Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

12.22.2008

Pasukan Afghanistan Temukan 2,5 Ton Ganja di Sekolah

KABUL - Lokasi paling ''aman'' untuk menyimpan narkoba dalam skala besar, ternyata gedung sekolah. Bisa jadi, berbekal pemikiran itulah ruang-ruang kelas sebuah sekolah di Distrik Arghistan, Kandahar, selatan Afghanistan, dipenuhi tumpukan ganja.



Beruntung penyimpangan itu kemudian terkuak. Pasukan Afghanistan dan koalisi menemukan ganja 2,5 ton di gedung sekolah yang tak berpenghuni itu. ''Saat penemuan (barang haram tersebut), tak ada seorang siswa ataupun staf pengajar di bangunan sekolah. Peralatan sekolah pun dikeluarkan dan dibiarkan begitu saja di halaman,'' ujar Kolonel Jerry O'Hara dari pasukan AS di Afghanistan seperti dikutip Associated Press.

Diyakini, sekolah tersebut mangkrak dalam waktu yang cukup lama. Hal itu ditengarai dari tebalnya karat pada peralatan sekolah yang tak terawat. Ketika ditemukan, ganja-ganja tadi ditumpuk di beberapa ruang kelas.

Kolonel Jerry O'Hara menambahkan, menyimpan narkoba di bangunan sekolah adalah sebuah tindakan yang sama sekali tak etis. ''Ini bentuk serangan terhadap masa depan Afghanistan,'' tuturnya.

Selama ini Afghanistan dikenal sebagai penghasil opium terbesar di dunia. Setidaknya 90 persen dari total opium yang beredar di planet ini diproduksi negeri.

Jenis utama yang dihasilkan adalah heroin. Otoritas setempat terkesan tak begitu memperhatikan. Ironisnya, pada saat AS dan negara-negara barat lain mengklaim berusaha memusnahkan lahan opium, petani setempat malah beramai-ramai menanam ganja. Sebagian besar dari jumlah tersebut diolah menjadi heroin, lantas diekspor.

Di sisi lain, musim panas nanti jumlah pasukan AS yang ditugaskan di Afghanistan bakal lipat dua. Sabtu (20/12) Pentagon menyatakan akan mengirimkan sedikitnya 30.000 serdadu lagi untuk memperkuat pasukan AS di sana. Penambahan itu bakal menjadikan AS pasukan asing terbesar di Afghanistan.

Saat ini jumlah serdadu AS di negeri Presiden Hamid Karzai itu tercatat 31.000 orang. "Sekitar 20.000 atau 30.000 serdadu tambahan akan dikirim ke Afghanistan," terang Laksamana Mike Mulan, kepala Staf Gabungan AS, kepada Agence France-Presse. Dalam jumpa pers di pangkalan AS di Kabul tersebut, dia mengatakan bahwa pasukan tambahan tersebut nanti bertugas mempertahankan teritori bebas militan di Afghanistan.

Jumlah pasukan asing, termasuk pasukan AS, yang siaga di Afghanistan berkisar 60.000 orang. Tapi, sebagian besar di antara mereka memang sengaja difokuskan memerangi militan. "Sekarang Taliban dan ekstremis Afghanistan menjadi lebih pintar. Bukan jumlah perang yang diperbanyak, tapi skalanya yang diperbesar," ucapnya seperti dikutip Reuters. (wsm/ktp/JP)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda