Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi Agama Bagimu (Al Maidah: ayat 3)

1.06.2009

Perang Kota Pecah di Jalanan Gaza



KOTA GAZA - Bala tentara dan kendaraan berat lapis baja Israel bergerak semakin jauh ke dalam wilayah Jalur Gaza. Bahkan, kemarin (5/1) pasukan infanteri didukung bombardir angkatan laut dan udara mulai masuk ke Kota Gaza, jantung utama Jalur Gaza. Pejuang Hamas yang terus terdesak memberikan perlawanan sengit.

Pertarungan satu lawan satu antara pasukan Israel dengan pejuang Hamas berkobar di Kota Gaza kemarin siang. Puluhan tank Israel menderu memasuki kota yang menjadi benteng pertahanan terakhir Hamas itu. Di belakang rombongan tank, para serdadu Israel menggeledah rumah demi rumah mencari mereka yang bersenjata.



Menurut sumber di militer Israel, serbuan ke Kota Gaza dilakukan untuk semakin mengisolasi para pejuang yang tersisa. Tentara darat dan kendaraan berat lapis baja Israel bertujuan membelah wilayah itu menjadi dua bagian dari pintu penyeberangan Karni ke Laut Tengah. ''Misi kami membuat mereka tidak mencapai tempat peluncuran roket di utara serta memutus suplai logistik di selatan,'' ujar sumber itu.

Salah satu titik terpanas pertempuran adalah di pusat Kota Gaza, Distrik Zeitoun. Tembakan mortir dan senapan serbu terdengar beruntun di distrik paling padat penduduk itu. Pejuang Hamas dan tentara Israel kucing-kucingan di gang-gang kota. Begitu malam tiba, suasana kota lebih mencekam. Lampu listrik mati di banyak kawasan Gaza. Wilayah itu hanya sesekali terang oleh kilatan ledakan. Di area tersebut, tiga bocah Palestina tewas oleh pecahan tembakan dari meriam tank.

Kamel Kafarna, 63, warga Distrik Beit Hanoun, menyatakan, hanya sebagian kecil tentara Israel yang memasuki kota. Sebagian besar masih bergerombol di ladang-ladang penduduk di luar permukiman bersama tank-tank mereka. ''Kami sudah hampir gila, hampir setiap saat peluru dan roket berseliweran di sekitar rumah,'' ungkapnya.

Di Rumah Sakit Shifa, salah seorang korban luka, Masouda Al-Samouni, 20, menyebutkan, tentara Israel menyuruh dirinya dan seluruh keluarganya keluar dari apartemen sebelum mereka menembaki. ''Para tentara itu mengaku sedang memburu seorang pria bersenjata,'' ujarnya. Ibu itu mengaku sudah kehilangan anaknya yang berumur 10 bulan karena kelaparan akibat belum kunjung mendapat makanan sejak perang meletus 10 hari lalu.

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menuturkan, pertempuran darat yang dihadapi pasukannya sekarang adalah ''pertempuran paling serius sejak beberapa dekade''.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, lebih dari 50 orang terbunuh sejak operasi darat dimulai. Sejak agresi dilancarkan pada 27 Desember 2008, sudah lebih dari 500 warga Palestina terbunuh dan 2.500 lainnya luka-luka.

Dari tanah air, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin (5/1) memanggil Duta Besar Palestina di Jakarta Fariz Al Mehdawi ke Kantor Presiden. SBY meminta penjelasan langsung terkait perkembangan terkini di Palestina.

Dalam pertemuan itu, SBY berjanji untuk terus berkontribusi secara aktif di bidang diplomasi dan politik agar masalah yang dihadapi Palestina bisa segera diselesaikan. "Indonesia akan mendesak PBB serta Dewan Keamanan PBB untuk, meskipun Indonesia tidak menjadi anggota lagi sejak minggu lalu, betul-betul mengeluarkan resolusi agar dilakukan gencatan senjata di Palestina," kata SBY setelah pertemuan dengan Fariz kemarin.

Mehdawi dalam pertemuan itu mengungkapkan rasa terima kasih kepada Indonesia karena telah memberikan segala macam bantuan kepada Palestina. Mehdawi juga berharap agar Indonesia mengambil peran penting dalam menghentikan serangan Israel ke Palestina.(wsm/ktp/jp)


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel diatas,silahkan tinggalkan komentar Anda