Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

1.29.2009

Aliran sesat Satria Piningit Pengikut diajari ritual asusila bersama-sama

Warga Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dalam beberapa hari terakhir digegerkan dengan adanya kelompok aliran sesat yaitu Satria Piningit Weteng Buwono yang dipimpin Agus Imam Solichin.

Membuat warga resah karena ajaran-ajaran yang diberikan kepada para pengikutnya diduga melenceng dari ajaran Islam.

Agus disebut memiliki 40 orang pengikut, dan 12 pengikut di antaranya anak-anak. Tidak ada kostum yang mencolok dari pengikut aliran ini. Para pengikut aliran ini hanya kompak memakai gelang batu giok warna dan ikat kepala merah putih. Ajaran Agus ini membuat warga terganggu dan melaporkan keluhannya pada Ketua RT setempat, Asmawi.
”Kami merasa terganggu karena alirannya beda. Tidak pernah salat, lelaki dan perempuan campur. Kadang nyanyi-nyayi yang tidak jelas. Kalau warga tahunya pengajian Islam biasa. Saya sudah tahu sejak tahun 2002, tetapi belum menjabat RT jadi tidak berani melaporkan,” kata Asmawi, Selasa (27/1)

Kelompok ini bermarkas di sebuah rumah berlantai dua yang dominan dicat warna merah dan putih, seluas 10 x 8 meter. Salah satu ajaran yang mengejutkan adalah ritual melakukan hubungan seksual secara bersama-sama. Para pengikut dan pasangannya melakukannya dalam satu kamar.

”Tidak ada hari khusus, dan tidak ada aturannya. Terakhir ada ritual seks ramai-ramai tahun 2005. Ada enam pasang suami istri,” kata A Kusmana, 58, seorang murid Agus Imam Solichin, Selasa. Kusmana pun mengaku sempat mengikuti ritual itu. Menurut Kusmana, hal itu dikatakan Agus mencontoh penciptaan Nabi Adam.

Selain seks bareng, Aliran Satria Piningit Weteng Buwono kerap menggelar pengajian di malam hari. Para pengikutnya wajib hadir. Jika absen, sang pengikut pun dihukum telanjang bulat semalaman. Pemimpin aliran sesat juga berjanji mengajarkan teknik-teknik Kamasutra. Jika menolak diajari, maka pengikutnya akan dimasukkan ke neraka jahanam.
Aliran ini hampir sama dengan kelompok Children of God di awal tahun 1980-an, khususnya terkait ajaran praktik seks bebas. Bedanya, Satria Piningit Weteng Buwono menggunakan simbol Islam, sedangkan Children of God menggunakan simbol kristiani.
Agus mengklaim dirinya sebagai Tuhan sejak 2005-2006.

Dia juga mengaku titisan Soekarno. Agus sejak Desember lalu telah menghilang dari markas aliran sesat tersebut. Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Chairul Anwar, menegaskan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Sedikitnya lima orang pengikut sudah dimintai keterangan. Kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. (wsm/ktp/it)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda