Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

2.19.2009

69 Anak Meninggal karena Rabies di Angola

LUANDA -- Jumlah anak yang meninggal karena rabies atau penyakit anjing gila di Luanda bertambah menjadi 69 anak, Rabu, meningkat dari 50 anak bulan lalu, yang mendorong pemerintah untuk melancarkan upaya baru guna menangkap ratusan anjing liar di ibukota Angola itu.

Kementerian kesehatan mengatakan, para pekerja kesehatan telah menangkap ratusan hewan yang berkeliaran di Luanda untuk melawan virus mematikan yang ditularkan pada orang melalui gigitan binatang yang tertular.

Hampir 1.000 anjing telah dikumpulkan sejak wabah rabies mulai November tahun lalu. Anjing yang teruji positif rabies dibunuh, yang lainnya dibebaskan.

"Ini tragedi karena meskipun semua upaya telah dilakukan untuk mengendalikan rabies, masalahnya tidak menjadi lebih baik," Luis Bernardino, direktur rumah sakit anak terbesar di Luanda, mengatakan.

Anak-anak usia antara tiga dan sepuluh tahun telah menjadi korban utama karena mereka tidak dapat melindungi diri mereka sendiri dari anjing. Bernardino mengatakan anak-anak itu biasanya berasal dari distrik-distrik miskin di sekitar pusat kota Luanda, tempat ribuan anjing liar berkelana.

Pemerintah di Luanda telah melakukan kampanye vaksinasi bulan lalu di mana 100.000 binatang -- anjing, kucing dan monyet -- telah disuntik di kota yang menampung lebih dari sepertiga dari penduduk Angola sebanyak 16,5 juta jiwa itu.

Namun upaya itu gagal mencegah meningkatnya korban meninggal akibat rabies di antara anak-anak di negara yang memiliki angka kematian bayi terburuk di dunia.

Dua dari setiap lima anak meninggal sebelum mencapai usia lima tahun, menurut PBB. Rabies membunuh 50.000 lebih orang di seluruh dunia setiap tahun. - ant/reuters/ahi(wsm/ktp/republika.co.id)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda