Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

2.05.2009

Tambang Tua Isap 2 Rumah, Masuk Terowongan Sedalam 12 Meter

BATU |SURYA-Kota Batu ternyata tidak hanya menyimpan Gua Jepang sebagai salah satu objek wisata. Di kota dingin ini ternyata juga banyak terowongan tua akibat penambangan pasir di masa lalu yang menyimpan potensi bencana.

Salah satunya seperti yang terjadi di Kampung Meduran Kelurahan Sisir, Kamis (5/2). Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) harus dievakuasi setelah dua rumah di RT 2 RW 1 ambles di kedalaman 12 meter lebih.

Amblesnya dua rumah yang dibangun secara tidak sengaja di atas bekas penambangan pasir itu terjadi Rabu (4/2) sekitar pukul 20.30 WIB saat pemiliknya, Mislan dan Rohana beristirahat di rumah masing-masing. ”Kami mendengar bunyi keras saat dua rumah itu ambles. Seketika semuanya berlarian keluar rumah karena takut rumahnya juga akan ambles,” beber Slamet, warga Kampung Meduran, Kamis (5/2).
Beruntung peristiwa itu terjadi saat kedua keluarga belum tertidur sehingga mereka selamat.

“Tapi saya tak bisa mengeluarkan barang berharga milik kami yang terkubur. Hanya baju di badan ini saja yang sekarang kami miliki,” ungkap Mislan nelangsa. Hamiyeh, ibu satu anak yang mengontrak rumah Rohana pun mengalami nasib serupa.

Menurut Mislan, kejadian berawal saat dirinya sedang menonton televisi. Saat itu dinding rumahnya retak-retak diiringi bunyi suara retakan di lantai rumah.

Khawatir terjadi gempa, Mislan membangunkan menantunya, Sunik yang sedang tidur dengan cucunya, Nafen di kamar belakang dekat dapur agar keluar. Saat Mislan memperhatikan lebih dekat, sedikit demi sedikit tembok yang menutupi bata dinding rumahnya mulai berjatuhan bagai rontokan daun kering.
Takut rumah roboh, Mislan langsung menghubungi kedua anaknya di Karangploso untuk melihat kondisi rumah yang baru diperbarui empat bulan lalu itu. Namun, baru saja kedua anaknya datang, ruang tamu dan dapur rumah mereka sudah masuk ke dalam lubang yang sangat besar.
Sesepuh Kampung Meduran, Badri, menuturkan, tanah pemukiman di kawasan itu sangat rawan. Di bawah rumah warga, ada sebuah terowongan yang lebar dan panjang sisa penambangan pasir dan batu tua. “Tanah di sini sewaktu-waktu bisa ambles karena semakin beratnya bangunan yang ada di atasnya,” beber mantan ketua RT 2 Kampung Meduran itu.

Menurutnya, penambangan pasir dilakukan sejak 1967 dan berhenti pada 1978. Selama 11 tahun itu para penambang telah mengeruk pasir hingga menimbulkan terowongan yang besar dan panjang. Bahkan terowongan sengaja dibuat lebar agar truk-truk pengangkut pasir bisa masuk ke dalam.

“Terowongan bekas penambangan tua itu memanjang hingga ke Stadion Brantas, melintas hingga ke perumahan Agrowisata. Semua warga di sini rata-rata sudah tahu, karena tahun 1982 dan 2002 lalu beberapa rumah pernah ambles tetapi tak sampai ambruk seperti saat ini,” papar Badri.
Hingga Kamis siang, kondisi di sekitar kejadian masih menakutkan. Bahkan, sesekali dari samping rumah warga lainnya masih terdengar bunyi gemuruh dari dalam terowongan.

“Kami sudah menginstruksikan petugas agar mengamankan lokasi dan membuat tenda untuk 55 warga yang diungsikan,” tambah Slamet Riadi, Kapolsek Batu.

Sekretaris Satkorlak Kota Batu Choiril Anwar membenarkan bila kawasan sepanjang Kampung Meduran hingga ke barat, serta Jalan Sultan Agung hingga permukiman dekat Jatim Park ada terowongan panjang bekas penambangan tua. “Saat ini kami baru bisa mengevakuasi warga. Belum ada pembangunan ulang karena kami akan meneliti lebih lanjut apakah kawasan itu sudah aman atau tidak,” sela HA Budiono, Wakil Wali Kota Batu sekaligus ketua Satkorlak Batu. (wsm/ktp/SURYA online)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda