Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

2.03.2009

Perdana Menteri Cina Dilempar Sepatu


CAMBRIDGE -- Melempar sepatu sebagai ungkapan kebencian terhadap seorang pemimpin yang dipelopori wartawan Irak, kini menjalar ke Inggris.

Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, mengalami nasib serupa dengan mantan Presiden AS, Goerge W Bush, dilempar sepatu saat berpidato. Seorang pengunjuk rasa melemparkan sepatu ke arah Wen ketika ia sedang berpidato tentang ekonomi global di Cambridge University, Senin (2/2) malam. Acara ini mengakhiri kunjungan tiga hari Wen.

Namun lemparan itu tak mengenai sasaran. Sepatu mendarat di panggung dan berjarak satu meter dari Wen. Sebelum melempar sepatu, si pelempar sepatu yang berumur 27 tahun itu melompat dari tempat duduknya yang ada di belakang auditorium yang semrawut saat Wen menyampaikan pidatonya di univesritas itu.

Si pelempar sepatu itu meniup sebuah peluit dan berteriak bahwa Wen merupakan seorang diktator, kemudian melemparkan sepatu kearah Wen yang sedang berada di podium. ''Bagaimana bisa universitas ini melacurkan diri pada diktator ini? Bagaimana Anda mendengarkan cerita bohongnya? Berdiri dan lakukan protes,'' katanya.

Wen termangu sejenak sebelum melanjutkan pidatonya. Si pelempar sepatu digiring keluar ruangan. Di sekitar panggung penjagaan diperketat. Ia pun melanjutkan pidatonya. ''Kami datang dengan damai. Ini (pelemparan sepatu) tak akan menjadi penghalang persahabatan Inggris-Cina. Sejarah menunjukkan harmoni tak akan terhalang oleh kekuatan apa pun,'' katanya.

Seorang juru bicara kepolisian di Cambridge mengatakan petugas kepolisian menangkap si pelempar sepatu itu. Ia didakwa mengganggu ketertiban umum. Ia tak memberikan detail tentang jati diri laki-laki yang melempar sepatu itu. Seorang juru bicara Deplu Cina yang mendampingi Wen mengecam peristiwa itu.

Kedatangan Wen di Inggris memang menuai protes. Mereka menganggap Cina merupakan negara yang tak menghormati HAM. Sekitar seratus pengunjuk rasa berada di luar universitas saat Wen menyampaikan pidatonya di Cambridge University. Di antara pengunjuk rasa adalah pendukung gerakan kemerdekaan Tibet.(wsm/ktp/republika)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda