Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

2.17.2009

Ribuan Ahli Hukum Iran Tuntut Israel

TEHERAN -- Lebih dari 5.700 ahli hukum Iran mengajukan tuntutan terhadap rejim Zionis atas kejahatan di Jalur Gaza. Kantor Jaksa Revolusioner dan Masyarakat di Teheran mengatakan bahwa lebih dari 5.700 ahli hukum telah mengajukan tuntutan terhadap rejim Zionis atas kejahatan perang dan aksi pembersihan etnik di Jalur Gaza.

Seperti dilaporkan kantor berita IRNA, Kepala Kehakiman Iran Ayatollah Hashemi Shahroudi mengeluarkan dekrit yang menunjuk Jaksa Agung Revolusioner dan Masyarakat Teheran Saeed Mortazavi sebagai jaksa guna mengajukan tuntutan bagi kasus tersebut.

Sebelumnya Dr. Abdulaziz Othman At-Twaijri, Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Sains dan Budaya Islam (ISESCO), mengatakan besarnya kerusakan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza menjadi satu babak lagi dari serangkaian kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina sejak 1948.

Di hadapan peserta sidang pembukaan Konferensi Internasional mengenai "Israel: Pemusnahan Suku Bangsa dan Kejahatan Perang" di markas ISESCO di Rabat, Marokko, akhir pekan lalu, Direktur Jenderal tersebut mengatakan kebenaran mengenai catatan mengerikan kejahatan Israel berada di belakang "sejarah resmi", sebagaimana dikatakan oleh intelektual kenamaan Yahudi Noam Chomsky.

Sambutan lainnya adalah dari Dr. Adnan Abu Hasna, Jurubicara UNRWA di Jalur Gaza, dan Dr. Abdel Azim El Maghraby, Wakil Sekretaris Jenderal Uni Pengacara Arab yang berpusat di Kairo, Mesir.

Konferensi dua hari tersebut diselenggarakan berkat kerja sama antara ISESCO dan sejumlah pejabat Palestina, organisasi hak asasi manusia regional serta internasional.

Dalam pidatonya pada konferensi itu, Dr. At-Twaijri mengatakan pembantaian baru-baru ini di Jalur Gaza mencapai tingkat mengerikan dengan preseden tanpa tandingan dalam sejarah bergeliman darah Israel.

"Ini adalah pengingat suram mengenai pembantaian lain di Deir Yassing pada April 1948, yang merenggut 254 syahid Palestina; di Jalur Gaza dengan lebih dari 1.300 orang Palestina, kebanyakan anak-anak, perempuan dan orang tua; di Nasr Eddine; di Saliha; di Lydda; di Ad-Dawayima; di Jalur Gaza pada 1955; di Kfar Kassem; di Khan Yunis; di Samu; di Kamp Jenin."

"Itu semua baru sebagian kecil kajahatan mengerikan semacam itu terhadap rakyat Palestina yang tak dapat mempertahankan diri terhadap blokade tidak adil, sementara mereka tak diberi hak untuk menikmati kemandirian, kebebasan dan hidup layak," katanya.

"Dengan landasan ini, ISESCO memutuskan untuk menyelenggarakan konferensi ini dan mengundang sejumlah peneliti, pengacara, ahli dalam hukum internasional, sebagai pejabat Palestina, organisasi regional dan internasional dan saksi mata."

"Aksi kami mengenai ini terletak pada kemampuan ISESCO dan merupakan bagian dari tanggung jawabnya bagi rakyat Palestina, dan masalah Palestina yang telah berada di garis depan aksi Islam sejak September 1969, tanggal penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Tinggi gabungan sebagai reaksi atas pembakaran Masjid Al-Aqsha di tangan kaum Zionis pada Agustus tahun yang sama," katanya.

Ia menyampaikan harapan bahwa konferensi itu akan menghasilkan serangkaian gagasan praktis guna menyeret pemimpin militer dan politik Israel ke pengadilan sebagai pelaku kejahatan perang. - ant/ahi(wsm/ktp/republika.co.id)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda