Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

12.21.2008

Sandal Kesehatan Kebumen Tembus Kanada


KEBUMEN (KR) - Di tengah-tengah kelesuan ekspor akibat krisis finansial global, sandal kesehatan Kebumen berbahan baku kayu dan buah genitri saat ini justru berhasil menembus pasar Kanada. Di samping itu, ketertarikan pasar luar negeri melirik produk domestik Kebumen tersebut juga berdampak positif.



Perajin pun mau melakukan 'koreksi produk' agar penampilannya menarik. "Orang mancanegara ternyata sangat tertarik dan menghargai sandal kesehatan yang saya produksi ini. Tanpa segan-segan mereka mengoreksi produk saya ini agar lebih sempurna dan sudah ada yang mau memesan produk saya untuk dipasarkan di negaranya," ungkap perajin sandal kesehatan berbahan genitri, Sutarno, warga Desa Muktisari Kebumen ketika ditemui di stan Kebumen Expo 2008, Kamis (18/12).

Pesanan dari pengusaha Kanada itu menurut Sutarno diperolehnya saat mengikuti Pameran Produk Ekspor (PPE) di Jakarta beberapa waktu lalu. Ketika melihat sandal kesehatan buah genitri itu buyers yang diundang oleh Departemen Perindustrian RI itu sempat tertegun dan memberikan komentar bahwa dari sekian banyak produk kerajinan yang dipamerkan di PPE, ternyata produk sandal kesehatan Sutarno yang dinilainya paling unik dan menarik bagi dirinya. Setelah dilakukan proses negosiasi, maka pengusaha tersebut bersedia memberikan order tahap pertama kepada Sutarno. "Pesanan itu saat ini sedang saya garap. Bila respons pasar Kanada bagus, tak menutup kemungkinan akan berlanjut pemberian order berikutnya," ujar Sutarno.

Sutarno menyatakan beruntung bisa berhadapan langsung dengan pembeli asing karena dari merekalah Sutarno berhasil melakukan 'koreksi produk'. Para pembeli asing ternyata sangat ketat dalam menyodorkan persyaratan kualitas produk, apalagi produk yang memiliki embel-embel 'kesehatan'. Berbagai kritikan yang dilontarkan mereka ternyata mampu membuka wawasan Sutarno dalam hal etika produk kesehatan.

Sandal karyanya yang semula terkesan asal jadi dan asal terlihat bagus kini telah mengalami perombakan total. "Koreksi produk itu di antaranya, tak lagi menggunakan cat kayu aneka warna, melainkan cukup vernis coklat transparan. Kulit yang digunakan juga harus kulit alami berwarna coklat, paku logam diganti sekrup anti karat dan gesper logam diganti gesper anti karat. Bahkan, buyers asal Jepang menyodorkan syarat yang lebih ketat, yaitu kulit hewan sebaiknya diganti dengan bahan alami dari tumbuh-tumbuhan seperti anyaman pandan atau eceng gondok dan permukaan sandal harus sama persis dengan bentuk telapak kaki manusia.

Diakui oleh Sutarno perjuangannya memanfaatkan kayu dan buah genitri yang sangat melimpah di Kebumen dalam bentuk sandal kesehatan, sejak tahun 2005 lalu, kemudian usaha kerasnya mengenalkan karyanya itu ke berbagai daerah dari satu pameran ke pameran lainnya, membuat usahanya semakin berkembang. Kini produknya itu berhasil dipasarkan di sejumlah hotel dan restoran besar di dalam dan luar Kebumen. "Sandal kesehatan ini ternyata cocok dipasarkan di hotel maupun restoran, karena bisa dimanfaatkan oleh para tamu hotel dan restoran," ujarnya.


1 komentar:

sancu mengatakan...

sangat menginspirasi nih..

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda