Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

2.20.2009

Pelempar Sepatu Bush Mulai Diadili

Masyarakat Irak melambaikan tangan memberi dukungannya kepada Muntadhar Al - Zaidi


BAGHDAD - Sidang pertama Muntadhar al-Zaidi, pelempar sepatu ke arah Bush, yang seharusnya dihelat kemarin (19/2) ditunda hingga Maret. Para hakim masih memerlukan waktu untuk mempelajari lebih lanjut kasus tersebut, terutama setelah mendengar penjelasan saksi ahli dan pemerintah Iraq terkait dengan kunjungan Bush akhir tahun lalu, apakah kunjungan itu bersifat formal atau informal.

Ketika memasuki ruang sidang di pengadilan barat Baghdad kemarin, al-Zaidi yang menyandang syal bermotif bendera Iraq disambut puluhan pendukung. "Imam Ali bersamamu, Pahlawan," teriak seorang pendukung menyebut sahabat nabi Ali bin Abi Thalib, imam kaum Syiah. Di depan majelis hakim, reporter televisi Al-Baghdadiya itu menyebut tindakannya sebagai bentuk protes terhadap penjajahan Amerika Serikat (AS) di Iraq.

Al-Zaidi menjadi sorotan publik internasional karena berani melemparkan sepatu ke arah Bush saat konferensi bersama dengan Perdana Menteri Iraq Nouri al-Maliki pada 14 Desember lalu. Bush datang ke Iraq untuk menyampaikan salam perpisahan sebelum meninggalkan Gedung Putih. Kehadiran al-Zaidi di pengadilan kemarin adalah penampilan perdananya di hadapan publik sejak insiden itu.

Menurut tim kuasa hukum al-Zaidi, kliennya dikenai pasal penghinaan terhadap kepala negara asing. Bila divonis bersalah, dia terancam hukuman 15 tahun penjara. Meski demikian, tim kuasa hukum tengah berusaha membebaskan al-Zaidi dari segala tuduhan. Mereka berdalih hukuman tersebut tak sebanding dengan aksi yang dilakukan.

"Pernahkah Anda mendengar seseorang tewas hanya karena dilempari sepatu?" tutur anggota tim pengacara al-Zaidi, Dhiaa al-Saadi, kepada Reuters Desember tahun lalu. Dia menambahkan, melempari seseorang dengan telur dan tomat busuk di Eropa boleh disebut penghinaan. Namun, di Iraq, melempari seseorang dengan sepatu adalah penanda ketidaksenangan./ape/ami/(wsm/kutip/jawapos)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda