Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

5.27.2009

Kolonel Lebanon Dituduh Jadi Mata-mata Israel

Beirut, CyberNews. Seorang kolonel tentara Lebanon ditahan karena dicurigai menjadi mata-mata Israel, kata sumber keamanan pada Selasa (26/5).

Sumber itu menyatakan kolonel tersebut ditangkap pada pekan lalu dan diperiksa atas hubungannya dengan mata-mata Israel.

Lebanon menahan sekitar 30 tersangka, yang sumber keamanan katakan meluaskan pemeriksaan ke mata-mata Israel.

Sedikit-dikitnya, 21 tersangka sudah diperkarakan kata pihak berwenang. Israel sendiri belum menanggapi penahanan tersebut.

Pejabat Lebanon mempertontonkan "perangkat canggih" komunikasi dan peralatan lain, yang ditemukan di rumah atau kantor beberapa tersangka.

Lebanon menyatakan sedikit-dikitnya dua mata-mata lari ke Israel pada pekan lalu dan sudah meminta Israel menyerahkan mereka.

Sayid Hassan Nasrallah, pemimpin kelompok Islam Libanon Hizbollah dukungan Iran dan Suriah, pada pekan lalu menyeru hukuman mati bagi semua tersangka, yang terbukti menjadi mata-mata Israel.

Pejabat tinggi keamanan Lebanon menyatakan penangkapan itu merupakan pukulan telak bagi jaringan mata-mata Israel di Libanon.

Mereka menyatakan banyak dari tersangka itu memainkan peran kunci dalam mengenali sasaran Hizbollah, yang dibom dalam perang 34 hari antara Israel dengan kelompok Syiah tersebut pada 2006.

Tersangka lain dituduh memantau pejabat penting Hizbollah dan sedikit-dikitnya, satu dinyatakan memainkan peran dalam pembunuhan seorang pemimpin kelompok itu pada 2004.

Pihak berwenang Libanon pada pekan kedua Mei menangkap tiga orang, termasuk dua bersaudara, atas tuduhan menjadi mata-mata Israel, sehingga jumlah orang yang ditahan dengan tuduhan tersebut pada 2009 menjadi 16 orang saat itu, kata pejabat keamanan.

Kedua bersaudara itu diperiksa dan rumah mereka digeledah, kata pejabat tersebut kepada kantor berita Prancis AFP, dengan menambahkan bahwa mereka ditahan di kota Ghaziye di dekat kota pelabuhan Sidon, Lebanon selatan.

Tersangka ketiga ditangkap dengan tuduhan menjadi mata-mata di Lebanon selatan, kata pejabat itu, yang tidak bersedia dikenali.

Petugas keamanan sejak Januari menangkap hampir 20 orang dengan tuduhan menjadi mata-mata Israel, namun pejabat itu menyatakan tiga dari mereka dibebaskan, diduga karena kurang bukti.

Seorang pensiunan jenderal termasuk di antara yang ditahan oleh pihak berwenang. Brigadir jenderal purnawirawan Adib Aalam ditangkap bersama istrinya, Hayat Saloumi, dan kemenakannya, Joseph Aalam, serta dituntut pada April dalam perkara mata-mata, yang bila terbukti dapat dikenai hukuman mati atau penjara seumur hidup di Lebanon.

Ketiga orang itu dituduh memberi Israel keterangan mengenai tempat warga dan tentara Suriah dan Libanon dengan tujuan mempermudah serangan Israel, kata pejabat pengadilan pada April.

Aalam ditangkap di kantornya di dekat Beirut pada 14 April bersama istrinya. Ia menjalankan usaha jasa rumah-tangga, yang menurut tuduhan digunakannya sebagai kedok untuk melakukan kegiatan mata-mata bagi Israel.

Polisi Libanon bernama Haytham Sahmarani ditangkap bersama istrinya di daerah pinggiran selatan Beirut, yang merupakan markas kelompok Hizbullah, yang berjuang melawan Israel dalam perang, yang menghancurkan Libanon pada 2006.

(Ant /CN13)

(wsm/kutip/suaramerdeka)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda