Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

2.28.2009

Mualaf Tengger Nikah Massal di Senduro

Surabaya - BMH (Baitul Maal Hidayatullah) bersama Pemkab Lumajang akan menggelar nikah massal untuk mualaf asal pegunungan Tengger di Pasar Agropolitan, Senduro, Lumajang, Minggu (1/3/2009) besok.

Nikah massal ini diikuti 70 pasang calon suami istri untuk membentuk keluarga Islami. Saat pelaksanaan, akan hadir 35 penghulu yang menikahkan warga Tengger tersebut. Mereka pun akan dirias secara massal. Untuk menuju ke tempat prosesi pernikahan, calon pengantin diarak diiringi rebana.

Mereka yang dinikahkan ini sebenarnya telah menjadi suami istri. Mereka dinikahkan ulang berkaitan dengan bergantinya keyakinan mereka menjadi Islam sejak Mei 2007 lalu.

Saat itu, 227 warga Desa Wonocempoko Ayu, Argosari dan Burno di Kecamatan Senduro, Lumajang, mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan pemuka-pemuka agama dan pejabat kecamatan di Senduro. Termasuk para ustadz dari Pesantren Hidayatullah Lumajang.

Tujuan lain acara ini, agar mualaf Tengger� hidup lebih bersih dan sehat. "Gedang sing dikonceki luweh enak timbang gedang sing ora dikonceki (pisang yang dikupas kulitnya lebih nikmat dari pada pisang yang tidak dikupas kulitnya)," kata Ust Ali Farqu, salah satu dai Hidayatullah, sekaligus ketua panitia sunatan massal, Sabtu (28/2/2009).

Selain nikah massal, sebelumnya juga digelar khitanan massal yang diikuti 20 peserta. Usianya mulai 6 tahun hingga 60 tahun. Salah satunya Sunarsan, seorang kakek berusia (60). Sebenarnya sudah lama dia masuk Islam namun belum dikhitan.

Dalam pelaksanaannya kakek ini sempat menangis merasa sakit saat disuntik. Namun saat sudah selesai, dia tersenyum lebar dan berterima kasih kepada BMH. Di masa mendatang BMH akan membantu membangun tempat ibadah di setiap dusun.

Hal ini disebabkan geografis Senduro yang berwujud pegunungan, membuat para mualaf kesulitan mencapai tempat ibadah yang terpusat di tempat tertentu. Program keagamaan yang telah dilakukan, meningkatkan kualitas keagamaan para mualaf dengan mengirim guru-guru agama.

Dalam jangka panjang, akan didirikan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) formal, mulai dari Raudatul Athfal (RA), SD, SMP, dan SMA Integral. Tujuan pendirian LPI ini untuk peningkatan sadar berpendidikan warga Tengger serta membantu program pemerintah dalam mengentaskan buta huruf.(wsm/kutip/detik)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda