Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

1.05.2009

AKSI UMAT GAYANG ISRAEL : Dengan Jihad dan Khilafah Hancurkan Israel, Kubur Kapitalisme


Kemarin, Ahad (4/1) HTI mengadakan aksi ganyang Israel di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar, dan Banjarmasin. Aksi serentak tersebut dilakukan dalam rangka mengutuk aksi biadab Israel.

Seperti yang dilakukan HTI Jawa Timur, melakukan long-march dimulai dari Taman Apsari (Grahadi) dilanjutkan ke Jl. Panglima Sudirman, melewati Jl. Urip Sumoharjo dan Jl. Raya Darmo hingga berhenti dan berkumpul di taman Bungkul. Tak pelak, kondisi jalan raya ketika itu menjadi padat merayap oleh sekitar 10.000 lebih masa HTI dari seluruh daerah di Jatim. Menggunakan baju putih dengan membawa poster kecaman terhadap Israel.



Dalam kesempatan ini HTI mnyatakan 5 pernyataan : PERTAMA :HTI mengutuk keras tindakan bengin,keji,kejam dan brutal tentara israel tersebut. KEDUA ; untuk mengahadapi agresi yahudi ini tidak ada jalan lain kecuali jihad. KETIGA Israel dan para pemimpin dan sekutunya harus dianggap sebagai teroris. Kalo kita menggunakan devinisi bahwa terorois adalah individu/kelompok/negara yang ingin mencapai tujuannya dengan menggunakan kekerasan. Karena Isarael teroris, maka negara itu harus diperangi oleh seluruh dunia. Kalo tidak, berarti slogan WAR ON TERORISM hanyalah sebagai kedok belaka dan hanya digunakan untuk memerangi Islam (WAR ON ISLAM).KEEMPAT Israel harus dianggap sebagai pelanggar HAM berat.Jika tidak berarti hanyalah doktrin kosong dan hanya digunakan untuk kepentingan barat dan Israel.KELIMA Umat Islam harus menyadari apa yang telah difirmankan Allah SWT bahwa umat Islam adalah hkairu umat ini kini dalam kondisi dihinakan karena kita tidak mempunyai pemimpin. Karena tidak ada payung yang melindungi u,at, kita dinistakan. Maka kembalinya Daulah Khilafah adalah hal yang wajib dari sisi fakta empiris.

Rombongan dibagi dua, putra dan putri. Di setiap rombongan, terdapat orator dengan menaiki mobil pick up. Selain mengecam aksi biadab Israel, mereka juga menyeru agar umat islam menerapkan Khilafah Islamiyah.

"Selama Khilafah belum tegak, maka selamanya Islam akan dicabik-cabik oleh Israel dan sekutunya,” teriak Dr. Muhammad Usman, Humas HTI Jatim.

Sebelum masa bergerak menuju taman Bungkul, terlebih dulu melakukan orasi di depan Grahadi. Orasi disampaikan sejumlah ulama Jatim, termasuk MUI. Dalam orasi, selain berisi kecaman terhadap Israel selalu didengungkan penegakkan Khilafah Islamiyah. Tidak hanya orasi, dalam long-march itu juga diadakan teatrikal dengan diskripsi dunia Islam yang sedang diobok-obok oleh kapitalisme, liberalisme dan pluralisme.

Ketika itu, HTI Jatim tampil sedikit berbeda. Dalam longmarch, HTI memiliki dua solusi yang ditawarkan. Menyerukan jihad dan menegakkan Khilafah. Sebagaimana yang disampaikan Humas HTI Jatim, Dr. Muhammad Usman. Menurutnya, dua hal tersebut merupakan hal sangat penting.” Dalam bentuk jihad misalnya, menurut Usman, dalam hal ini, HT internasional telah mendesak agar PBB menghentikan agresi Israel.

Namun sayang, usulan tersebut diveto oleh Amerika dengan alasan kelompok Hamas adalah teroris. Tidak hanya itu, HT juga meminta agar pemerintah Indonesia mengirimkan TNI ke Palestina tanpa menunggu persetujuan PBB. Sedangkan, Negara-negara arab, seperti Arab Saudi dan Mesir, menurut Usman sudah tidak bisa diharapkan lagi.

Solusi kedua menurut Usman, membangun khilafah. Dia menyampaikan, dengan Khilafah, umat islam akan memiliki kekuatan hingga tidak mudah dihancurkan oleh Yahudi maupun Barat. Namun, lagi-lagi, hal itu masih panjang. Sebab, kesadaran tentang Khilafah belum menyeluruh dipahami oleh umat Islam secara global. Namun demikian, HTI tidak pesimis. “Di Indonesia, tinggal satu langkah lagi khilafah tegak, jika jika urgensitas dipahami,”tuturnya. (wsm/ktp/)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda