Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

1.05.2009

Nyawa 1,5 Juta Warga Gaza Terancam


Nyawa 1,5 juta warga Jalur Gaza terancam, karena mereka tidak memiliki makanan, aliran air terhenti, tak ada pasokan bahan bakar dan listrik padam. Ratusan rumah warga Gaza hancur dan hal ini menambah penderitaan warga di musim dingin yang kini berlangsung.

Hari Senin (5/1), Israel melanjutkan invasinya jauh masuk ke Jalur Gaza. Warga Kota Gaza dan Beit Lahiya memanfaatkan waktu di siang hari untuk mengungsi ke wilayah selatan yang relatif lebih aman dari serangan Israel. Mereka bergerak dengan mobil, keledai atau berjalan kaki. Sekali-sekali mereka harus mencari perlindungan dari serangan udara Israel.



Di Kota Gaza, listrik nyaris padam total. RS Shifa terpaksa menggunakan generator untuk mendapatkan energi listrik. Di daerah yang diserang Israel, saat ini tinggal 10 pabrik roti yang masih buka. Sisanya tutup karena stok gandum dan bahan bakar habis. Toko-toko tutup karena kehabisan barang.

Krisis kemanusiaan di Gaza membuat Program Pangan Dunia (WFP) prihatin dan bersiap mengirimkan biskuit tinggi protein, daging dan ikan kalengan. Warga Gaza memerlukan makanan siap santap, karena tak punya minyak untuk memasak.

Abu Abed al-Safadi dan warga Gaza lainnya ketakutan. Mereka tak tahu apakah besok mereka masih hidup. Abdelrahim Malaka penduduk Gaza meminta agar dunia menaruh belas kasihan kepada orang-orang Palestina.

Badan PBB di wilayah Palestina menyumbang 75.000 liter bahan bakar ke Gaza, tetapi baru separuh bantuan yang sampai di tempat tujuan. Hal ini terjadi karena sopir ketakutan masuk Gaza. Bantuan bahan bakar itu dimaksudkan agar pembangkit listrik dapat beroperasi kembali.
Sementara itu aksi demonstrasi menentang invasi Israel ke Gaza berlangsung di berbagai negara. Di Istanbul, lebih dari 700 ribu warga Turki turun ke jalan. Di Rabat, 40 ribu warga Maroko berdemonstrasi mengecam pemimpin Arab yang gagal membela warga Palestina. Demonstran menuduh Presiden Mesir menjual Gaza demi dolar AS.
Di Lebanon, ribuan demonstran beraksi di depan Perwakilan PBB di Beirut serta di depan Kedubes AS di Awkar. Polisi menyemprotkan gas air mata dan kanon air untuk membubarkan demonstran.

Di Athena, aksi menentang Israel diikuti 4.000 warga Yunani yang berkumpul di depan Kedubes AS dan Israel. Aksi pembakaran bendera Israel dan AS dilakukan demonstran di Thessaloniki.

Polisi Norwegia membubarkan demonstran anti-Israel di Oslo dengan gas air mata. Sebelumnya demonstran melempari kantor Kedubes Israel dengan batu dan telur. Di Washington, warga AS berdemonstrasi di depan Hay-s Adam Hotel, tempat Obama menginap. Mereka mengusung spanduk bertulisan ‘Obama Call for Ceasefire, Please!’ serta ‘Not in Our Name’.

Di Montreal, 5.000 warga Kanada bergerak menuju Konsulat Israel meminta invasi dihentikan. Aksi serupa berlangsung di Ottawa, Toronto dan Vancouver. Di Irak, demo mengecam Israel berlangsung di Karbala, sedangkan di Australia terjadi di Sydney dan Melbourne. PM Australia Kevin Rudd mendesak krisis Gaza diselesaikan lewat diplomasi.
Di Lebanon, pemimpin Hezbollah Sheik Hassan Nasrallah membahas situasi Gaza dengan perunding nuklir Iran, Saeed Jalili, demikian siaran TV Al Manar. Mereka membahas cara mengakhiri agresi Israel.(wsm/ktp/kr)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda