Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

2.08.2009

Pemilu Israel: Hanya Tinggal Likud VS Kadima


Lima hari menjelang pemilu Israel, pengamat di negara Yahudi itu percaya, pertarungan hanya tinggal menyisakan dua partai saja: Likud dan Kadima . Polling terbaru yang dikeluarkan oleh Haaretz, salah satu harian terbesar di Israel, menunjukan bahwa perbedaan yang sangat besar antara kedua partai itu dengan partai-partai lainnya.

Partai Yisrael Beiteninu yang dipimpin oleh Avigdor Lieberman diperkirakan akan mendapatkan 18 kursi, dan Partai Buruh (dipimpin oleh Ehud Barak), pertama kalinya dalam sejarah pemilu Israel, hanya kebagian 14 kursi.

Menanjaknya popularitas Likud dan Kadima tidak terlepas dari agenda kampanye kedua partai ini. Diperkirakan Kadima akan bisa menelikung Likud pada saat-saat terakhir. Hanya saja jika Benjamin Netanyahu (pemimpin Likud) berkoalisi dengan Lieberman, maka Livni (Ketua Kadima) akan jatuh.

Ada dua partai besar lainnya yang sesungguhnya juga mendapat perhatian besar. Partai-partai Arab Israel diperkirakan mengantongi 54 kursi. Namun semua partai yang dianggap golongan kiri ini sudah jauh-jauh hari menyatakan tidak akan terlibat dalam pemerintahan. Mereka juga tidak akan bekerja sama atau berkoalisi dengan Livni maupun Netanyahu. Satu partai lagi, dan ini bisa menjadi senjata pamungkas Netanyahu, adalah partai-partai yang dianggap aliran kanan. Menurut Haaretz, partai-partai ini bisa meraup suara sampai 66 kursi. Tapi jika Likud hanya mendapatkan kursi kurang dari 30, tak akan ada yang mau berkoalisi dengan Likud.

Namun, sepertinya masyarakat Israel akan lebih memilih Netanyahu ketimbang Livni. Tidak heran, merujuk agenda Netahanyu yang lebih tegas dalam menghabisi Hamas. Haaretz meyakini bahwa pada akhirnya kue kekuasaan tetap akan dibagi rata pada semua partai-partai besar yang ikut pemilu. Lieberman diyakini akan menjadi menteri keuangan atau paling top menteri luar negeri. Partai Buruh, karena posisinya yang sangat lemah, mungkin hanya akan menjadi oposisi.(ktp/eramuslim.com)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda