecil.

Menurut dokter anak spesialis syaraf Fakultas Kedokteran Universitan Indonesia (FK-UI), Dr Dwi putro Widodo, SpA(K), proses perkembangan otak anak terbagi menjadi dua tahap yaitu pembentukan sinaps (koneksi) dan transmisi sel otak (komunikasi).

"Pada tahap pertama sel-sel otak membentuk sinaps, yaitu penghubung antara dua ujung sel-sel yang berbeda. Sedangkan tahap komunikasi adalah tahap dimana adanya penyampaian pesan antar sel otak. Fase ini adalah fase dimana proses pembelajaran dan daya ingat dimulai," paparnya.


Untuk mengoptimalkan proses perkembangan otak anak itutidak cukup dengan nutrisi saja tapi juga stimulasi.

Hal senada dituturkan Psikolog anak, Dr Rose Mini AP, Mpsi. Dia mengatakan, saat itu otak anak bagai spons baru yang mampu menyerap segala hal dengan cepat dan maksimal. "Untuk itu makin banyak pengalaman dan pembelajaran anak, maka makin banyak yang terserap dan anak akan tumbuh cerdas," ungkap psikolog yang disapa mbak Romi itu.

Namun orang tua harus pandai mengaturnya, tidak asal-asalan sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan kapasitasnya, lanjut Romi. Stimulus yang seimbang bagi otak kiri dan otak kanan akan membantu anak memiliki kemampuan yang seimbang juga antara kemampuan khas otak kiri dan kanan.

Bermain

Stimulus yang paling menyenangkan dan efektif bagi anak adalah dengan bermain. Dengan meluangkan waktu di tengah kesibukan orang tua dapat mengajak anak bermain, misalnya dengan bermain musik, bercerita atau melukis. Dengan melukis anak dapat mempelajari berbagai macam warna, sedangkan dengan bercerita atau membaca anak akan mempelajari banyak kosa kata.

"Biarkan anak memilih permainannya sendiri, dengan begitu anak akan mendapatkan berbagai pengalaman yang menarik rasa ingin tahunya," imbuh Romi.

Berikan juga anak permainan yang dapat membantu memaksimalkan kemampuan otak dan pikiran seperti permainan yang dapat mengenalkan perbedaan dan klasifikasi. Permainan building blocks atau permainan yang melatih kemampuan emosional dan imajinasi seperti alat musik, permainan yang melatih kemampuan logis dan akal seperti puzzle serta permainan yang dapat melatih konsentrasi dan ingatannya.

Menstimulasi anak dengan bermain sangat menyenangkan dan dapat membantu orang tua melihat kecerdasan pada anak-anaknya. Kemampuan orang tua melihat potensi dan bakat anak sangatlah penting karena masing-masing anak memiliki jenis kecerdasan berbeda.

Sementara itu, Motivator Gobind Vashdev menegaskan pentingnya orang tua menyadari besarnya peran mereka bagi perkembangan anak, terutama untuk perkembangan otak.

Dia memaparkan, untuk mencapai hasil yang optimal, orang tua pun perlu mengenali kekuatan dan kelemahan masing-masing, agar saling melengkapi dan membantu dalam memberikan stimulasi pada anak. Orang tua juga wajib mencari tahu perkembangan terbaru tentang nutrisi dan stimulasi yang baik bagi perkembangan anak. (cr1/rin)
(wsm/kutip/republika)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda